
Semua barang sudah Arel kemas ke dalam koper, hari ini dia akan pergi ke belanda untuk kesembuhan ibunya. apa pun akan dia lakukan untuk ke sembuhan ibunya terbuki dengan dia bermain api dengan tante mery. tidak peduli apa yang orang omong terhadap dirinya selagi maura tidak mengetahuinya dia tidak perduli dengan yang lainnya.
Sebelum pergi Arel menemui maura terlebih dahulu, dia mendatangi kantor maura karena waktu masih pagi dia yakin maura berada di perusahaannya. Maura memang berada di sana dia sedang memeriksa beberapa berkas yang asistennya berikan.
Setibanya di sana Arel langsung menuju di mana ruangan maura berada seringannya berkunjung membuat orang yang berada di sana sudah mengenalnya.
Pintu di ketuk Maura melihatnya sekilas lalu mempersilahkan masuk Arel masuk dengan senyum menawannya, Maura yang melihat arel datang segera berdiri dan tersenyum dengan senangnya, berapa hari tidak bertemu membuat dia begitu merindukan pria ini.
Maura menghampiri arel lalu menariknya menuju sofa. dia mau arel menemaninya hari ini.
"Menyebalkan," ucap maura sabil menggembulkan pipinya. arel tau maura sedang marah karena dia tidak memberi kabar.
"Maaf," ucap Arel sambil mencium pipi maura.
__ADS_1
"Mengatakan kata maaf memenag gampang." ucap maura dengan ketus.
"Lalu aku harus mengatakan apa, sebelum mengatakan kata lain aku harus minta maaf terlebih dulu supaya kamu tidak marah berkepanjangan," ucap arel membuat maura terkekeh.
"Dasar," ucap maura sambil memeluknya." aku sangat merindukan kamu, dedy sudah merestui hubungan kita," Arel begitu terkejut mendengarnya, sial kenapa dia baru mengetahuinya sekarang setelah dia sudah menyetujui perkataan tante mery. sekarang apa yang mau dia lakuakn.
"Benar kah," ucap Arel. Maura menganguk sambil terseyum bahagia.
"Itu bagus dong berarti hubungan kita bisa berjalan lancar tanpa sembunyi sembunyi lagi," ucap Arel.
Arel terdiam, dalam hatinya begitu menyesal telah menghiananti gadis sebaik dan secantik maura. tapi mau bagai mana lagi semua sudah terjadi. jadi mau menyesal seperti apa pun tidak ada gunanya lagi.
"Kita akan meresmikan hubungan kita selepas aku pulang dari belanda," ucapan arel membuat maura begitu terkejut. belanda, maura menatapnya penuh tanda tanya.
__ADS_1
"What, kamu mau pergi ke sana? ada urusan apa?" beberapa pertanyaan maura layangkan baru saja bertemu kini dia di kejutkan dengan kepergiannya.
"Ada pekerjaan di sana, rekan bisnis aku mengajak kerja sama, ini kesempatan yang sanggat bagus untuk perusahaan aku," dusta arel.
"Berapa lama?"
"Aku tidak bisa memastikan, aku usahakan secepatnya akan kemvali dan memberi tahukan semua orang bahwa kamu hanya milik aku." ucap arel, maura percaya begitu saja, rasa cinta yamg dia raskaan begitu besar sampai membutakan kedua matanya.
"Jadi kapan mau berangakat?"
"Jam sebelas nanti."
"Kenapa begitu cepat, bisa tidak kalau mau memberi tahu apa apa jangan mendadak aku tidak suka." ujar Maura dengan sinis.
__ADS_1
"Ini di luar dugaan ku, tidak mungkin bukan aku mengagalkannya lagi pula ini demi perusahaan ku," ucap arel sambil memeluk Maura kembali. Maura yang begitu mencintai arel percaya begitu saja dengan ucapan arel.
Mereka saling menatap tangan arel mengangkat dagu Maura lalu menciumnya dengan begitu lembut. ciuman penuh kelembutan Maura rasakan, apa mungkin dia akan merasakan ciuman dari pria itu lagi setelah mengetahui jika arel bermain dengan seorang wanita dewasa?