
Usai perbincangannya dengan Bi Darni. Putri memutuskan untuk masuk ke kamar dan menemui suaminya.
Marvel yang memang sudah sangat lelah kini berbaring di atas ranjang dengan mata yang terpejam.
Sebenarnya sebelum Putri datang dirinya masih terjaga, setelah mendengar suara pintu terbuka. Dirinya langsung memejamkan mata.
Berlahan wanita cantik itu berjalan menghampiri suaminya, pasti sangat cape kamu Kak." gumamnya pelan.
Setelah mematikan lampu, Putri berbaring disamping suaminya. Lebih baik dirinya ikut tidur.
Waktu sudah menunjukan pukul 4.30.
Putri merasa tubuhnya terasa berat, dengan perlahan-lahan matanya terbuka. Ia tersenyum melihat tangan suaminya yang melingkar diperutnya.
perlahan tangan kekar itu dipindahkan. Putri berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.
Setelah selesai membersihkan diri. Ia membangunkan suami yang masih terlelap.
"Kak! bangun." ucap Putri berjalan membuka gorden.
"Emmm." Marvel menggeliat kesana-kemari.
"Ayo bangun Kak." ajaknya menarik tangan Marvel. Seketika Putri terjatuh diatas dada bidang suaminya itu.
Dua pasang mata itu saling bertemu.
__ADS_1
Marvel yang memandang Putri dari bawah, seketika dirinya begitu bergairah.
Bagai mana tidak, wangi sabun dan sampo yang menempel di tubuh istrinya begitu mengoda.
Marvel yang sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi, langsung me**mat bibir merah istrinya itu.
Putri yang mendapatkan ciuman mendadak hanya diam tanpa membalas.
Dirasa tidak ada balasan Marvel melepaskan ciumannya. Ia memandang wajah Putri yang sudah merah merona menahan malu.
Wanita cantik itu bangun dari tubuh suaminya lalu duduk dipinggir ranjang. Marvel yang masih berbaring kini ikut duduk.
"Apa aku boleh melakukannya sekarang?" tanya Marvel hati-hati.
Putri hanya diam tidak menjawab. Sedetik kemudian ia mengganguk malu-malu.
Marvel mengecup bibir istrinya dengan lembut, Ciuman itu semakin panas saat tangan Kak Marvel sudah menyelusup masuk kedalam pakaian Putri.
"Putri mengigit bibir bawahnya menahan rasa geli dan nikmat disekujur tubuhnya.
Marvel yang masih bermain dibagian dada milik istrinya. Kini mulai me***at dan me***as dua gunung kembar itu. Sedetik kemudian pakaian mereka sudah terlepas entah kemana.
Kal Marvel berdiri, Ia berjalan menutup gorden kembali. Tanpa memakai pakaiannya. Putri yang melihat hanya menunduk malu.
Tidak membuang waktu Kak Marvel langsung menindih dan me***at bibir merah istrinya. Laki-laki itu sudah bermain dibawah sana.
__ADS_1
"Mmm...Kak...akh." desah Putri.
"Keluarin aja suara kamu, tidak usah ditahan."
Kini Marvel sudah menyatukan miliknya kearah sana. Dengan tempo lambat Marvel menggerakannya.
Desahan demi desahan terdengar disana sampai akhirnya mereka melepaskan hasratnya masing-masing.
Putri yang merasa dirinya sangat lelah kini tertidur kembali, Kak Marvel yang sedari tadi memandang wajah istrinya itu kini tersenyum bahagia.
"Aku akan mencoba mencintaimu." ucapnya mengecup kening istrinya. Lalu beranjak dari duduknya.
Setelah membersihkan diri Marvel berjalan keluar kamar untuk mengambil sarapan.
Dengan perlahan-lahan Ia berjalan mengambil makanan yang tersedia diatas meja. Lalu Ia duduk disana.
"Pagi, Tuan." sama Bi Darni dengan tersenyum.
Marvel hanya tersenyum tanpa membalas.
Laki-laki itu bangun dari duduknya,
"Oya, Bi, nanti kalau Putri sudah bangun katakan aku sudah berangkat." pesannya.
"Baik, Tuan."
__ADS_1
Marvel berjalan keluar rumah, pak Joko yang sudah menunggu kini membukakan pintu untuk majikannya itu.
like n komentar.ππ