Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan
butik


__ADS_3

Di salah satu butik ternama di jakarta, perempuan cantik hanya diam dengan pikiran yang bingung. bagai mana tidak ia di bawa begitu saja tanpa meminta persetujuan nya terlebih dahulu.


Putri yang saat ini sedang duduk di sofa hanya diam dengan wajah yang cemberut.


"Kenapa wajah mu seperti itu?" tanya Marvel yang melangkah mendekatinya.


"Saya bilang kan hari ini mau libur, kenapa Tuan ajak saya ke sini?" gerutu Putri dengan wajah yang cemberut.


"Hari ini aku sedang membutuhkan dirimu, jadi tidak ada kata libur."


"Sekali saja masa tidak boleh,"


"Aku bilang engak yang engak, tolong carikan aku baju yang cocok buat aku pakai untuk diner." ujar Marvel dengan wajah datarnya.


"What! kenapa minta bantuan saya?" Putri tidak habis pikir dengan pria di hadapannya ini. bisa bisa nya dia di suruh memilihkan baju untuk nya.


"Karna kau wanita dan juga pelayan ku,"


"Aku ti..."


"Jangan banyak bicara. cepat lakukan." dengan wajah yang cemberut Putri mengikuti salah satu pelayan butik.


Marvel duduk menunggu sambil memainkan ponselnya.


"Nona ini." pelayan butik itu memberi satu jas dan kemeja berwarna putih.


"Jangan yang ini, ini sangat tidak cocok untuknya. coba kau ambilkan yang itu." tangan Putri menunjuk salah satu kemeja yang berwana biru langit yang menurutnya cocok untuk Marvel kenakan.


Kaki jenjangnya melangkah mendekati Marvel dengan membawa tiga paper bag.Manik mata ke joklatan itu menatap Putri dengan heran.

__ADS_1


"Kenapa banyak sekali?" tanya Marvel dengan kening yang mengkerut.


"Buat jaga jaga," Jawabnya asal.


Marvel dan Putri hendak ke luar butik, namun tanpa sengaja ia bertemu dengan laki laki yang tidak kalah tampan dengannya.


"Bro, elu di sini juga."


"Seperti yang loe liat," ucap Marvel dengan santai.


"Hai," sapa Rian pada Putri gadis cantik itu hanya tersenyum menanggapinya.


i seperti ini kan lebih manis bila di bandingkan menangis seperti tadi." seloroh rian membuat Putri menatap ke arahnya.


"Maaf tadi aku tidak sengaja melihat mu di pemakaman." ucap ruan tidak enak hati.


Laki laki yang melihat Putri di pemakaman itu adalah Rian dokter ganteng keluarga Marvel Lee.Putri hanya tersenyum dia begitu malu sudah ketahuan menangis dan berbicara sendiri.


"Ehem," dua manusia itu menoleh bersamaan ke arah sumber suara.


"Sudah!" celetuk Marvel dengan sinis.


"Maunya si belum," seloroh Rian membuat Putri semakin tersipu malu.


"Gue duluan," ucap Marvel melangkah pergi mendekati mobilnya.


"Tuan saya tinggal duluan yah," Putri berlari mengejar majikannya itu tanpa menunggu jawaban dari Rian.


Rian tersenyum melihat tingkah laku Putri. " Gadis yang lucu," gumamnya.

__ADS_1


"Jangan terlalu genit bila sama laki laki," celetuk Marvel yang sudah berada di dalam mobil.


"Enak saja, siapa yang genit," ucap Putri yang tidak terima dengan perkataan Marvel.


Mobil mewah berwarna hitam tersebut sudah sampai di halaman rumah yang megah itu.


Marvel menoleh ke samping berniat menyuruh Putri untuk turun namun dia malah melihat gadis cantik tersebut yang tertidur dengan sangat nyenyak.


"Dasar gadis ceroboh."


Tanpa pikir panjang Marvel menekan klakson mobilnya sangat kencang membuat Putri begitu kaget sampai mengeluarkan umpatan.


"Sialan kau," teriak Putri.


Reflek Putri langsung menutup mulutnya melihat sorot mata Marvel yang begitu tajam membuat Putri langsung menundukkan kepalanya.


"Turun."


Putri membuka pintu lalu keluar mobil di susul Marvel dengan membawa beberapa paper bag.


"Tuan, Tuan," panggil Putri yang melihat Marvel berjalan masuk.


"Ada apa lagi? aku sudah terlambat."ucap Marvel.


"Kenapa aku di ajak ke sini."


"Aku sudah terlambat, kau boleh pulang sekarang," Marvel berlalu begitu saja masuk ke kamarnya.


Putri masih terdiam ia begitu terkejut dengan kelakukan majikannya itu.

__ADS_1


__ADS_2