
Terbenamnya matahari membuat laki-laki ini melangkahkan kakinya untuk kembali. Sudah seharian ini dia mengerjakan pekerjaan yang sangat menumpuk. Walaupun dibantu Joe untuk mengurus semuanya, namun tetap saja membuat Marvel cukup kelelahan.
Laki-laki dengan balutan jas berwarna krem itu mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Rasanya dia ingin cepat-cepat sampai dan beristirahat.
Tidak butuh waktu lama, mobil yang dikendarai Marvel sudah sampai di depan rumahnya. Pria itu mengeluarkan tubuhnya dari sana dan berjalan mendekati ke arah pintu kemudian menekan bel yang melekat di sebelah sisinya.
Putri yang sedari tadi menunggu suaminya pulang. Kini berlari dengan tergesa-gesa untuk membukakan pintu setelah mendengar suara bekl bunyi, Marvel tengah berdiri dihadapannya dengan tersenyum.
"Assalamualaikum,"ucap Marvel masuk kedalam.
"Waalaikum salam."jawab putri seraya menyambut tangan laki-laki itu lalu menciumnya.
Walau pun belum ada rasa cinta di hati mereka tapi mereka berdua melakukan ke wajiban sebagai sepasang sumi istri pada umumnya meski pun Marvel sama sekali belum menyetujui putri lagi.
Marvel yang sudah berada di dalam kamar kini melihat pakaian yang sudah tersusun rapih diatas ranjang, dia tidak pernah menyangka akan mengalami hal seperti ini yang di idap idamkan setiap pria.
Apa ini semua Putri yang siapin. Gumamnya.
Marvel mandi dengan sangat cepat, dia tidak mau membuat Putri menunggu terlalu lama.
__ADS_1
Di meja makan Putri yang sedari tadi menunggu suaminya kini terlihat tersenyum melihat Marvel yang berjalan kearahnya memakai baju yang dia siapkan.
Marvel yang sudah duduk di meja makan, kini menatap bingung dengan wanita yang berada didekatnya. Pasalnya sedari dia turun dari tangga melihat Putri tersenyum terus.
"Apa Kamu baik-baik aja." tanyanya.
"Iya, Tuan aku baik." ucapnya seraya meletakan nasi diatas piring putih itu.
"Bi Darni mana?" tanya Marvel.
"Oh iya, aku lupa manggil Bi Darni. Bentar Tuan aku kesana dulu."
Marvel hanya mengganguk,Bi Darni yang sedang melamun kini dikagetkan dengan kedatangan Putri.
"Kamu duluan aja." jawab bi darni.
"Tuan Marvel sedang menunggu Bibi di meja makan, ayo Bi." ajaknya lagi.
Dengan terpaksa Bi Darni mengikutinya sesunguhnya dia sangat malu berada di sana.
__ADS_1
"Bibi kenapa dibelakang? ayo makan." ucap Marvel dengan santainya.
"Tapi Tuan!" ucap bi darni.
"Engga ada tapi-tapian Bi." ucap Putri mendorong pelan Bi Darni.
Dengan hening mereka melanjutkan acara makan malamnya.Marvel yang sudah lebih dulu selesai kini bangun dari duduknya hari ini begitu melelahkan jadi dia ingin beristirahat dikamar.
"Aku ke kamar ingin istirahat." ucap marvel beralalu pergi.
Putri tidak menjawab dia hanya melihat di mana Marvel sudah berjalan ke kamarnya. Kini tingal Bi Darni dan Putri yang masih berada di meja makan.
"Bi!" panggil putri.
"Kenapa Put?" jawab bibi.
"Apa boleh, aku memangil Bibi dengan sebutan Ibu, aku sudah menganggap Bibi itu orang tua aku."
Bi Darni menatap putri dengan serius, putri itu keponakan yang sudah dia anggap sebagai anak kandungnya, jadi buat apa mempermasalahkan sebuah pangilan mau bibi atau ibu itu sama saja untuknya.
__ADS_1
"Tuan Marvel sudah menganggap Bibi seperti orang tuanya bukan, jadi tidak akan apa-apa menurutku, bila aku memangil Bibi dengan sebutan ibu." ucapnya memegang tangan Bi Darni.
bi darni tersenyum bahagia hanya putri satu satunya keluarga yang dia punya jadi mau putri pangil apa saja dia tidak keberatan