Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan
dua pria tampan


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul empat sore Marvel yang masih berada di ruangan kerjanya kini bergegas membereskan barang-barangnya. dirasa sudah selesai, laki-laki itu melangkah menuju pintu lalu membukanya.


Joe yang melihat Bosnya keluar langsung bergegas menghampirinya.


"Mau kemana bos?"


"Pulang! Kamu pikir saya mau kemana?" tanyanya dengan sinis.


"saya pikir mau ke Club," ucap Joe sambil tertawa.


Tatapan tajam Marvel mampu membuat Joe memghentikan tawanya.


"Bos, tadi Tian hubungi saya, dia bilang mau kesini bersama Biyan," ucapnya


"Kau urus saja mereka, kalau nanyain saya bilang aja sudah pulang," ucapnya meninggalkan Joe.


kalau udah begini gue deh yang kena semprot.


Dua laki-laki tampan memasuki perusahaan Lee grup dengan gagahnya.


Siapa lagi kalau bukan Tian dan Biyan setelah kepergian Marvel tidak lama kemudian mereka tiba disana.


Joe yang masih berada di ruangannya tidak sengaja melihat Biyan, dengan cepat ia membereskan barang-barangnya lalu melangkah meninggalkan ruangannya tersebut.


Tian yang melihat Joe keluar ruangan kini memanggilnya.


"Joe!" panggil Tian seraya mendekatinya.


Yang dipanggil perlahan-lahan menoleh dengan wajah yang sulit diartikan.

__ADS_1


"Marvel masih di ruangannya?" tanya Tian menepuk pelan pundak laki-laki itu.


Joe hanya diam tidak menjawab. Ia bingung harus jawab apa. Kalau dirinya bilang Bos Marvel sudah pulang, sudah dipastikan hari ini ia akan di kerjain habis-habisan.


Joe hanya menangguk pasrah.


Tian menyusul Biyan yang sudah lebih dulu ke ruangan Marvel.


Dengan cepat Joe langsung keluar perusahaan dengan tergesa-gesa. Ia langsung masuk kedalam mobil hitam miliknya.


gue kirim pesan aja deh. gumam Joe.


Biyan yang sedari tadi berada di ruangan Marvel, ia hanya sibuk dengan benda kecil yang ia pegang


"Kemana si kampret?" tanya Tian setelah masuk.


"Eh sie Joe kirim pesan." ujar Tian melihat ponselnya.


"Dia bilang apa?"


"Marvel udah pulang katanya." ujar Tian.


"Sialan kita di kerjain." umpat Biyan bangun dari duduknya.


"yaudah kita kerumahnya aja." ucap Tian melangkah pergi.


***


Marvel yang baru tiba dikediamannya dikagetkan dengan kehadiran Rian.

__ADS_1


"Ngapain loe di rumah gue?" tanya Marvel sinis.


"Elo engga liat gue lagi makan," jawab Rian dengan santainya.


Putri keluar dari arah dapur berşama Dewi yang membawa beberapa kue, seketika mata Putri melihat suaminya yang berwajah datar sedang menatap Dokter Rian.


"Kakak, sudah Pulang." ucap Putri menghampiri Marvel lalu mencium tangannya.


"Iya, wanginya harum sekali," mata hitam Marvel mencoba melihat apa yang istrinya bawa.


"Aku buat kue bersama Dewi, kakak mau langsung makan apa mau mandi terlebih dahulu?" tanyanya meletakan piring yang berisi kue diatas meja.


"Aku mandi aja dulu," ucapnya menatap sinis kearah Rian, laki-laki itu lalu menaiki anak tangga untuk pergin menuju kamarnya.


"Wi, gue tinggal sebentar," ucapnya menatap sahabatnya itu.


"Iya. pergi sana," ucapnya asal.


Setelah mendengar jawaban dari sahabatnya Putri langsung menyusul suaminya.


"Tuan, tidak jadi kerumah sakit?" tanya Dewi menatap Rian.


"Tidak, panggil aja aku Rian tidak usah formal begitu," ucap Rian membalas tatapan Dewi.


"Maaf ya Tu ... eh Rian, gara-gara saya kamu tidak jadi kerumah sakit," selorohnya.


"Tidak apa-apa, kapan lagi saya menemani wanita cantik," goda Rian menggedipkan sebelah matanya.


"Jangan mau di gombalin sama Dokter cabul." celetuk Biyan dari arah belakang.

__ADS_1


__ADS_2