
Wanita cantik yang sedang terisak di dalam kamar itu seketika menoleh setelah pintu kamarnya terbuka.
Marvel berjalan mendekati putri yang sedang berderai air mata.
"Sayang, jangan seperti ini." Marvel membelai lembut rambut panjang miliknya.
"Lalu aku harus seperti apa?'' Putri menatap tajam ke arah suaminya itu.
Marvel mengaruk kepalanya." Serem banget istri gue kalau lagi begini." batin marvel.
"Mmm, kamu kan tau Bian memang seperti itu kalau bicara." Marvel mengusap air mata yang mengalir di pipinya. " sudah jangan nangis, nanti Bian pulang kamu tidak jadi di suapi," bujuk marvel.
Putri menganguk memeluk sang suami. Ia tau suami nya itu tidak rela bila ada laki laki yang dekat dengan nya, namun demi sang buah hati dia rela mengesampingkan perasaannya. Walau pun laki laki yang sudah ia anggap sebagai kakak nya sendiri.
"Ayo." ajak marvel mengulurkan tangan di sambut oleh putri.
Bian yang sedang bersandar di sofa sembari memakan buah apel hanya melihat sinis kearah sepasang suami istri yang berjalan mendekatinya.
"Udah ngambeknya," ejek Bian santai.
Mendengar lontaran Bian membuat Marvel menatap tajam kearahnya. Melihat itu Bian menelan salivanya dengan susah.
"Kamu mau makan buah apa?" tanyanya kemudian mengalihkan tatapan Marvel yang terlihat seram di matanya.
__ADS_1
"Apa saja, asal dari tangan kakak langsung."
Bian menyuapi satu persatu potongan buah tersebut. dengan senang hati wanita yang sedang mengandung itu menerimanya.
Bian dengan sengaja menggoda Marvel Dengan kesal Marvel menyambar suap'n terakhirnya.
"Ikh kakak!" Putri menatap sinis ke arah suaminya.
"Kamu sudah terlalu banyak memakannya."
Setelah selesai melakukan hal yang menurutnya konyol Bian bangun dari duduknya.
"Gue mau ke kantor. ada meting, jangan ganggu gue lagi dengan hal hal yang tidak penting."
Putri memanyunkan bibirnya." Kak Bian makan malam di sini ya." Marvel menatap sang istri ingin meminta penjelasan.
"Sebelumnya kamu tidak bilang ingin mengundang bian makan malam." ucap Marvel datar.
"Memangnya tidak boleh? Aku hanya ingin berterima kasih aja. Lagi pula aku undang dewi juga ko kak,"
Manik mata coklat itu menatap lekat lekat wajah wanita yang berada di hadapannya dengan serius. Bila sudah seperti ini pasti ada yang di rencanakan oleh istrinya.
"Jangan menatap ku seperti itu nanti jatuh cinta," goda putri.
__ADS_1
"Bahkan, aku sudah tergila gila padamu," ucap Marvel memeluk istri kecilnya.
"Sekarang sudah bisa gombal."
"Aku tidak gombal, itulah kenyataannya sayang."
"Put, kamu sudah minum susu?" tanya bi Darni setelah melewati sepasang suami istri itu.
"Belum bu, nanti saja perut ku sudah terasa penuh,"jawabnya mengelus perutnya.
Marvel menatap intes wajah wanita yang sedang senyum sambil memperlihatkan deretan gigi-giginya.
"Nanti aku minum, jangan marah begitu." Putri mencium pipi Marvel agar sang suami tidak memarahinya.
Sementara di tempat lain seorang wanita cantik dengan dress selutut sedang menikmati secangkir teh di tangannya dengan tersenyum sinis.
"Kau lihat baik baik wanita yang ada di foto itu," ucapnya ke pada seorang pria yang berada di hadapannya.
"Dia istri marvel Lee, bagai mana pun caranya kamu harus bisa melakukannya."
"Anda tida perlu kawatir nona, serahkan padaku."
"Bagus, ambil lah. sisanya setelah semua beres," ucap wanita itu menyodorkan amplop coklat kepada pria tersebut.
__ADS_1
Laki-laki itu bangun lalu berjalan meningalkan wanita itu sendiri.
"Tunggu pembalasan ku, wanita ******," wanita itu tersenyum dengan licik.