Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan
Extra part


__ADS_3

bertahun tahun telah berlalu semenjak kepergian putri kini gadis kecilnya sudah beranjak dewasa, Maura semakim terlihat cantik tubuhnya yang bagus membuay setiap pria menyukainya namun jangan harap pria itu bisa memiliki maura selagi ada marvel yang menjaganya.


Kini usia maura sudah memasukin 22 tahun dan hari ini tepat hari ulang tahunnya dan meninggalnya putri. sebuah gaun berwarna hitam sedang di lihatnya malam nanti dia akan mengunakan gaun itu. semoga saja cocok di tubuhnya. saat maura sedang menaruh gaun ke lemarinya sebuah pintu di buka marvel masuk sambil tersenyum ke arahnya.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya marvel.


"Aku hanya menaruh sesuatu," ucap maura. jangam sampai dedynya tau jika sudah ada pria yang membelikannya gaun jika itu terjadi jangan harap pria itu bisa dekat dengannya lagi. sebenarnya dia begitu kesal setiap pria yang mendekatinya pasti pergi tanpa sebab.


"Kamu tidak lupa bukan kalau hari ini kita harus ke makam?" tanya marvel.


"Mana mungkin aku lupa, aku tidak akan melupakam momy,"ucap maura menghapiri marvel dan memeluknya.

__ADS_1


"Dia wanita yang sangat hebat, jika nanti dedy sudah tidak ada pesan dedy kamu jangan pernah melupakam momy," ucap marvel.


"Is aku tidak suka dedy bicara seperti itu, mau sampai kapan pun dedy akan tetap bersama maura, jangan membuat maura sendirian," ucap maura memekuk marvel. marvel menggelus rambutnya.


"Apa dedy tidak mau menikah lagi?" tanya maura menatap serius wajah marvel pertanyaan maura membuat marvel terkejut. pertanyaan macam apa itu.


"Apa yang kamu katakan, mana mungkin dedy menghianai momy mu," ucap marvel.


"Dengar ded, momy sudah lama pergi apa dedy tidak kesepian, lagi pula maura yakin momy pasti mengijinkan dedy menikah lagi." marvel mencubit hidung maura hingga membuat maura meringgis kesakitan.


"Dengarkan, Wanita yang aku nikahi itu adalah wanita yang sangat dedy cintai, walau pun momy sudah tidak ada tapi rasa cinta dedy masih sama seperti dulu, dedy tidak akan mengingkari janji dedy pada momy mu, jadi jangan pernah menyuruh dedy melakukan hal yang konyol."

__ADS_1


"Tapi ded, apa dedy tidak mau seperti paman bian sama yang lainnya hidup bahagia bersama pasangannya." maura semakin memeluk marvel dia tau pertanyaan nya membuat marvel sedih akan teringat momynya.


"Hidup dedy sudah bahagia apa lagi ada kamu yang menemani dedy,"ucap marvel melepas pelukannya. jika berlama lama seperti ini dia pati teringat masa masa bersama putri dulu walupun singkat tapi begitu berkesan.


"Bersiap lah, dedy tunggu di mobil nene udah mangil," ucap marvel melangkah pergi.


sebuah pemakaman menjadi tujuan mereka, walupun sudah bertahun tahun tapi tempat itu masih sama seperti dulu. Maura tersenyum melihat batu nisan, setiap tahun mereka akan datang ke sini.


Maura berjongkok mengusap batu nisan yang berada di depannya"Terima kasih mom sudah melahirkan aku ke dunia ini, sudah berjuang demi aku," maura selalu mengucapkan kata seperti ini setiap kali datang berkunjung.


Marvel ikut berjongkok sambil merangkul pundak maura, sedih sudah pasti setiap kali datang ke tempat ini hatinya semakin sakit menggigat terakhir kali putri di masukan ke dalam sana.

__ADS_1


"Sayang, kamu dapat melihatnya bukan, lihat dia semakim cantik tapi di mata aku kamu tetap yang paling cantik," ucap marvel.


Di saat Marvel dan maura mengucapkan kata kata yang membuat hatinya tenang tapi tidak dengan bi darni. semenjak datang ke tempat itu air matanya terus saja mengalir, entah apa yang dia rasakan dia juga tidak tahu. tapi yang pasti dia sangat berterima kasih pada putri jika dia tidak menikah dengan marvel entah bagai mana nasibnya tanpa putri di hidupnya.


__ADS_2