
"Suami nona Putri," panggil suster. Mendengar itu Marvel langsung mendekati suster.
"Selamat pak, anak anda seorang putri," ucap suster membuat Marvel langsung melihat bayi mungil tersebut.
Marvel begitu bahagian melihat bayi perempuan berada di pelukan nya.Hatinya bergetar melihat bayi mungil yang masih tertidur pulas. Cantik putrinya begitu cantik sama seperti mamanya.
Bi darni menghampiri Marvel yang saat itu sedang menggendong anaknya, bi darni tersenyum, tangan nya mengusap lembut pipi yang masih berwarna merah tersebut.
"Dia sangat cantik persis seperti putri, lihat hidungnya, sama sekali dengan putri," ucap bu darni sambil tersenyum bahagia.
"Ibu benar, Dia cantik seperti mamanya," Marvel menciumnya lembut, semoga saja putri cepat sadar dan melihat malaikat kecilnya yang begitu cantik.
"Siapa nama keponakan gue," ucap Bian menghampiri.
"Gue belum kasih nama," Marvel sama sekali belum terpikir akan dia kasih nama siapa putri kecilnya ini, akan ia pikirkan nanti setelah putri sadar, dia akan memberi nama bersama sama nanti.
Bian mendekat hendak mencium namun dengan cepat Marvel menghindarinya.
"Mau apa loe?" Tanya Marvel dengan sinis.
"Ck, gue mau cium keponakan gue," jawab Bian sambil terkekeh.
"Enak aja!" Protes Marvel.
__ADS_1
"Pak berikan putrinya ke saya, saya mau bawa keruangan bayi," ucap suster dengan ramah, kedua tangan nya hendak mengambil bayi tersebut. Sebelum itu Marvel menciumnya terlebih dahulu.
Waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam, namun belum ada tanda tanda putri akan sadar. Tiga orang masih menunggu di depan dengan keadaan cemas. Apa yang terjadi dengan putri, kenapa belum juga sadarkan diri.
"Lebih baik ibu pulang," ucap Marvel yang melihat ibu begitu pucat.
"Ibu engak mau pulang sebelum putri sadar," ucap bi darni perasaan nya begitu tidak enak.
"istirahat bi, jangan sampai bibi ikutan sakit," ucap Bian.
"Biarkan ibu di sini," ucap ibu dengan sendu.
Karena ibu ingin tetap di sana akhirnya Marvel dan bian menyerah. Bian yang tau bibi belum makana akhirnya bian keluar untuk membeli sesuatu.
Sementara Dewi yang baru mengetahui bila Putri masuk rumah sakit langsung menuju ke sana bersama Zoe, dia sangat kawatir dengan ke adaan sahabatnya apa lagi Zoe bilang putri belum sadarkan diri.
"Ibu," panggil Dewi setelah melihat ia semakin lari menghampirinya.
"Bagai mana, apa Putri udah sadar?" Tanya Dewi namun bi darni hanya menggeleng lemah.
Dewi melangkah mendekati Marvel yang saat ini sedang bersandar di dinding.
"Ada apa?" Tanya Dewi kepada Marvel, baru saja Marvel ingin menjawab sebuah pintu terbuka membuat semua mata melihat ke arahnya. Tian keluar dengan lemah, mereka semua menghampiri Tian dengan perasaan takut.
__ADS_1
Bagai mana?" Tanya Bian. Sebuah gelengkan kepala membuat lutut bi darni begitu lemas dengan cepat dewi membantunya.
"Maaf, maafin gue," ucap Tian dengan nada sedih.
"Apa maksud loe!" Mata Marvel begitu tajam menatap Tian.
"Maaf, gue engak bisa nyelametin istri loe," ucap Tian dengan sedih, perkatahan Tian bagaikan sebuah panah yang menebus di jantung Marvel.
Semua terdiam, namun detik berikutnya tangisan bi darni begitu terdengar nyaring, dewi memeluk bi darni sambil menagis, sedangkan Marvel terjatuh lemas.
"Putri sudah tiada," ucap Tian dengan nada bergetar.
Marvel hanya diam bersandar di dinding, kakinya begitu lemas. hancur, hatinya begitu hancur, suguh ia enggak pernah menyangka secepat ini di tinggalkan dengan orang yang ia cintai.
"Engak, putri engak mungkin ninggalin gue," ucap Marvel mendorong tubuh Tian.
Perlahan langkah kakinya semakin mendekat, jantungnya berdetak semakin kencang melihat wanita yang sangat di cintai terbaring kaku di sana.
Tangannya mengusap lembut pipi putri yang semakin terlihat pucat. seorang suster yang berada si sana begitu iba melihat Marvel.
"Bangun sayang, bangun, kamu belum melihat anak kita, dia begitu cantik seperti mu, kita akan membesarkan dia bersama," ucap Marvel dengan berderai air mata.
"Aku belum memberinya nama, kamu mau kasih dia nama siapa?" Tanya Marvel dengan isak tangis di bibirnya,"ayo bangun sayang, aku engak akan sanggup membesarkan anak kita sendiri, aku mohon bangunlah."tidak mendapat jawaban membuat Marvel mnguncang tubuh putri. Namun sayang tubuh wanita yang sangat ia cintai kini sudah tidak bernyawa lagi.
__ADS_1
Bian menghampiri nya begitu juga dengan Tian, mereka tau ini berat untuk Marvel. Mereka berdua berusaha menenangkan walau mereka tau itu semua sia sia.
Sedangkan Dewi membawa Bi darni keruangan karena wanita tua tersebut sudah jatuh pingsan.