Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan
extra part


__ADS_3

Sebuah map sudah berada di atas meja, marvel melihatnya sambil menghela napas map di ambil lalu di keluarkan, matanya melihat gambar dan identitas arel, tidak ada yang aneh atau mencurigakan di sana, mata Marvel pokus dengan foto arel dengan wanita, Marvel pikir itu ibunya atau kakaknya karena tidak ada yang mencurigakan, hanya seorang pria biasa tidak masalah bagi nya toh harta dia akan turun ke Maura nantinya jika arel mau dia akan mengelolanya, dia akan pikirkan dan bicarakan masalah ini pada Maura nanti.


Map di masukan kembali lalu di letakan di dalam laci, jangan sampai Maura melihat jika dia tau ayahnya mencari tahu tentang pria yang dia sukai sudah di pastikan Maura akan marah, Marvel tau betul sifat anak gadisnya itu.


Marvel keluar dari ruang kerjanya dia mencari sosok wanita yang selalu menemaninya. seharian ini dia belum melihat ibu darni, jadi dia berniat mencari nya di kamar.


Pintu di ketuk namun tidak ada jawaban dari dalam membuat Marvel langsung membukanya. mata tajam itu menyusuri setiap ruangan namun nene tidak ada. langkah kaki Marvel menuju kamar mandi, perasaannya jadi tidak enak, pintu di buka mata Marvel terbelalak melihat nene sudah tergeletak di sana. teriakan pun terdengar.


"Bu, Bu darni bangun," ucap marvel, dengan cepat dia langsung mengendong wanita itu, yang ada di pikirannya sekarang adalah rumah sakit. teriakan nya kembali terdengar membuat seorang supir menghampirinya


"Siapakan mobil, kita ke rumah sakit." ucap Marvel sambil berlari.

__ADS_1


"Baik Tuan,"


Sampainya di rumah sakit Marvel langsung memanggil suster, dengan cepat tenaga medis itu langsung menangani nya.


Seorang pria memakai baju dokter pun menghampirinya, dia membungkuk melihat Marvel lalu masuk ke dalam untuk melihat keadaan pasiennya.


Selama dokter memeriksa ibunya, Marvel berlari menuju mobil dia melupakan ponsel nya yang tadi dia tinggalkan di dalam mobil. benda pipih itu sudah berada di tangannya dia berniat ingin menghubungi putrinya.


"Ada apa ded?" tanya Maura setelah pangilannya terhubung.


"Apa! lalu bagai mana ke adaan nene," ucap Maura yang hampir menangis.

__ADS_1


"Dedy belum tahu dokter lagi meriksa,"


"sepuluh menit lagi Maura akan ke sana, aku menyelesaikan meeting terlebih dahulu,"ucap Maura dengan nada gemetar dia takut terjadi sesuatu dengan nenenya.


"Kamu tidak perlu kawatir, Dedy akan menjaga nene, kamu selesaikan terlebih dahulu pekerjaan kamu," ucap Marvel ponselnya iya masukan karena saat itu dokte sudah keluar.


"Apa yang terjadi," ucap marvel.


"Paman tidak perlu kawatir, ibu itu hanya kekurangan cairan, aku rasa lagi ada yang beliau pikirkan sebab itu tensinya begitu rendah," ucap Toni anak dari dokter Rian.


Marvel berpikir sejenak, memang dia tidak pernah berbicara dengan ibu mertuanya begitu lama lagi pula dia berpikir ibu mertuanya baik baik saja.

__ADS_1


"Apa dia sudah sadar?" tanya Marvel lagi.


"Belum, tapi paman tidak perlu kawatir jika obatnya berkerja beliau akan sadarkan diri, aku pamit jika ada sesuatu langsung pangil aku," ucap Toni membuat Marvel menganguk, setelah kepergian Toni Marvel masuk untuk melihat ke adaan mertuanya itu. marvel duduk di sebelah nya, orang yang sudah banyak membantu kini terbaring lemah di hadapannya, jangan sampai hal yang buruk terjadi dia tidak akan sangup melihat maura sedih.


__ADS_2