
Hari mulai gelap setelah para sahabatnya pulang Marvel memutuskan untuk pergi mengajak istrinya kekamar.
"Ayo!" ajaknya menarik lengan wanita itu.
"Kakak duluan aja, Aku mau menemui Ibu sebentar," tuturnya.
"Ibu!" pekik Marvel mengkerutkan keningnya nyaris membuat alisnya menyatu sempurna.
"Bi Darni Kak," ujarnya tersenyum," aku mau panggilnya dengan sebutan Ibu, Apa Kakak keberatan?"
"Tidak, aku sama sekali tida keberatan," jawabnya tersenyum," yaudah aku duluan kekamar," ucapnya mengelus pucuk kepala istrinya.
Putri hanya tersenyum melihat kepergian suaminya, kini Ia hendak menuju dimana Bi Darni berada.
Akhirnya aku sampai juga di indonesia, aku nginap di hotel aja dulu besok baru kerumah Marvel, aku sudah sangat merindukannya.
Sesampainya di Bandara wanita cantik itu perlahan-lahan berjalan menuju mobil yang sudah ia pesan melalui ponselnya.
setibanya dihotel perempuan itu masuk kekamar yang sudah ia pesan, dirinya langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur setelah meletakan koper miliknya,
Dari Belanda ke Indonesia membutuhkan waktu yang cukup lama, sebab itu ia merasa sangat lelah.
marvel tunggu aku, besok aku akan membuat kejutan untukmu, kamu pasti kaget aku sudah berada di indonesia.
__ADS_1
****
Marvel yang sudah berada di dalam kamar hanya pokus menatap layar laptopnya sampai-sampai tidak menyadari kedatangan Putri.
"Kak!" panggil Putri menghampiri suaminya, mendengar suara sang istri sontak membuat laki-laki itu meletakan laptopnya di sisi ranjang.
"Ada apa?" tanyanya menarik lengan Putri pelan agar sang istri duduk di pangkuannya.
putri yang diperlakukan seperti itu wajahnya sudah merah merona karna menahan malu.
"Kak, Aku mau tanya?" Putri mendongkakan kepala sampai dua manik mata itu bertemu," apa Kakak sudah mencintai aku?" ucapnya menatap intens wajah laki-laki itu.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? asal kamu tau, semenjak kita melakukannya sebagai sepasang suami istri, mulai saat itu lah aku mencintaimu," ucapnya tersenyum
"Makasih, Kak," Putri memeluk erat tubuh suaminya dibalas kecupan lembut olehnya.
Seperkian detik kemudian mereka melepaskan pelukannya, Marvel menatap manik mata Putri beralih menatap bibir munggil sang istri kemudian menggecupnya singkat, lalu laki-laki itu mengusap bibir Putri dengan sangat lembut.
"Tidur lah ini sudah sangat larut, aku menyelesaikan pekerjaanku terlebih dahulu," ujarnya. Putri turun dari pangkuannya beralih duduk di sisi ranjang.
"Baik lah, jangan terlalu lelah," ucapnya naik kesisi ranjang.
***
__ADS_1
Matahari pagi begitu menyilaukan, tapi tidak membuat sepasang suami istri itu terbangun dari mimpinya, Putri dan Marvel masih begitu terlelap walau waktu sudah menunjukan jam delapan pagi,
Bi Darni yang sedang membuat sarapan di kagetkan dengan bunyi suara bel, dengan tergesa-gesa Bi Darni membuka pintu.
Siapa si masih pagi udah dateng aja. gerutunya.
Krekkk
Setelah pintu dibuka Bi Darni hanya diam mematung melihat wanita yang berdiri di hadapannya dengan tersenyum manis kearahnya.
"Bi Darni," sapa wanita itu memeluk Bi Darni yang masih diam seribu bahasa.
"No ... nona," ucap Bi Darni terbata- bata.
Wanita itu melepaskan pelukanya beralih memegang tangan Bi Darni.
"Marvel ada Bi?"
"Ada, no ... nona, belum bangun," ucapnya menutup pintu kembali.
"Laki-laki itu sama sekali tidak berubah sedari dulu, masih saja susah bangun," gumam wanita itu," Bi aku membuat sarapan untuk Marvel tolong di letakan di atas Piring," suruhnya.
"Baik nona," ujarnya mengambil bingkisan itu.
__ADS_1