Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan
extra part


__ADS_3

Mobil melesat dengan kecepatan tinggi arel membawa mobil seperti pembalap itu dia lakukan karena maura sedang menunggunya dia tidak mau membuat maura menunggu terlalu lama dan marah lagi jika itu terjadi.bisa dia pastikan maura akan membemci dirinya.


Maura menunggu dengan ke marahan di hati, dia bangun dari duduknya lebih baik dia pergi dari pada menunggu orang yang menyebalkan lebih baik dia mengerjakan pekeejaannya yang tadi tertunda. saat maura ingin keluar arel datang dengan tersenyum tampa dosa.


Maura diam saja sambil cemberut sorot matanya yang begitu tajam membuat arel tersenyum kikuk ke arahnya jika wanita sedang marah sungguh sangat mengerikan.


"Aku pikir kamu lupa," ucap maura dengan ketus.


"Mana mungkin aku lupa, tadi ada pekerjaan sebentar, maaf sudah membuat mu menunggu," ucap arel menarik tangan maura agar duduk kembali.


"Jadi bagai mana, apa kamu sudah siap jika aku bertemu ayah kamu," ucap arel, arel sangat ingin bertemu dengan marvel namun maura melarangnya maura takut setelah bertemu ayahnya arel menghilang seperti yang lainnya jangan sampai itu terjadi karena dia sudah begitu mencintai arel.


"Aku kawatir jika kamu bertemu dedy kamu akan pergi," ucap maura takut.


"Pergi bagai mana yang kamu maksud?" tanya arel bingung tidak ada sedikit pun niatan untuk pergi meningalkam maura.

__ADS_1


"Pergi meningalkan aku seperti yang lain," jawab maura.


"Kamu menyamakan aku dengan yang lain? dengar maura, aku begitu mencintai kamu jadi apa pun yang dedy kamu lakuakn aku akan menghadapinya," ucap arel dengan lantang, Maura tersenyum semoga saja apa yang di ucapkam arel benar jika sampai arel pergi meningalkannya dia akan kecewa.


"Jadi kapan kamu mau mengenalkan aku maura?" tanya arel sambil menggengam tangan maura.


"Bagai mana kalau lusa?" tanyanya ragu


"Tidak masalah, jangan di pikirkan aku tidak akan meningalkan kamu sekali pun ayah kamu yang memintanya," ucap arel menggengam tangan maura, apa yang arel ucapakan semoga saja benar karen dia begitu senang mendengarnya.


Sampainya di kantor Maura di sambut dengan ke datangan Siska, setelah putri pergi siska kembali lagi namun kali ini tidak tingal di sana itu karena maura melarangnya.


"Apa yang aunty lakuakn di sini?"tanya maura dengan sinis.


"Aku ingin mengajak kamu makan siang," ucap siska dengan senyum di wajahnya. siska kembali lagi, dia pikir setelah putri pergi dia akan mudah mendapatkan marvel kembali namun nyatanya begitu sulit apa lagi ada maura yang terlihat tidak suka dengannya.

__ADS_1


"Tidak perlu aunty aku sedang tidak ingin makan di luar, lagi pula nene sudah membawakan aku makanan," jawab maura.


"Jadi lebih baik aunty pergi!" ucap maura berlalu pergi begitu saja, bisa di lihat wanita itu begitu membencinya, Siska mengumpat dalam hati sial mengapa begitu sulit.


Di dalam sana Maura langsung mwnghubungi marvel jujur dia sangat tidak suka dengan siska dia tau wanita itu mantan ayahnya sebab itu dia tahu apa yang mau wanita itu lakukan, Maura ingin ayahnya menikah lagi namun bukan dengan wanita seperti itu.


"Ded!" ucap maura setelah telponnya di angkat.


"Ada apa sayang?" tanya marvel.


"Dedy sedang apa?" tanya maura penasaran.


"Baru saja selesai mandi," jawav marvel dengan santai.


"What apa dedy sudah gila, ini sudah jam berapa jangan katakan dedy baru bangun," ucap maura yang heran, padahal marvel hanya mengodanya saja, Mana mungkin jam segini dia baru mandi.

__ADS_1


__ADS_2