
Sinar matahari pagi telah membangunkan Putri dari tidurnya, Setelah kemarin seharian berada di kediaman Marvel kini Putri memutuskan untuk tidak datang ke sana, ia ingin istirahat seharian penuh berada di kamar ke sayangnya.
Mau Marvel marah atau tidak itu urusan nanti yang terpenting sekarang ia bisa istirahat dengan bebas.
Bi Darni yang saat itu sudah baik baik saja sedang membuat sarapan pagi, ia ingin menanyakan kenapa keponakannya itu tidak pulang ke marin. namun niatnya ia urungkan dia tidak mau ikut campur urusan keponakannya terlalu jauh.
"Put apa kamu belum bangun?" teriak Bi Darni yang belum melihat Putri sedari tadi padahal sekarang waktu sudah menunjukan pukul delapan apa putri enggak masuk kerja?
Mau tidak mau perempuan paruh baya tersebut membangunkan Putri.
Pintu kamar sudah di buka dengan langkah pasti bi darni membangunkan Putri yang tidur kembali.
"Put bangun."
"Jam berapa." ucapnya sendu.
"udah jam delapan apa kamu engak masuk kerja?"
"Malas akh Bi." Putri merentangkan kedua tangannya menghilangkan rasa pegal di sekujur tubuhnya.
Bi Darni hanya tersenyum lalu berjalan membuka jendela kamar Putri, agar cahaya matahari masuk lebih banyak lagi melalui jendela.
"Aku mau menemui Dewi, jadi hari ini aku engak datang ke rumah Marvel dulu Bi," ucap Putri seraya bangun dari ranjangnya.
"Terserah kamu aja, sudah mandi sana Bibi udah buat sarapan," ujarnya berlalu pergi meninggalkan kamar.
__ADS_1
Hari ini memutuskan untuk berdiam diri di kamar ia batalkan, ia ingin ke cafe menemui sahabatnya setelah itu pergi ke makam ke dua orang tuanya. entah kenapa sejak semalam ia merindukan kedua orang tuannya.
Sejak bekerja menjadi seorang pembantu entah kenapa mimpi buruk itu tidak pernah datang lagi, apa mungkin karna terlalu lelah hingga ia selalu tidur terlelap jika begitu, itu hal yang sangat bagus bukan.
Celana jeans dan kaos sudah menempel di tubuh ramping miliknya. rambut di kuncir kuda. make up natural sudah menempel di wajah imut miliknya. menambahkan sedikit lipstik di bibir mungilnya membuat Putri semakin terlihat manis.
"Sarapan dulu," Suruh Bibi yang sedang membawa satu ember air untuk menyiram tanaman miliknya.
"Iya," Jawabnya menarik salah satu bangku hingga menimbulkan bunyi gesekan.
Sarapan sudah habis kini waktunya pergi menemui sahabatnya jam kerja Dewi pukul satu siang sekarang baru jam sepuluh lebih baik ia pergi ke makam terlebih dahulu.
Ojek online yang ia pesan sudah tiba
Tidak mau membuang waktu Putri segera naik.
"Bapak tunggu ya, aku hanya sebentar," ucap Putri menyerahkan helm kepada pria tua itu.
Bapak itu mengangguk sambil mengambil helmnya.
Langkah kaki Putri perlahan berjalan mendekati gundukan tanah yang sudah di tutupi rerumputan yang sudah mulai tinggi.
"Assalamualaikum Ibu, Maaf Putri baru mengunjungi ibu, akhir akhir ini Putri sangat sibuk jadi ibu mau maafkan Putri bukan," ucapnya sambil mengusap nisan yang mulai memudar. "Ibu dan Ayah bahagia berada di surga kan?" tanpa dia inginkan air matanya lolos begitu saja.
Manik mata hitam itu beralih melihat gundukan tanah yang berada di sebelah makam ibunya.
__ADS_1
"Ayah apa kabar? Ayah baik baik saja kan di sana, Putri baik baik saja di sini bersama Bi Darni jadi Ayah tidak perlu kawatir," tangan lentik nya menaburi bungga yang tadi sempat dia beli di pinggir jalan.
Perempuan cantik itu berdiri sambil menghapus air matanya yang masih saja mengalir, tanpa dia sadari ada sosok pria yang memperhatikan nya dari jauh.
"Pembantu cantik," lirih laki laki itu yang tidak sengaja melihat Putri. ia ingin menghampirinya namun niatnya ia urungkan setelah melihat Putri menangis. Laki laki itu memutuskan untuk pergi setelah melihat Putri akan beranjak dari sana.
Setelah mendoakan kedua orang tuanya Putri bergegas pergi ke Cafe. jalan raya hari ini tidak begitu padat hingga membuat Putri sampai lebih cepat.
"Hai ... Hai," tegurnya kepada para rekannya dulu.
"Dari mana aja loe baru nongol? " ucap salah satu temannya.
"Biasalah gue kan orang sibuk," Jawabnya sambil terkekeh.
"Ck, jangan terlalu lama liburnya, gue males selalu menemani pengemar loe," gerutu Ayu salah satu rekannya.
"pengemar," Putri mengerutkan alisnya.
"Tobi." celetuk Rudi.
"Sialan loe," gerutu Putri.
"Dewi belum datang?" tanya Putri yang belum melihat Dewi.
"Palingan sebentar lagi."
__ADS_1
"Gue ke ruangan Mba Gina dulu," Putri ingin menemui atasannya itu terlebih dahulu sebelum bertemu dewi