
Suasana di dalam rumah begitu mencekam itu karena Arel datang menemui marvel. Arel duduk berhadapan dengan Marvel, Maura pun ikut duduk di seblah Arel dengan wajah yang menunduk, dia sangat takut ayahnya marah dan menyuruh Arel pergi. Sorot mata Marvel begitu tajam menatap pria yang duduk berama putrinya.
"Ded," pangil Maura. dengan keberanian Maura menatap ayahnya. marvel menatap Maura dalam diam. dia ingin tahu apa yang mau putrinya katakan.
"Kenalkan dia Arel ..." dengan cepat Maura menundukan kepalanya.
"Lalu," jawab Marvel dengan cepat.
"Ded ...." manik mata Maura mulai berkaca kaca dia tau pasti ayahnya tidak akan mengijinkannya berteman dengan seorang pria mana pun.
"Paman aku serius dengan Maura, aku ingin menjalin hubungan dengannya," ucap Arel dengan lantang, Marvel membenarkan duduknya dia menatap Arel dengan tajam berani sekali dia bicara sepertil itu dengannya.
Marvel langsung berdiri di ikuti Maura yang ikut beranjak dia takut ayahnya berbuat sesuatu pada Arel.
"Ded," ucap Maura sambil memegang legan Marvel, laki laki itu menoleh melihat anak gadisnya sudah berkaca kaca Marvel menghela napas dengan berat.
__ADS_1
"Siapa nama mu? berani sekali kau mau mengambil Maura dari ku!" bentak Marvel. Arel memgerutkan alisnya heran, apa dia tidal salah dengar.
"Ded, Arel tidak mengambil aku, aku tetap menjadi anak dedy anak kesayangan dedy," ucap maura lirih.
Sekarang Maura paham kenapa ayahnya melarang dia untuk berpacaran karena itu alasanya, marvel tidak mau di tingalkan maura setekah putri meningalkanya dia tidak mau Maura pergi menigalkanya juga.
"Maura masuk kamar!" bentak marvel, Maura diam saja namun melihat arel mengangukan kepalanya dia langsung pergi belari ke kamarnya bi darni yang sedari tadi mendegarkan dari jauh segera menyusul maura ke kamarnya.
"Sejak kapan kalian menjalin hubungan?" tanya marvel dengan serius.
"Aku mencincintai Maura, aku berniat ingin menikahinya,"ucap arel dengan lantang.
"Pergi dan jangan pernah kembali lagi!" ucap marvel namun arel diam saja, dia tahu pasti sulit untuk mendapatakan restu dari marvel walau pum dia baru pertama kali bertemu dia sudah bisa menebak marvel takut maura meningalkanya.
"Jangan memaksakan kehendak anda sendiri paman," ucap arel berlalu pergi. dia tidak akan pernah meyerah sampai bisa memiliki maura.
__ADS_1
Marvel duduk kembali dia menghe napaas, dia hanya tidak mau Maura pergi meningalkannya apa itu salah? kehilangan rasanya begitu sakit dia tidak mau hal itu terjadi lagi.
"Aku benci sama dedy!"teriak maura marah dia membuang bantal ke sembarag arah, bi darni masuk begitu saja menghampiri maura yang sedang menagis.
"Jangam bicara seperti itu," ucap bi darni membelai rambut maura gadis itu langsung memeluknya.
"Aku benci sama dedy ne, kenapa dedy selalu seperti itu, Dedy jahat sama maura ne" ucap Maura sambil terisak.
"Dengar nene baik baik, Dedy hanya takut kamu pergi menimgalkanya sebab itu dedy tidak mau kamu menjalin hubungan lalu menikah dan pergi bersama suami kamu, itu yang dedy kamu takutkan, jadi kamu harus kasih dedy kamu pemgertian kamu harus bicara secara baik baik dengan dedy," ucap bi darni sambil mengahpus air mata yang mengalir di pipi maura.
"Mana mungkin Maura menibgalkan dedy Maura begitu menyayagi nya." ucap Maura
"Bicara lah dengannya," ucap bi darni mengelus rambut Maura lalu beranjak pergi.
Apa yang di katakan nene itu benar? jika itu benar dia akan bicarakan hal ini dengan ayahnya dari hati ke hati, memang kehilangan itu rasanya sakit dan tidak ada obatnya.
__ADS_1