
Waktu berlalu begitu cepat hingga tiba waktunya pernikahan Marvel dan Putri yang berlangsung sederhana. acara di laksanakan di vila milik Marvel yang berada di pinggir desa.
Itu karna dia tidak mau sampai keluarganya mengetahui pernikahannya dengan Putri.
Marvel tidak mengundang begitu banyak hanya rekan bisnis dan sahabatnya saja. begitu pun dengan Putri.
Putri sedang berada di salah satu ruangan dengan seorang MUA yang sedang menghias dirinya dengan di temani Dewi.
"Jadi ini alasan loe berhenti kerja?"
"Salah satunya."
"Ck, Loe belum cerita sama gue masalah ini." Dewi mengercutkan bibirnya membuat Putri terkekeh.
"Nanti." jawabnya dengan cepat.
"Wow, anda sangat cantik nona," puji salah satu MUA.
Putri menatap dirinya di cermin senyuman menghiasi wajahnya tatkala melihat dirinya yang begitu memukau.
"Akh iya teryata sahabat gue yang satu ini cantik banget," ucap Dewi seraya memeluk Putri.
Baju kebaya berwarna biru langit begitu cocok berada di tubuh mungilnya, Pintu ruangan di ketuk, Bi Darni masuk menghampirinya.
"Sayang ayo semuanya sudah siap," ucap bi darni.
"Baik bi,"
__ADS_1
"Bibi tidak menyangka kamu akan menikah secepat ini, kedua orang tua kamu pasti bahagia sama hal nya seperti bibi yang bahagia melihat kamu akan menikah." ujar Bi Darni seraya memeluk Putri.
Setelah semuanya selesai Putri di bawa ke luar oleh dewi dan Bi Darni. semua mata tertuju kepada gadis cantik dengan hiasan yang sangat natural membuat siapa saja yang melihat memuji ke cantikan nya.
Mata Marvel tidak henti hentinya memandangi gadis yang berjalan ke arahnya.
"Semuanya sudah siap?" tanya pak penghulu setelah Putri duduk bersebelahan dengan Marvel.
Marvel menganguk siap.
"Marvel Lee."
_"Saya."_
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri Anastasya binti Gunawan Handoko dengan mas kawin berupa 100 gram logam mulia dan seperangkat alat shalat, tunai.” Wali itu mengguncang tangan Marvel.
Wali itu menolehkan kepala
nya pada saksi, “Sah?”
“Saaaaahhh,” sahut saksi serempak diikuti oleh para tamu dan sahabat yang menyaksikan akad tersebut.
"Alhamdulillah."
Putri mencium punggung tangan Marvel walaupun terasa jangung namun dia tetap melakukannya. Marvel mencium pucuk kepala putri di ikuti tepuk tangan dari para tamu yang hadir.
Tanpa di minta air bening yang sedari tadi di tahan oleh putri akhirnya meluncur juga dari tempatnya. sekarang dia sudah punya suami.
__ADS_1
"Loe hutang penjelasan sama kita," ucap Rian.
Tiga pria taman sedang menatap Marvel dengan tatapan membunuhnya, namun tidak dengan Zoe, laki laki itu sedang sibuk memperhatikan gadis yang bersama Putri.
"Nanti abis acara gue akan jelasin," ujar Marvel mengambil satu gelas yang berisi air lalu meneguknya hinga abis.
Sedangkan Zoe berjalan menghampiri Putri yang sedang asik bercanda dengan Dewi.
"Ehem," dua wanita cantik tersebut menoleh bersamaan.
"Ada apa Tuan?"tanya putri.
"Jangan panggil aku dengan sebutan Tuan, aku ini sahabat suami mu, panggil saja aku Zoe," mata Zoe fokus melihat Dewi yang sedang tersenyum ke padanya.
Putri menganguk mengerti.
"Wi kenalin ini Zoe sahabat Marvel sekaligus asistennya," ucap Putri.
Mendengar itu dengan sigap Zoe mengenalkan dirinya, melihat itu Putri melangkah pergi.
"Loe mau ke mana?" tanya dewii.
"Yang jelas menemui suaminya," Zoe yang menjawab membuat Dewi memutar bola matanya malas.
Melihat Putri berjalan mendekatinya membuat Bian ingin menggoda adiknya itu.
adik ketemu gede.
__ADS_1