
Hari ini tante mery datang menemui arel tanpa sepengetahuan pria itu, biar dia ingin memberi kejutan untuk berondongnya lagi pula dia ingin tahu apa yang sedang laki laki itu kerjakan sampai sampai tidak bisa mengangkat telponnya.
Tante mery adalah salah satu teman arisan ibunya semenjak ibunya sakit dia selalu datang untuk melihat keadaan sahabatnya namun siapa yang menduga dia bisa jatuh hati dengan pria muda seperti arel.
Arel sudah rapih karena hari ini dia akan pergi bersama Maura untuk melihat perhiasan yang akan mereka gunakan nanti di acara lamarannya.
Arel menyambar konci mobil yang berada di atas meja dengan bersenadung tanpa tahu sudah ada seseorang yang berdiri di depan pintu. arel begitu terkejut melihat mery sudah berada di rumahnya apa yang mau wanita itu lakukan di sini?
"Apa yang tante lakukan disini?" tanya arel dengan nanda tidak senang.
"Aku ingin mengajak kamu pergi," jawab mery dengan santai.
"Hari ini aku tidak bisa tan, aku ada janji."ucap arel.
"Aku tidak perduli."
"Tan plis, ok aku tahu aku ini milik tante, tapi tidak seharusnya apa yang tante ingin kan selalu aku turuti, aku ini ada urusan lain yang mesti aku selesaikan, aku harap tante mengerti dengan apa yang aku ucapkan," ucap arel, sungguh dia begitu menyesal telah menyetujui ucapan wanita ini. arel melihat jam di pergelangan tanggannya dia mengumpat kesal sudah terlambat dua puluh menit dia harap maura tidak ngambek.
__ADS_1
"Setelah urusan mu selesai temui ku," ucap mery mengecup bibir arel lalu pergi meningalkannya arel memandanginya sampai wanita itu masuk ke dalam mobil dengan cepat arel langsung masuk dalam mobilnya, mobil di jalankan dengan sangat kencang sudah terlambat dia harap Maura tidak marah.
Maura sudah terlihat cantik dengan memakai celana jeans dan kaos rambutnya dia biarkan tergerai, Marvel menghampirinya dengan senyum menawannya.
"Dedy tidak menyangka kau begitu cantik," ucap Marvel.
"Putri mu ini memang cantik ded," ucap Maura dengan percaya diri.
"Tapi lebih cantik momy," sela Marvel.
"Iya deh tau, tidak ada yang lebih cantik selain momy," ucap Maura sambil cemberut.
"Dedy!" teriak Maura, rambutnya sudah rapih kini berantakan kembali akibat ulah ayahnya,
"Apa yang mau kamu lakukan?"
"Aku dan arel ingin melihat perhiasan," jawab Maura.
__ADS_1
"Untuk?" tanya Marvel. dia tidak mengetahui jika Maura berniat ingin bertunangan terlebih dahulu.
"Up sory ded aku lupa mengatakan jika aku dan arel akan meresmikan hubungan kami," ucap Maura sambil terseyum.
"Apa dedy tidak salah dengar, masalah sebesar ini kamu melupakan dedy, sungguh!" ucap Marvel menutup wajahnya seolah olah dia begitu sedih.
"Tidak perlu berlebihan, Malu sama umur," ucap Maura. dia berlari menuju pintu karena saat itu ada yang mengetuk, Marvel diam saja memperhatikanya, gadisnya sudah besar.
Muara tersenyum dengan manis melihat arel yang datang. walau pun dia sedikit kesal karena menunggu terlalu lama tapi tidak apa yang penting arel datang.
arel melangkah masuk setelah melihat marvel sedang duduk sambil memperhatikannya.
"Siang om," sapa arel basa basi. Marvel hanya diam tanpa expresi Maura yang melihat langsung menarik arel.
"Ded aku pergi," ucap Maura sambil menarik tanggan arel keluar.
"Apa yang kamu lakukan? kenapa menarik ku?" tanya arel yang bingung dengan tingkah Maura.
__ADS_1
"Tidak, ayo kita sudah terlambat," ucapnya. jika arel di biarkan bicara dengan dedynya sudah di pastikan mereka tidak akan jadi pergi.