
Siang itu seorang telah memperhatikan gerak gerik arel. Siapa lagi kalau bukan orang suruhan marvel. Hari ini marvel ingin mendapatkan informasinya dengan cara apapun.
Arel sama sekali tidak juriga jika ada yang mengikutinya karena jarak antara mobilnyaa dan orang itu lumayan jauh.
Mobil di bawa dengan kecepatan sedang karena hari ini dia ingin menemui tante mery dia ingin memberi tahu jika uang yang dia berikan untuk pengobatan ibunya sudah menipis. Sungguh dia seperti pecundng yang tidak bisa melakukan apapun bekerja saja tidak.
Mobil sudah masuk ke halaman, dia ke luar dengan santai, orang yang sedari tadi mengikutinya ikut turun, orang itu sudah seperti maling yang mengendap ngensap masuk ke halaman secara perlahan.
Dia berdiri di depan jendela memperhatikan gerak gerik arel yang saat itu sudah duduk. Tidak ada yang mencurigakan sama sekali hanya ada seorang wanita paruh baya sedang menonton televisi di sebelahnya. Foto sudah di ambil dia melangkah pergi semua informasi sudah dia dapatkan mengikuti pria itu sungguh hal yang mudah. Orang itu masuk ke dalam mobilhya sebuah benda kecil dia keluarkan dari saku celananya dia ingin menghubungi Marvel.
__ADS_1
"Hallo tuan. "
"Bagai mana?" tahya Marvel yang penasaran.
"Semuanya sudah beres tuan."
"Bagus, datang ke rumah ku sekarang," ucap Marvel, setelah menyetujui ucapannya telpon pun di akhiri dia pergi meningalkan arel dan mery berduaan di sana tanpa tahu apa yang akan mereka lakukan berdua.
Arel mengusap belakang mery karena merka sedang berhadapan, bibir mereka sudah menyatu ciuman yang awalnya biasa saja kini sudah penuh napsu lidah mereka sudah saling membelit suara kecapan lidah pun terdengar, arel melepaskan bra yang menempel di tubuh mery walau pun sudah berumur tante mery masih terlihat kencang.
__ADS_1
Arel menyusuri setiap inci tubuh mery dengan bibirnya hingga meningakan banyak bekas di sana, tante mery mengerang saat bibir arel mengulum benda sintal di hadapannya tanganya tidak tingal diam terus saja memainkan benda yang satunya lagi.
Tante mery mendesah saat tangan arel masuk kedalam roknya, usapan lembut arek berikan hingga sampai di titik yang paling lemah tante mery semakin mendesah nikmat kalau tangga arel membelai goanya, arel di kuasa nafsu yang memuncah saat ini entah kenapa membuat tante mery semakin bersemangat.
"Lakukan sayang," ucap tante mery sambil mencium leher arel.
Arek tidak kuasa dia tidak bisa menahan diri lagi hingga membawa tante mery masuk ke dalam kamar, sejujurnya tamte mery ingin sekali melakukannya di ruang tamu namun arel menolaknya.
Mereka berciuman kembali saat sudah berada di dalam kamar, semua baju sudah mereka lepaskan, arel memejamkan mata, yang terjadi tidak akan pernah bisa mengubah apa pun jadi nikmati dan jalani saja.
__ADS_1
Tangan arel tidak tinggal diam melihat dua benda yang begitu menantang di depan matanya, remasan demi remasan arel berikan dengan kasar, arel mengecupnya hingga meninggalkan bekas yang begitu merah. tidak tahan dengan situasi seperti ini tante mery bangun, kini dia yang akan mengambil kendali, biarkan pria muda itu menikmati setiap permainan yang dia berikan.