
Cinta memang sulit untuk diungkapkan, tapi bisa dirasakan oleh cinta yang tulus. bukan cinta karna opsesi.
Dewi yang melihat Biyan bersama seorang wanita, hanya melewatinya, tanpa berniat menyapanya.
Biyan yang tidak sengaja melihat Dewi berjalan di depannya kini memanggil.
"Dewi! panggil Biyan seraya bangun dari duduknya.
Dewi langsung menghentikan langkahnya. Ia berpura-pura baru melihat laki-laki itu.
"Eh, Biyan disini juga? tanyanya pura-pura.
"Ia, Aku lagi nunggu rekan bisnisku, kamu dengan
siapa?"
"Aku sama Bunda." Kini bola mata indah itu beralih menatap seorang wanita yang sedang menatapnya dengan tajam.
Desi yang sedari tadi mendengar percakapan bosnya kini mulai kesal.
"Oh sama Bunda."
"Iya, yaudah aku kesana. Takut Bunda nunggu lama." ujarnya tersenyum.
"Oh, ok, hati-hati Wi." teriak Biyan setelah Dewi pergi meninggalkannyal.
Biyan kembali ke tempat duduknya.
Kini matanya beralih melihat wanita yang sedang duduk bersamanya.
"Siapa dia?" tanyanya dengan malas.
"Siapa pun dia kamu tidak perlu tau." jawabnya ketus.
"Tapi, kamu kan tau kalau aku sudah lama mencintai mu." ucap Desi menatap manik mata pria itu.
"Kamu masih mau berkerja denganku tidak? kalau kamu sudah bosan, aku akan mencari sekertaris baru." ucapnya pelan tapi penuh penekanan.
Desi hanya diam dengan perasaan yang kesal.
__ADS_1
Bunda Iren yang sedari tadi menunggu anak satu-satunya itu, kini mulai bingung. Pasalnya Dewi tidak memberitahu akan pergi kemana dulu.
Kemana si anak itu. gumam Bunda.
"Bunda udah selesai?"Tanyanya dari balik punggung ibu setengah tua itu.
"Kamu dari mana? membuat ibu bingung saja." tegur Bunda.
Yang ditegur hanya terkekeh tanpa menjawab.
"Ayo cepat, nanti ayah mencari kita. Bunda lupa bilang soalnya." ucapnya seraya menarik wanita cantik itu.
"Ia, ia, Bunda. Tapi jangan ditarik tangan aku, sakit tau." ucapnya cemberut.
Setelah sampai di kediamannya.
Wanita cantik itu langsung berlari masuk ke kamarnya. Dewi langsung mencari ponselnya yang dia letakan entah dimana.
Akh teryata aku letakan disini. gumamnya. Aku penasaran apa Biyan sudah mempunyai kekasih. Aku coba tanya Putri saja.
Dilain tempat Putri yang sedang asik menonton tv, seketika mendengar suara ponselnya yang berbunyi.
seketika ia tersenyum melihat nama yang tertera di layar hpnya. Tidak membuang waktu lama Putri langsung mengangkatnya.
"Kemana aja baru hubungin gue? ucapnya tiba-tiba.
"He he he, gue tidak mau menganggu pengantin baru." godanya.
"Ck, jangan mengoda."
"Kamu lagi sibuk tidak? tanyanya.
"Tidak, memangnya kenapa. Sedari tadi gue cuma nonton tv."
"Suami elu kemana emangnya."
"Kerja lah, dia kan bos." celetuknya.
"Som-bong amat."
__ADS_1
Hahaha tawa mereka berdua.
"Oh, iya Put, gue mau tanya, Biyan sudah punya kekasih belum sie."
"Kan, waktu itu gue bilang, gue gak tau dia udah punya pacar atau belum. Memangnya kenapa?" Kini Putri membaringkan tubuhnya diatas sofa.
"Tadi gue liat dia sama perempuan."
"Serius elu!"
"Ia tadi gue liat Kak Biyan bersama perempuan di mall." terangnya.
"Elu ke mall?"
"Ia." Jawabnya.
"Ko elu jahat sie, engga ngajak-ngajak gue." teriaknya.
"Gue cuma antar Bunda belanja, kira-kira siapa wanita itu ya Put?"
"Nanti gue tanya Kak Marvel, barangkali dia tau."
"Makasih Put, aku tutup dulu, Bunda manggil."
"Ok."jawabnya.
Setelah selesai berbicara sama sahabatnya, Putri memilih pergi menemui Bi Darni yang sedang membuat makan malam.
"Aku bantu Bi." ucapnya.
"Engga usah Put, Bibi sudah selesai." jawabnya tersenyum.
"Makasih ya Bi untuk semuanya." ujarnya memeluk wanita setengah tua itu.
"Tidak perlu seperti itu Put, ini sudah menjadi tugas Bibi."
"Yaudah, aku kekamar ya Bi." ucapnya setelah melepaskan pelukannya.
Putri yang sudah berada di dalam kamar, kini sibuk mencari pakaian untuk suaminya. Setelah merasa cocok dengan baju yang ia ambil. Kini wanita cantik itu beralih menyiapkan air hangat.
__ADS_1