
Sinar mata hari sudah berganti dengam sinar rembulan, malam yang di terangi bulan dan bintang semakin terlihat indah dengan lampu lampu yang berada di taman, usai mengunjungi putri kini mereka mengadakan acara ulang tahun yang di rayakan setiap tahunnya.
Gaun yang indah semakin terlihat mewah berada di tubuh maura, Wajah yang imut body yang bagus semakin membuat maura terlihat sexy. Jam sudah menunjukan pukul delapan malam, sedikit lagi acara akan segera di mulai tamu pun sudah mulai berdatangan namun maura masih berada di kamarnya. Entah apa yang dia tunggu.
Maura menyambar ponselnya yang berada di atas meja, menunggu memang sangat membosankan. Maura menunggu pesan dari laki laki yang sudah membelikannya gaun, Maura bukan tidak mampu membeli gaun mewah ini namun pemberian seseoramg tidak boleh di tolak bukan. Suara bunyi ponsel membuat maura segera menyambarnya dengan cepat dia mengangkatnya dengan wajah yang terlihat kesal.
"Kenapa begitu lama sekali?" tanya Maura.
"Maaf, jangan marah," ucap Arel, ya Arel adalah pria yang dekat dengan maura saat ini setelah pria pria yang lainnya pergi entah ke mana kini arel datang mengisi hatinya.
"Acara akan segera di mulai, jangan bilang kamu tidak bisa datang," ucap Maura kesal, memang itu yang terjadi Arel tidak bisa datang saat ini karena ibunya masuk rumah sakit, walau ada adiknya yang menjaga tetap saja dia tidak bisa meningalkannya.
"Rel!"Maura kembali memangil karena arel diam saja tidak menjawaabnya dia tahu maura pasti kecewa padanya.
"Maaf Ra, aku sangat ingin datang ke acara kamu tapi,"
"Tapi apa hah, aku benci sama kamu," ucap maura memotong ucapan arel lalu mematikan ponselnya karena dia begitu marah.
__ADS_1
Suara ketukan pintu membuat maura menatap ke arahnya bi darni yang sudah terlihat rapi tersenyum ke arahnya.
"Sayang acara akan segera di mulai, dedy menunggu," ucap bi darni.
Maura bangkit dia sedikit merapihkan dandanannya, suguh menyebalkan orang yang sedari tadi dia tunggu tidak bisa hadir lantas untuk apa dia dandan seperti ini? maura jalan dengan gontai membuat bi darni begitu heran melihatmya.
"Maura ada apa?" tanya bi darni
"Aku tidak apa apa nene," jawab maura.
"Kamu tidak pandai berbohong maura, kamu tidak bisa menipu nene," ucap bi darni." ini acara ulang tahun mu jadi bersemangatlah sudah banyak tamu yang datang,"
Marvel begitu heran melihat maura yang telihat tdak bersemangat ada apa dengan anak itu?
Semua tamu mengucapkan selamat untuk maura, maura tersenyum dengan ramah pada semua tamu yang datang.
"Paman Isabel mana?" tanya maura pada bian. Mata maura tertuju pada gadis cantik yang sedang mengambil minum.
__ADS_1
"Isabel!" pangil maura membua isabel melihat ke arahnya dengam tersenyum.
"Selamat ulang tahun, panjang umur sehat selalu, pokonya doa yang terbaik buat kamu," ucap isabel memeluk maura.
"Dan satu lagi, cepet cepet punya pasangan," ucap isabel sambil terkekeh.
"Menyebalkan," ucap maura.
"Memangnya paman marvel masih melarang kamu pacaran Ra?" tanya isabel.
"Yah seperti yang kamu tahu," Maura menggambil minum yang ada di atas meja.
"Dedy kamu melakukan itu pasti punya alasannya, lagi pula memang ada pria yang mau sama kamu," goda isabel.
"Mana mungkin tidak ada pria yang menyukai aku, ngomong ngomong aunty dewi mana?" sedari tadi dia tidak melihat
"Entahlah momy memang selalu seperti itu menghilang secara tiba tiba," jawab isabel.
__ADS_1
Waktu berjalan begitu cepat setelah acara selesai dengan cepat maura menganti bajunya maura begitu kesal hingga membuang gaun yang di berikan arel ke sembarang arah. lebih baik dia mandi dan istirahat, lihat saja besok akan dia buat pria itu menyesal telah membuat dia marah.