
Awan yang terlihat mendung menandakan akan turun hujan, padahal baru jam dua siang tapi begitu terlihat gelap.Putri yang berniat pergi menemui dewi akhirnya dia urungkan melihat cuaca yang sama sekali tidak bersahabat.
"Kamu jadi ke rumah Dewi?" Tanya bi darni yang melihat Putri sedang berdiri di depan jendela.
"Sepertinya enggak bi, cuacanya engak mendukung sama sekali," jawabnya sambil melihat ke arah luar.
"Bagus kalau begitu, lebih baik kamu temani suami mu, penggantian baru harus sering sering melakukan nya," goda bi darni membuat wajah putri bersemu merah.
Bi darni berpikir marvel dan Putri saling mencintai sebab itu dia berani menggoda keponakannya itu. bi darni sama sekali tidak tau kalau mereka menikah itu karena sebuah kesalahan bukan karena cinta.
"Apa sih bi," ucap Putri melangkah pergi.
"Jangan malu - malu," godanya lagi.
Sedangkan yang di goda melenggang pergi dengan wajah yang memerah. Marvel yang sedang berada di ruangannya mendengar pembicaraan putri dan bi darni. Belum ada rasa sedikitpun di hatinya untuk putri, bagai mana mungkin dia bisa menghabiskan malam pertama bersama gadis itu, terpikirkan pun tidak.
Putri pun berpikir seperti itu, dia tidak mau menghabiskan malam pertama dengan Marvel bila belum ada rasa sayang untuk pria itu.
__ADS_1
Walaupun Marvel sudah bertangung jawab atas perbuatannya namun tetap saja Putri masih marah dan kecewa pada marvel.
Suara ponsel membuyarkan lamunan Marvel, dengan cepat Marvel mengambil ponsel yang berada di atas meja. Ponsel sudah berada di tangan dengan malas Marvel mengangkatnya.
"Ada apa lagi kau menghubungi ku," ucap Marvel dengan sinis.
"Aku minta maaf vel," jawab jeny dengan nada sedih.
"Aku sudah memaafkan mu, jadi untuk apa lagi kamu menghubungi aku."
"Aku mau kita kembali bersama Vel, aku mau kita menjalin hubungan lagi." Ucap jeny.
"Aku tau kau tidak mencintai gadis itu, dan aku yakin kau masih mencintai aku Vel, sebab itu aku mengajak mu menjalin hubungan kembali dengan ku." Ucap Jeny dengan penuh percaya diri.
"Ck, percaya diri sekali," ucap Marvel dengan sinis, tanpa Jeny duga marvel menutup telponnya terlebih dahulu Jeny begitu kesal dia melempar ponselnya ke sembarang arah.
"Lihat saja Vel bila aku tidak bisa memiliki mu tidak ada satu wanita pun yang boleh memilikinya," ucap Jeny dengan ke marahan di hati.
__ADS_1
Konci mobil yang berada di atas meja di raihnya, dia akan mendatangi wanita yang merebut Marvel darinya. Dengan kekesalan di hati Jeny mengendarai mobil dengan kecepatan sedang karena saat itu hujan masih begitu deras namun tidak membuat Jeny mundur sedikit pun.
Sedangkan gadis yang membuatnya begitu marah sedang meringkuk di atas ranjang. Tidak melakukan apapun membuat Putri begitu bosan, mungkin dia harus kembali bekerja di cafe, akan dia pikirkan kembali dan yang terpenting ijin dari Marvel, walaupun dia tidak perduli marvel mau mengijinkan atau tidak tapi dia tetap harus ijin terlebih dahulu.
Pintu kamar terbuka Marvel masuk begitu saja membuat Putri begitu tekejut dia langsung menarik selimut agar menutupi tubuhnya. Cuaca begitu dingin jangan sampai pria itu melihat tubuhnya dan menginginkannya. Itu lah yang terjadi Marvel masuk begitu saja tanpa tau putri ada di dalam, melihat gadis berbaring di atas ranjang membuat tubuhnya terasa aneh, cuaca yang begitu dingin membuat Marvel ingin melakukannya, dia laki laki normal melihat gadis berbaring di atas ranjang membuat birahi nya memucah.
Marvel semakin mendekat membuat Putri beringsut menggeser tubuhnya.
"A ... ada apa?"tanya putri gugup melihat marvel semakin dekat.
Marvel memandangi Putri hingga wajah mereka semakin dekat, suara detak jantung putri terasa terdengar, Apa yang mau dia lakukan?
Putri begitu gugup melihat wajah marvel berada di hadapannya, Putri sudah memejamkan mata namun tidak ada sentuhan yang dia rasakan, Marvel yang melihatnya hanya tersenyum
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Marvel menggoda putri yang masih terpejam.
"Eh, enggak di cium," celetuk Putri. Dengan cepat putri menutup mulutnya.
__ADS_1
"Kamu mau aku melakukannya?" Goda Marvel.
"Ti ... Tidak," jawab Putri, dengan cepat dia menutup seluruh badannya mengunakan selimut Marvel tersenyum, ternyata gadis ini begitu lucu.