Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan
hukuman


__ADS_3

"Astaga kenapa gue bisa ke tiduran," ucap Putri yang kaget mendengat bunyi klakson. setelah selesai makan Putri ingin segera pulang namun ekor matanya menatap satu kaset yang menampakan film drakor. menonton film sebentar tidak apa pikirnya. namun rasa ngantuk yang menyelimuti ekor matanya tidak bisa dia tahan lagi.


Satu mobil mewah yang berwana hitam telah memasuki halaman. dengan kesadaran yang belum sepenuhnya Putri berjalan untuk membuka pintu.


"Ada apa?" tanya Putri sambil mengucek mata.


"Tuan mu ini dalam pengaruh alkohol," ucap Bian membawa Marvel menuju sofa.


"Ck, menyusahkan saja," gumam Putri. Zoe meliriknya sekilas karna dia mendengar ucapan Putri. Dengan cepat Putri mengambil segelas air hangat lalu dia berikan ke pada Bian.dia begitu menyesal tidak langsung pulang hingga harus mengurus orang mabuk.


"Tuan, berikan ini," ucap Putri kepada Bian. Dengan cepat Bian menerima gelas tersebut.


Setelah memberi minum, Bian dan Zoe memutuskan untuk pulang, ada Putri yang akan mengurus Marvel pikirnya.


Dua laki laki tampan tersebut melangkah keluar.


"Eh kalian mau ke mana?" tanya putri yang melihat.


"pulang." jawab mereka bersamaan.


"lantas siapa yang jaga dia," Putri melirik ke arah Marvel.


"Tentu saja kamu, masa kami," celetuk Zoe.


"Enak saja, aku juga mau pulang," seloroh PUtri hendak melangkah.

__ADS_1


"Nona mau gaji anda di potong," ucap Zoe menakuti.


"Lebih baik nona tetap berada disini."


"Tapi Tuan!"


"turuti saja," ucap Bian.


Putri memanyunkan bibirnya hingga membuat Bian begitu gemas melihatnya.


"Wanita merengsek," teriak Marvel membuat tiga manusia yang berada di depan begitu kaget.


"Kami pulang," ucap Bian melangkah pergi sedangkan Putri berlari menghampiri Marvel.


Putri yag melihat Marvel sudah tidak berdaya memutuskan untuk membawanya masuk ke kamar. dengan terpaksa Putri merengkuh Marvel agar dia bisa membawanya.


kasur empuk menjadi tujuan Putri saat ini agar cepat membaringkan pria tersebut tubuh yang begitu sempurna terasa berat saat ini. Bau alkohol begitu jelas hingga membuat Putri membuka baju Marvel yang terkena muntahan olehnya.


Putri menelan saliva ketika melihat dada bidang Marvel yang tidak memakai apapun.


Putri hendak melangkah ingin mengambilkan satu baju, namun tangannya di tarik oleh Marvel hinga membuat dia jatuh di atas tubuhnya. tangan Marvel memeluk pinggang Putri hingga dia tidak bisa melepaskan pelukannya.


"Tuan, apa yang anda lakukan?" Putri tetap berusaha agar terlepas dari tubuh Marvel.


"Aku akan memberikan mu hukuman." racau Marvel.

__ADS_1


"Hukuman apa, aku kan engak salah apa apa." jawab putri dengan polos.


"Apa salah ku Jen? aku begitu mencintai mu, tapi apa yang kau lakukan di belakang ku," geramnya. Marvel semakin mempererat pelukannya membuat Putri tidak bisa lepas.


Dengan ke sandaran yang belum sepenuhnya Marvel membalikan tubuhnya hingga membuat Putri berada di bawah kungkungannya. jantung putri berdetak begitu kencang saat Marvel mendekatkan wajahnya.


"Anda mau apa." Putri begitu panik melihat Marvel membuka celananya.


"Tuan jangan kurang ajar." teriak putri.


Marvel yang masih dalam pengaruh alkohol tidak menyadari bila wanita yang berada di bawahnya adalah Putri. yang ada di pikirannya adalah Jeny.


Dengan gerakan cepat Marvel menarik kasar baju yang Putri kenakan hingga sobek, putri begitu kaget replek menpar Marvel namun tidak membuat Marvel bergeming sedikit pun.


Tanpa aba aba Marvel langsung mencium bibir mungil Putri dengan sangat kasar, dengan kekuatan yang dia punya langsung mendorong tubuh kekar Marvel namun usahanya sia sia.


Ciuman itu beralih menyusuri leher jenjang miliknya. Putri yang sama sekali belum pernah merasakan apa itu bercinta kini tubuhnya bagai tersengat aliran listrik. ada apa dengan tubuhnya?


Putri hanya bisa diam dengan air mata yang terus saja menetes sedangkan Marvel masih asik dengan aksinya menciumi setiap sudut tubuh Putri.


Putri yang awalnya diam kini mulai merasakan gelisah saat Marvel bermain di bagian sensitifnya.


Marvel yang sudah di kuasai oleh napsu langsung menyatukan miliknya. dengan perlahan lahan Marvel melakukannya.


"Akhhh sakit!" teriak Putri memcakar punggung Marvel . namun Marvel sama sekali tidak mempedulikannya yang ada di pikirannya saat ini dia sedang menghukum Jeny.Rasa amarah membuat Marvel tidak sadar akan perbuatannya.

__ADS_1


__ADS_2