
Putri bergegas mengambil tas yang berada di dalam kamarnya. Lebih baik dia menemui Dewi, dari pada dia terus menerus melihat wanita tidak tahu malu itu. Sungguh membuatnya kesal jika terus-terusan bersamanya.
Sebelum Putri pergi, dia memutuskan menemui Bi Darni terlebih dahulu. Putri takut jika Bi Darni nanti mencarinya.
"Bu akan pergi sebentar,” ucapnya setelah menemui Bi Darni.
"Kamu mau pergi ke mana?" Tanya Bi Darni seraya mendekati Putri.
"Aku ingin menemui Dewi sebentar, rasanya aku sudah kangen," jawabnya seraya melangkah pergi.
Siska yang mendengar obrolan Putri dan Bi Darni segera menghampirinya.
"Istri macam apa kamu? Suaminya sibuk kerja, kamu malah sibuk keluyuran!” celetuk Siska dari arah belakang Putri.
"Nona, jaga bicara Anda!” cetus Bi Darni.
"Yang aku bicarakan bener adanya Bi," ucap Siska membela diri.
"Sudah lah Bi, tidak usah mendengarkan wanita tidak tau malu ini, aku pergi dulu," ucap Putri seraya melangkahkan kakinya keluar.
"Jangan asal bicara kamu!” bentak Siska, membuat langkah Putri terhenti.
"Apa aku salah berkata seperti itu? Cuma perempuan yang tidak tau malu saja yang mau menumpang di rumah orang!” tegas Putri tidak kalah sewotnya.
"Kita lihat saja, siapa yang akan keluar dari rumah ini.” Siska tersenyum licik ke arah Putri.
"Percaya diri sekali, kamu," seloroh Putri dengan tersenyum sinis.
__ADS_1
"Sudah Put, tidak usah didengerin ucapan Nona Siska, kamu hati hati salam sama Dewi," terang Bi Darni.
Sementara di perusahaan Lee grup Marvel sedang duduk di bangku kebesarannya. Tiga sahabatnya hanya menatap Marvel heran.
Pasalnya sedari tadi Marvel hanya diam dengan tampang yang mengerikan.
"Dia kenapa sih, Zoe?" Tian menunjuk Marvel dengan isyarat mata, Zoe pun paham siapa yang di maksud Tian.
"Bro ... elo kenapa? Tampang elo bikin gue takut," ledek Bian.
Marvel hanya menanggapi ucapan Bian itu dengan malas.
"Iya kenapa sih loe?" timpal Tian.
"Gue cuma kepikiran sama istri gue," jawab Marvel malas.
"Gue takut Siska berbuat macem macem sama istri gue."
"Perempuan itu belum pergi dari rumah Lo?"
Marvel hanya menggelengkan kepalanya.
"Elo harus buat dia keluar dari rumah Lo. Gue nggak mau adik gue kenapa napa nanti," seloroh Bian membuat Marvel memutar bola matanya malas.
"Adek ketemu gede," celetuk Tian.
"Sirik aja Lo!"
__ADS_1
"Berisik Lo berdua!” sahut Marvel beranjak dari duduknya.
"Eh elo mau kemana?" tanya Tian seraya menghalangi Marvel keluar ruangannya.
"Pulang," jawabnya
"Sebentar lagi pak bastian dateng, kita ada meeting."
"Gue serahin semuanya sama loe Zoe," setelah berkata seperti itu Marvel melangkahkan kakinya keluar.
Mendengar ucapan bosnya Zoe hanya diam sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Nasib loe Zoe,"ucap Bian menepuk pelan pundak temannya itu.
Sementara Putri yang sudah berada dirumah Dewi segera mengetuk pintu,
"Asalamualaikum."
"Waalaikum salam, sebentar"jawab perempuan dari arah dalam.
Wanita cantik dengan rambut yang di ikat secara asal tersenyum dengan manis setelah melihat siapa yang datang.
"Tumben loe main,"
Putri melangkah masuk di susul Dewi setelah menutup pintu kembali.
"Malas gue di rumah ngeliat nene lampir." Putri menghempaskan tubuhnya duduk di lantai yang sudah di alaskan dengan karpet.
__ADS_1