
hari ini Maura memutuskan untuk bertemu arel di cafe dia akan memberi tahu bahwa ayahnya sudah menggijinkan mereka berhubungan, jika arel serius dengannya dia akan menggajak arel untuk bertunangan. meresmikan hubungan mereka tidak ada salahnya bukan.
Waktu sudah menujukan pukul satu dini hari jam makan siamg pun akan segera berakhir namun dia tidak memikirkan masalah itu yang dia pikirkan sekarang di mana arel sekarang? Maura sudah menghubugi arel sedari tadi namun ponselnya belum juga aktif.
Selama berada di sana entah kenapa seperti ada seseorang yang telah memperhatikannya namun siapa, dia juga tidak tau.
Saat Maura sedang menunggu, Arel berada di lain tempat apa yanh sedang pria itu lakukan? arel terlihat sedang berbicara dengan seorang wanita begitu serius.
Maura yang begitu kesal memutuskan untuk pergi, mungkin arel ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal dia berpikir positif saja. lagi pula perasaanya mulai tidak enak lebih baik dia pergi.
Perasaannya semkain tidak enak saat melihat pria di belakang seperti sedang mengikutinya langkah maura semankin cepat dia begitu takut, maura melihat ke belakang lagi namun pria itu sudah tidak terlihat lagi. Jarak antara cafe ke kantornyan tidak jauh hanya benerapa meter saja sebab itu maura tidak mengunakan mobilnya dia berjalan kaki menuju ke sana.
Maura berlari saat sudah berada di depan kantornya, entah kenapa tiba tiba dia begitu takut. apa hanya perasaanya saja.
__ADS_1
"Ada apa nona?" tanya salah satu satpam di sana.
"Tidak ada apa apa?" jawab maura melangkah masuk.
Jam sudah menujukan pukul tiga sore namun arel belum juga menghubunginya kawatir maura rasakan. jangan sampai terjadi sesuatu dengan arel sungguh dia tidak sangup jika arel kenapa napa rasa cinta dan sayang pada arel membuat maura bisa melakukan apa pun untuknya.
Maura melihat ponselnya dia ingin menghubungi arel kembali, setelah menunggu cukup lama panggilannya tidak di angkat juga membuat dia semakin kawatir, suara pintu di buka membuat maura menatap ke arahnya dia langsung bangun dan tersenyum saat marvel masukbke dalam.
"Aku hanya mengecek proposal yang ada di kota ded,"jawab maura dengan cepat. jangan sampai ayahnya tau jika dia sedang menghuatirkan arel Marvel menatapnya dengan lekat.
"Dedy ingin memperkenalkan kamu sama sahabat dedy," ucap marvel tanpa maksud apa apa.
"Kapan?"
__ADS_1
"Nanti malam dedy mengundang dia makan malam di rumah jadi jangan pulang terlalu larut, jangam buat tamu kita menunggu," ucap marvel bangun dari duduknya.
"Siap," jawab maura sambil tersenyum.
Marvel sangat penasaran apa yang sedang putrinya alami tapi dia tidak berani bertanya bukan karena dia takut tapi jika maura masih bisa mengatasi masalahnya sendiri dia tidak akan ikut campur, walau pun maura menutupinya dia pasti akan tahu.
Saat Marvel keluar ponsel maura bergetar dengan cepat dia mengangkatnya matanya melihat ke arah keluar dia takut ayahnya masih berada di sana.
"Apa kamu begitu sibuk, sampai tidak ada waktu buat menghubungi aku!"ucap maura dengan nada kesal.
"Maaf, pekerjaan aku begitu banyak sampai sampai tidak ada waktu untuk memegang ponsel, sebagai tanda maaf aku nanti malam aku ingin mengajak kamu makan malam." ucap arel.
"Sory aku tidak bisa!" maura langsung mematikan ponselnya. dia begitu kesal bisa bisanya arel berkata seperti itu, dia juga begitu sibuk tapi masih bisa membagi waktu untuknya.
__ADS_1