Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan
berkunjung


__ADS_3

Mendengar Putri masuk rumah sakit membuat Dewi begitu terkejut. Saat Zoe menghubunginya dan bilang Putri kecelakaan Dewi sedang bekerja di Cafe tanpa membuang waktu Dewi langsung menghampiri Gina yang berada di ruangannya, ia ingin meminta ijin.


"Mba, boleh aku ijin setengah hari?" ucap Dewi setelah masuk.


"Memangnya kamu mau kemana?" tanya mba Gina.


"Mau menjenguk Putri, teman ku bilang Putri tertabrak mobil."


"Kau serius?" Gina yang terkejut menaruh majalah yang sehari tadi ia pegang ke atas meja lalu menatap Dewi dengan serius.


Dewi menganguk. " Aku ikut, Putri di bawa ke rumah sakit mana?" tanya Gina yang terlihat kawatir.


"Yang aku dengar dia sudah kembali ke rumah, sebab itu aku mau berkunjung ke rumahnya."


"Ya sudah kita ke sana." ucapnya melangkah keluar.


"Naik motor kamu aja, menghindari macet," ucap Gina setelah keluar dewi pun menganguk.


saat itu Putri sedang menikmati makanan yang bi Darni beli dari pasar. Walau Marvel sudah melarangnya tetap saja Putri memakannya. Marvel hanya takut makanan yang di beli dari pasar tidak bersih.


"Kau itu keras kepala sekali." ucap Marvel kesal.


"Hanya makan sedikit, lagi pula jajanan pasar juga enak Kak." memasukan cemilan ke dalam mulutnya tanpa rasa takut sama sekali dengan suaminya yang sedari tadi sudah menahan kesal.


" Tetap saja itu tidak bersih!" mengambil beberapa cemilan yang tersisa.

__ADS_1


"Lain kali tidak usah beli makanan seperti ini lagi Bi." Bi Darni menganguk membawa piring menuju dapur, baru beberapa langkah terdengar suara bel bunyi.


"Biar aku saja Bi," ucap Putri hendak berdiri.


"Tetap di situ, biar aku yang melihat." Marvel melangkah pergi.


"Putri ada." tersenyum dengan ramah saat pintu sudah di buka.


"Ada, masuk lah." ucap Marvel pada dua wanita yang sedang berdiri.


Marvel berjalan lebih dulu Gina dan Dewi berjalan di belakangnya.


"Dewi, Mba Gina!" Putri berdiri menghampiri mereka setengah berlari.


"Jangan lari!" Teriak Marvel kesal, seketika Putri menghentikannya lalu berjalan dengan sangat pelan. Putri begitu senang melihat Dewi bersama Gina.


"Gimana keadaan loe," tanya Gina.


"Sekarang sudah membaik Mba, makasih ya sudah sempatkan datang ke sini, aku senang banget kalian datang." ucap Putri tersenyum dengan lebar.


Marvel memilih meninggalkan tiga wanita yang sedang melepas rindu. selama ada mereka lebih baik ia mengerjakan pekerjaannya yang tertunda.


Karena kawatir dengan kondisi Putri Marvel sama sekali belum masuk kantor. Pekerjaannya ia serahkan semuanya kepada Zoe hanya bila ada berkas penting yang harus ia tanda tangani Zoe datang menyerahkannya.


"Gue kangen banget sama loe," Putri memeluk kembali.

__ADS_1


"Keadaan anak loe gimana?" Gina dan Dewi diam menunggu jawaban.


"Kak Tian bilang, bayi aku baik baik aja."


"Sukurlah." ucap mereka berdua.


"Tau Engak," Putri celingak celinguk mencari keberadaan Suaminya ia takut Marvel mendengar obrolan mereka mengingat suaminya itu begitu posesif.


"Apa?" Jawab mereka berdua.


"Yang bawa aku ke rumah sakit, Tobi."


"Hah ... Tobi pengemar berat loe," Dewi sedikit berteriak karena terkejut.


"Ssttt;" menaruh telunjuk ke ujung bibirnya sambil mengganguk.


"Ko bisa?" tanya Gina.


"Entahlah, saat gue ketabrak dia yang nolong gue. yang bawa gue ke rumah sakit juga dia." ucapnya sambil mengingat ingat.


"Terus reaksi Marvel gimana?" tanya Dewi yang penasaran.


"Tobi mendapatkan hadiah."


"Serius, hadiah apa? pasti mahal." ujar Gina, mengigat Marvel begitu tajir pasti hadiah yang di berikan barang mahal.

__ADS_1


"Hadiah pukulan," ucap Putri sambil tertawa mengingat wajah Tobi yang memar akibat pukulan suaminya.


Dewi dan Gina pun ikut tertawa, kasihan sekali sudah menolong malah mendapat bogeman pikir mereka.


__ADS_2