Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan
pergi


__ADS_3

Setelah menangis semalaman membuat Putri begitu lelah hingga tertidur di samping Marvel.


Waktu sudah menunjukan pukul lima dini hari. manik kecoklatan itu perlahan lahan terbuka Marvel memegang ke palanya yang terasa pusing dan begitu berat.


Kini bola matanya bagaikan mau keluar dari tempatnya setelah melihat seorang wanita tertidur sangat pulas di sampingnya. yang membuatnya begitu terkejut dia dan wanita tersebut tidak memakai sehelai benang pun.


"Apa yang gue lakuin?" tanya Marvel berusaha mengingatnya. "Astaga!" teriaknya setelah mengingat apa yang dia lakuin ke pada pembantunya itu.


Mendengar teriakan Marvel membuat Putri terbangun dari tidurnya. Putri langsung bangun dan berjalan ke arah kamar mandi tanpa melihat ke arah Marvel.


Marvel yang melihat Putri berjalan menahan sakit menatapnya dengan perasaan yang tidak bisa di gambarkan.


"Akhhh!"teriak Marvel perustasi sedangkan Putri menangis di bawah guyuran air shower.


Tidak mau menggangu Putri akhirnya Marvel memutuskan mandi di kamar sebelah. Setelah mandi dia akan berbicara dengan Putri dan meminta maaf. apakah gadis itu mau memaafkannya atau tidak?


Tidak mau berlama lama di dalam Putri memutuskan untuk keluar dengan memakai handuk. membuka sedikit pintu melihat apakah masih ada Marvel atau tidak di kasur tersebut. setelah melihat tidak ada siapa pun. Putri langsung mengambil baju yang semalem dia kenakan walaupun sudah terlihat sobek namun masih bisa di gunakan.


Putri berjalan keluar ingin membuat sarapan untuk Marvel. setelah itu dia akan pulang dan tidak akan datang ke rumah ini lagi pikirnya.


Marvel yang sudah rapih sedang duduk menunggunya di ruang tamu. setelah melihat Putri Marvel segera berdiri.


"Tunggu!"panggil Marvel membuat Putri berhenti.

__ADS_1


"Kita perlu bicara." ucap Marvel.


Putri masih diam dengan wajah yang terlihat jelas benci dengan Marvel.


"Aku minta maaf," ucap Marvel tiba tiba membuat Putri tersenyum getir.


"Aku tau yang aku lakukan itu sangat fatal. aku akan bertangung jawab atas semua yang aku lakukan pada mu semalem." ucap Marvel begitu serius.


"Dengan cara apa anda mau bertangung jawab Tuan, apa anda mau menikahi saya atas rasa tangung jawab anda," Putri tersenyum getir melihat Marvel hanya diam.


Setelah berucap Putri menuju dapur


dia akan membuat roti dan segelas teh. setelah itu dia akan pergi.


Sedangkan jeny berjalan dengan santai menuju kediaman Marvel. Jeny memutuskan untuk menemui Marvel, dia akan meminta maaf dan memohon agar Marvel mau memaafkannya.


Satu gelas teh dan dua potong roti sudah tersedia di atas meja, sebelum pergi dia ingin mengambil sesuatu terlebih dahulu.


Bunyi suara bel menghentikan kegiatannya. kaki jenjangnya melangkah membuka pintu sedangkan Marvel hanya diam memperhatikannya saja.


"Anda mencari siapa?" tanya Putri setelah pintu sudah di buka.


"Marvel, apakah dia ada?" tanya jeny.

__ADS_1


"Ada." jawab putri dengan malas.


Tanpa banyak bicara Jeny langsung masuk begitu saja. Marvel yang melihat Jeny masuk menatapnya dengan tajam.


"Pergi." ucap Marvel dengan cepat.


"Vel, aku minta maaf, aku mohon maaf kan aku," seloroh Jeny dengan berderai air mata.


Putri hanya diam memperhatikan dua manusia di hadapannya itu.


"Aku sudah memaafkan mu." ucap Marvel membuat jeny tersenyum.


"Benarkah," ucap Jeny tersenyum.


"Ya, sekarang pergi dari rumah ku, dan jangan pernah memperlihatkan dirimu lagi di hadapan ku."


"Vel..."


"Jeny, apa kau tidak dengar!"bentak Marvel.


Putri yang tau wanita tersebut adalah kekasih Marvel memutuskan untuk pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu.


Memutuskan untuk mengantikan bibi berkejaa ternyata membuat dirinya harus kehilangan ke sucianya. Lebih baik dia pergi dan tidak akan kembali berkerja lagi. membawa bibi pulang ke kampung melupakan apa yang sudah terjadi antara dirinya dan Marvel adalah ide yang sangat bagus.

__ADS_1


__ADS_2