
Seorang pria tengah duduk di teras sambil menikmati sebatang roko,sungguh perasaan yang aneh kenapa dia begitu mengagumi sosok wanita seperti Maura, apa dia sudah jatuh cinta dengan gadis itu? roko di hisap lalu membuang asapnya ke udara yang lumayan sejuk karena matahari akan tenggelam terganti dengan sinar rembulan.
Pria bernama Edwin sudah beberapa hari ini selalu memperhatikan maura, entah dia sudah jatuh cinta dengan gadis itu atau hanya rasa penasarannya saja. namun dia tidak cukup berani untuk menampakan diri selagi Maura masih mempunyai kekasih dia tidak akan mendekatinya cukup memandangnya dari ke jauhan. apa dia pantas bersanding dengan gadis seperti Maura lihat dia hanya seorang pria biasa sedangkan Maura, bisa dia lihat dari penampilanya saja Maura sudah terlihat seperti orang kaya sedangkan dia?
Roko di matikan Edwin masuk ke dalam rumah sambil bersiul, sungguh aneh bayangan wajah Maura selalu ada di pikirannya, sementara gadis yang sedang dia pikirkan sedang memikirkan orang lain, ya Maura sedang memikirkan arel yang sama sekali tidak memberinya kabar sudah tiga hari pergi tapi arel belum menghubunginya juga. Maura yang saat itu berada di dalam kamar hanya berguling guling di atas kasurnya tanpa melakukan apapun.
Marvel yang saat itu baru pulang langsung mencari Maura, wajahnya begitu serius tatapannya begitu tajam, Marvel lagsung menuju kamar Maura dia masuk begitu saja tanpa mengetuk terlebih dahulu membuat Maura begitu kaget.
"Dedy bisa tidak masuk kamar aku ketuk dulu," ucap Maura dengan sebal karena dia begitu kaget.
"Turun, dedy ingin bicara sama kamu, " ucap Marvel dengan tegas membuat Maura menelan selivanya dengan susah, apa aku berbuat kesalahan?
__ADS_1
Nene yang melihat Marvel melangkah menuju ruang tamu di ikuti maut dari belakang begitu heran, apa yang terjadi? sepertinya Marvel begitu marah bisa di lihat dari tatapan matanya. tapi dia tidak mau ikut campur.
"A....ada apa ded?" tanya Maura sambil menunduk dia tau dedynya sedang marah.
"Apa yang kamu tahu tentang isabel?" Maura langsung melihat wajah Marvel lalu dia menunduk kembali. dia harus menjawab apa.
"Maura Anastasya!" yah jika dedynya sudah menyebut nama lengkapnya sudah di pastikan ada masalah.
"Katakan Maura jangan membuat dedy semakin marah sama kamu," ucap Marvel dia tau pasti putrinya ini menggetahui masalah yang sedang isabel hadapi.
"Tadi paman Tian datang ke kantor dedy, dia mengatakan jika isabel tengah hamil, kamu tahu masalah ini bukan?" tanya marvel lagi.
__ADS_1
"Siapa pria yang sudah menodai isabel?"
"Aku enggak tau ded, isabel memang mengatakannya pada ku tapi aku tidak mengenal kekasihnya, kenapa tidak paman tian saja yang menanyakan ini pada isabel kenapa dedy yang marah sama aku? aku tidak mengenal kekasihnya yang aku tau dia bernama bayu dan pergi meninggalkan isabel."
"Apa maksud kamu pergi?"
"Isabel bilang bayu pergi meninggalkannya, entah di mana sekarang bajingan itu," ucapan Maura membuat Marvel semakin marah.
"Kau tau bukan apa alasan dedy melarang kamu untuk dekat dengan seorang pria mana pun sekarng, ini alasannya Maura, banyak bajingan di luar sana, dedy takut kamu tergoda dengan rayuan para bajingan dan mengalami nasib seperti Isabel, sekarang dedy sudah menggijinkan kamu untuk dekat dengan laki laki tapi dedy tidak akan memafkan kamu jika kamu mengecewakan dedy, sekarang pergilah ke rumah paman Tian tenangkan Isabel jangan membuat dia merasa sendiri keadaannya sedang kalut," ucap Marvel Hendak berdiri.
"Maura akan selalau ingat pesan dedy jadi dedy tidak perlu kawatir, " ucap Maura sambil memeluk marvel, dia tahu ayahnya begitu menyanyanginya.
__ADS_1