
Pagi yang indah membuat siapa saja menyukainya sama hal nya dengan putri. Wanita hamil tersebut sedang menghirup udara segar di taman dekat rumahnya.
Dengan santai ia berjalan tanpa tau ada yang memperhatikannya sedari tadi.
"Lelah juga,padahal hanya jalan santai," gumamnya.
Putri memutuskan untuk beristirahat sejenak, meluruskan kedua kakinya yang sudah mulai membengkak.
Marvel yang sudah berada di kantor perasaannya mulai tidak enak. Ia menyambar ponselnya yang berada di atas meja lalu menghubungi putri.
"Hallo, sayang, kamu lagi di mana?"
"Aku lagi di taman, selepas kamu pergi aku juga pergi," jawab Putri sambil terkekeh.
"Pulang lah, perasaanku tidak enak."
"Baiklah. aku akan pulang kamu tidak perlu kawatir."
Putri memutuskan mengakhiri sambungan teleponnya. Lalu ia bangun berdiri melanjutkan acara jalannya sambil mendengarkan musik yang berada di telinganya.
Putri menengok ke sana ke mari Perasaannya mulai tidak enak Seperti
ada yang memperhatikannya.
Ia berjalan semakin cepat tanpa ia sadar ada sebuah mobil melaju ke arahnya dengan sangat kencang.
"Awas," suara seorang pria berlari ke arahnya dan menarik kasar tangannya hingga putri terjatuh.
__ADS_1
Tobi yang kebetulan melintasi jalan tersebut melihat Putri pandangannya beralih kepada mobil yang berlaju ke arahnya dengan kencang.
"Akhhhh, sakit," ucap Putri perutnya begitu terasa sakit.
"Kamu tidak apa apa?"
"Perut aku!" Putri meringis kesakitan. sedangkan mobil yang ingin menabrak putri sudah berlaju begitu kencang.
"Astaga, ayo kita ke rumah sakit." Tobi yang melihat darah yang mengalir di kaki jenjang Putri mulai ikut panik.
Dengan cepat Tobi mengangkat Putri dan membawa menuju mobilnya.
"Akhhhh, perut aku." ringgisnya.
Sementara Marvel sudah semakin khawatir sedari tadi ia menghubungi istrinya namun tidak ada jawaban, kecemasan tampak jelas tergambar di wajah pria tersebut.
Setibanya di rumah sakit dengan cepat Tobi membawa Putri.
Putri di bawa ke sebuah ruangan, sedangkan Tobi menunggunya di depan dengan perasaan cemas.
Ponsel yang berada di dalam tas Putri terus saja berdering membuat Tobi mau tidak mau membukanya.
Tobi mengerutkan dahinya setelah melihat nama suamiku yang menghubungi putri. Dengan cepat ia mengangkat pangilan tersebut.
"Sayang kenapa lama sekali angkatnya," cerocos Marvel dari sebrang sana.
Tobi masih diam saja dengan wajah yang bingung
__ADS_1
"Maaf pak saya bukan Putri," jawaban Tobi sontak membuat Marvel terkejut.
Ia kembali melihat layar ponselnya. Benar ini nomor ponsel istrinya lantas di mana dia.
"Lantas di mana istriku, dan kau siapa?"
"Putri berada di rumah sakit."
"Apa," bentak Marvel marah. " ada apa dengan Putri?"
"Bpk datang saja ke rumah sakit yang berada deket taman, nanti saya jelaskan." tanpa menjawab Marvel memutuskan pangilannya. ia berjalan dengan cepat menuju rumah sakit.
Setiba nya di sana Marvel menghampiri pria yang sedang duduk sambil menundukkan kepalanya.
"Kamu apakan istri ku!" Marvel menarik Tobi hingga laki laki itu terkejut.
Tanpa banyak bicara Marvel memukul wajah pria di hadapannya. Tobi hanya diam tanpa perlawanan.
"Hentikan!" Suara berat seseorang sukses membuat Marvel menghentikan pukulannya.
"Apa apa'n lo, main pukul pukul orang sembarangan," ucap Rian dengan kesal.
"Kalau bukan karna dia, Engga mungkin istri gue masuk rumah sakit," geram Marvel.
"Jangan main menuduh orang sembarang, kalau bukan karna anak muda ini. Mungkin istri dan anak lo engga akan selamat," jelas Rian.
"Sekarang dimana istri gue."
__ADS_1
"Putri belum sadarkan diri, tapi lo engga perlu kawatir. Dia baik baik saja. Ayo ikut gue," ajak Rian berjalan terlebih dahulu di ikuti Marvel dri belakang. Sedangkan Tobi kembali duduk memegangi luka yang dia dapat.
"Siapa yang ingin mencelakai putri," lirih Tobi.