
Ke gaduhan begitu terdengar di kediaman Arel, karena saat itu penyakin yang di alami ibu arel lagi kambuh. Semua barang yang ada di dalam sana sudah pecah berantakan akibat di lemparnya. Arel terus saja berusaha untuk menenagkan namun ibunya terus saja melempar barang yang ada dekatnya. kepalanya begitu terasa sakit sampai dia tidak bisa menahannya.
Adik Arel terus saja memeluk ibunya jangan sampai ibunya melukai dirinya sendiri. Saat sudah lebih tenang Arel segera menghubungi maura dia ingin bertemu maura dan mengatkan sebenarnya apa pun yang terjadi dia akan mengatakan yang sejujurnya. Dia tidak bisa menunda lagi rasanya begitu tidak sanggup melihat orang yang sangat dia sayangi merasakan sakit yang luar biasa.
Saat ponsel maura berdering dia tidak mengakatnya karena saat itu maura sedang berenang, sudah lama tidak melakukannya lagi pula hari ini tidak melakukan apa pun. Arel begitu marah telponya belum juga di angkat, apa dia harus mencari cara lain. Apa pun itu yang terpenting ibunya bisa sembuh.
Konci mobil di ambil dia berlari menghampiri mobilnya. Tidak ada cara lain dia harus menemui wanita yang ke marin bertemu dengannya itu jalan satu satunya. Mobil berhenti tepat di depan rumah yang lumayan besar. Dia keluar rasa ragu di dalam hatinya mulai tumbuh. Arel ragu ragu untuk melangkah namun mengigat apa yang terjadi dengam ibunya tadi membuat dia menguatkan hatinya. Persetan degan maura.
__ADS_1
Saat arel ingin mengetuk pintu, pintu itu lebih dulu terbuka terlihat wanita setengah tua sedang berdiri di depannya, walau pun sudah dewasa namun wanita itu masih terlihat cantik.
"Aku yakin kamu pasti datang menemui ku?" ucap Mery.
"Ya seperti yang tante lihat," ucap arel dengan datar.
"Aku sudah menunggu ke datangan mu, ayo masuk kita nikmati hari ini," ucap wanita itu sambil mengodanya.
__ADS_1
Karena sudah cukup lama maura menyudahi acara berenangnya dia menyambar handuk sambil mengeringkan rambutnya, maura berjalan menuju di mana ponselnya di letakan. Maura terseyum saat melihat nama arel menghubunginya beberpa kali, dia akan menelponya nanti saat sudah membersihkan diri.
"Sayang, nene sudah membuatkan makanan yang kamu suka cepat mandi nanti makanya keburu dingin," ucap bi darni.
"Siap ne," maura berlari masuk ke kamarnya. Tidak berlama lama berada di kamar mandi kini maura sudah rapih dengan pakaian santainya sebelum turun ke bawah dan menikmati makananya maura menyambar ponselnya karena dia ingin menghubungi arel.
Saat maura menelponya arel hanya melihatnya sekilas, karena saat itu arel sedang menikmati permainan nakal tante mery kala itu. Sudah terlambat maura. semuanya sudah terlambat tadi di saat aku butuh kamu ke mana, sekarng aku sudah memutuskan mendatangi tante mery kamu baru menghubungi aku.
__ADS_1
Maura sungguh heran kemana arel, telponnya blm juga di angkat apa dia marah? biarkan saja lebih baik dia menikmati makanan yang nene buat dari pada memikirkan hal yang belum pasti. nanti dia akan menghubungi arel lagi jika belum di angkat juga dia akan datang menemuinya.
Tante mery tersenyum dengan puas, rasanya sudah lama sekali tidak merasakan kenikmatan setelah suaminya memutuskan untuk bekerja di luar kota dia begitu kesepian