
Setelah berpaa hari putri pergi para sahabtnya datang untung berkunjung hanya sekedar melihat beby.
Bian dan yang lainnya sudah pulang kini di kediamannya begitu sepi, bi darni yang sedang mengendong beby segera mendekati marvel yang sedang memejamkan mata di sofa, percaya lah dia tidak sedang tidur dia hanya enggan membuka mata bayangan wajah putri selalu berada di wajahnya tanpa terasa air mata nya menetes kembali. sejujurnya dia belum sanggup untuk mengiklaskan putri.
"Tuan!"pangil bi darni dengan pelan. walaupun engan membuka mata namun dia membukanya juga. pertama kali yang dia lihat beby mungil yang berada di gendongan bu darni sedang melihat ke arahnya dengan mta yang berbinar. hatinya terasa teriris pisau dengam cepat dia mengendong baby nya.
"Ibu tau kamu begitu terpukul sama ibu juga merasakan apa yang kamu rasakan, tapi kamu harus kuat menghadapinya, lihat dia, sekarang yang dia punya hanya kamu," ucap bu darni. Marvel tidak menjawab dia hanya pokus melihat wajah anak perempuannya.
"Sekarang cucu nene ini mau di beri nama siapa," ucap bi darni sembari memegang tangan beby munggil.
"Maura Anasatsya Lee," ucap marvel
"Nama yang bagus, sekarang kamu istirahat biar Maura sama ibu, jangan terlalu larut dalam ke sedihan Tuan," ucap bi darni mengambil alih maura dari gendongan marvel.
__ADS_1
Sebelum beranjak marvel mencium maura terlebih dahulu lalu pergi ke kamarnya. suguh tubuhnya tidak bertenaga sama sekali lebih baik istirahat sebentar.
Tangisan maura begitu terdengar membuat marvel bangun dari tidurnya dengan cepat dia berlari menuju kamar maura.
"Kenapa bu?" tanya marvel menghampiri terlihat maura sedang di gendong bi darni sambil menagis. Marvel mengambil maura dari bu darni.
"Kenapa sayang, mau apa?" tanya marvel kepada maura. tangannya mengusap lembut wajah maura namun rasa pamas yang marvel dapatkan.
"Kamu demam sayang, bu kita segera ke rumah sakit." ucap marvel melangkah keluar. dengan sigap bu darni mengikutinya.
Marvel membawa mobil dengan cepat, Dia kasihan melihat bu darni yang sedari tadi mengendong maura.
"Istirahat lah bu, maura biar aku yang jaga," ucap marvel setelah tiba di kamar.
__ADS_1
bu darni meningalkan Marvel lebih baik dia membuat makan malam."
Senyum menghiasi wajah melihat maura tidur dengan nyeyaknnya.
Sudah berapa hari putri pergi kini dewi ingin melihat beby, rasanya ingin sekali melihat anak itu, motor sudah di nyalakan sebelum berangkat ke sana dewi sudah lebih dulu menghubungi bu darni.
Jalanan yang sepi membuat dewi membwa motor dengan kecepatan kencang namun tiba tiba motornya berhenti di tengah tengah jalan dengan mendadak.
"Akh sial kenapa harus sekarang sih,' umpat dewi yang kesal motornya tiba tiba mogok dengan terpaksa mendorong nya. badannya begitu sakit mendorong motor begitu jauh sial kenapa tidak mememukan bengkel.
Bian yang tiba di sana dengan tidak sengaja melihat dewi yang sedang mendorog motor, bian tersenyum dengan jahil.
"Kenapa di dorong Dew?" tanya bian asal. dewi tidak menjawab dia tau bian pasti mengodanya.
__ADS_1
"Mogok yah?" tanyanya lagi sambil tertawa.
"Bisa diam tidak, sana pergi kalau tidak bisa membantu tidak usah berhenti hanya untuk mengoda," ucap dewi dengan kesal, Bian turun dari mobilnya sebenarnya dia memang berniat ingin membantu namun sedikit mengoda akan lebih menyenangkan