Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan
majikan yang galak


__ADS_3

setelah dirasa pekerjaanya sudah selesai, Putri hendak menemui majikannya itu yang sedang mengobrol santai dengan sahabatnya di taman belakang di sisi kolam renang. Dengan langkah pasti gadis cantik itu mendekatinya.


"Maaf Tuan, saya mau izin pulang," ucap Putri dengan lantang membuat Marvel menatapnya dengan tajam.


Putri hendak melangkah namun segera ditahan Marvel


"Siapa yang mengijinkan mu pulang?"


Ucapan Marvel membuat Putri menautkan alisnya. bukannya setelah pekerjaannya selesai ia boleh pulang seperti yang dilakukan pelayan tadi.


"Tapi ...." ucapan Putri terhenti dengan suara seseorang..


"Hai Bro sory gue main masuk aja." ucap Bian mendekatinya manik mata pria tampan itu menatap gadis yang sedang mengerucutkan bibirnya.


"Gila lo, punya mainan baru gak bilang bilang," celetuk Bian menatap tajam ke arah Marvel lalu duduk dekat dengannya.


Putri yang mendengar langsung pergi begitu saja meninggalkan tiga pria tampan tersebut.


"Dia pikir gue perempuan murahan," gerutu Putri yang tau maksud Bian.


Sambil menggerutu ia menyiapkan teh hangat buat pria yang baru saja datang. Ia sadar saat ini dirinya menjadi seorang pembantu sebab itu ia akan memberikan air minum untuk orang yang baru saja datang.


"Permisi Tuan, ini saya buatkan teh," ujar Putri menyerahkan satu cangkir teh ke pada Bian, dengan cepat pria itu menerimanya.


"Hanya dia saja yang kau buatkan," tegur Marvel sinis.

__ADS_1


"Tuan juga mau?" tanya Putri dengan wajah polosnya.Marvel hanya diam namun Joe yang menganggukan kepalanya.


"Buatkan saja, aku juga mau," ucap Joe sambil nyengir kuda.


"Ok lah, aku akan buatkan lagi. Setelah itu aku boleh pulang?, "ujar Putri melangkah pergi.


Setelah mengantarkan dua cangkir teh lagi Putri hendak melangkahkan kakinya untuk keluar dan meninggalkan kediaman Marvel seketika itu ada yang memanggilnya.


"Hai, besok datang lebih pagi," teriak Marvel.Putri tidak menjawabnya ia berjalan begitu saja.


"Perempuan aneh," cibir Marvel.


"Coba jelaskan siapa wanita cantik itu?" tanya Bian dengan wajah penasarannya setelah Putri pergi.


"What, pembantu!'' Marvel mengangguk tanda menjawabnya.


"Sayang kalau hanya dijadikan pembantu, mending di jadikan kekasih aja. Kalau lo gak mau, buat gue aja," cerocos Bian.


Marvel hanya diam tidak menanggapi ucapan Bian si cowok Playboy itu. Laki laki tampan itu berdiri bangun dari duduknya ia melangkahkan kakinya menuju kamar.


"Gue mau istirahat, kalau lo mau pulang pulang aja."


"Eh kampret, ucapan Lo tuh salah seharusnya bukan begitu." protes Bian.


"Iya," seloroh Joe menimpali.

__ADS_1


"Bodo amat." Marvel hendak melangkahkan kakinya kembali.


Putri yang baru saja sampai di kediamannya dengan segera ke kamar bi Darni dengan langkah cepat ia menuju ke sana.


Hati nya tiba tiba merasa tidak enak. Putri takut terjadi sesuatu kepada orang yang ia sayangi satu satunya.


"Bi," panggil Putri yang tidak melihat bi Darni di kamarnya. Putri tampak begitu kawatir setelah melihat bi Darni tidak ada di kamarnya.


"Aku di kamar mandi," jawab bi Darni dari dalam. Putri mengelus dadanya merasa tenang untungnya bi Darni ternyata baik baik saja.


Putri duduk di sisi ranjang menunggu bi Darni keluar. Perlahan pintu terbuka sosok wanita paruh baya yang masih terlihat pucat itu keluar dari kamar mandi.


"Kamu sudah pulang?" tanyanya mendekat.


"Baru saja, bagaimana keadaan Bibi?" tanya Putri memastikan.


"Seperti yang kau lihat."


"Ternyata majikan Bibi begitu menyebalkan," adu Putri setelah bi Darni sudah mendaratkan pantatnya di ranjang.


Bi Darni mengulas senyum. " Tuan Marvel memang seperti itu, tapi dia orang yang sangat baik."


"Baik dari mana, galak kaya gitu." celetuk Putri.


Putri merebahkan tubunya di samping bi Darni. padahal baru sehari tapi tubuhnya sudah terasa begitu lelah pantas saja bi Darni sampai sakit seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2