
hari ini Maura begitu kesal, bagai mana tidak tidurnya di ganggu oleh seseorang yang tidak tau diri sipa lagi kalau bukan isabel, masih pagi sekali sudah datang dan mengganggu dia yang masih tidur. Maura melempar bantal dengan begitu keras ke wajah isabel itu dia lakukan karena dia begitu kesal, Maura langsung bangun saat melihat reaksi isabel yang diam saja saat di lempar biasanya dia akan menarik kakinya dan mengajak ngajak rambutnya sampai kusut tapi kenapa sekarang dia diam saja. Maura langsung duduk menatapnya penuh tanda tandanya
"Ada apa? " tanya Maura bangun dari kasurnya. isabel belum menjawab biar Maura membersihkan wajahny terkebih dahulu. Maura langsung menghampiri isabel sambil membawa handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.
"Bayu, " ucap isabel dengan lirih.
"Apa kamu udah bertemu dengannya? " tanya Maura dengan serius. isabel hanya mengeleng pasar membuat Maura semakin penasaran.
"Kalau mau cerita yang jelas, bikin aku penasaran aja, " ucap Maura dengan sinis.
"Tadi malam aku datang ke rumahnya."
"lalu apa yang dia katakan? "
"Aku tidak bertemu dengannya, dia sudah pergi, " ucap isabel sambil menunduk, air matanya mengalir tanpa dia mau.
__ADS_1
"Apa maksud mu sudah pergi."
"Pada kenyataannya dia pergi meningalkan aku ra, sekarang aku bingung harus berbuat apa, janin yang ada di dalam rahim ku pun semakin besar, " tangisannya tumpah Maura mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
"Sekarang apa yang mau kamu lakukan, jangan menangisi kebodohan kamu sendiri, cinta boleh bodoh jangan," ucap Maura yang kesal melihat isabel terus saja menagis. mungkin seperti ini yang di takutkan dedynya banyak pria bajingan di luar sana sebab itu dia begitu di jaga. Dia harap arel tidak seperti pria di luar sana.
"Jadi apa yang kamu mau lakukan bel? " tanya Maura lagi.
"Entahlah," jawabnya dengan pelan.
Setelah isabel lebih tenang Maura menuju kamar mandi, lebih baik dia mandi sebentar namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara nene memangilnya.
"Muara!" pangil nene sambil mengetuk pintu.
"Ada apa ne?" tanya Maura saat pintu sudah di buka.
__ADS_1
"Ada seseorang mencari mu," ucap neneknya.
"Siapa?" tanya Maura heran.
"Entah lah, dia ada di ruang tamu, mandi sana nene akan buatkan kopi untuknya," ucapnya melangkah pergi.
"Ada apa?" tanya isabel.
Maura hanya mengangkat bahunya sambil berjalan menuju kamar mandi. siapa pria yang mencarinya?"
Maura mandi dengan cepat, dia penasaran siapa yang mencarinyanya, setelah sudah rapih Maura berlari meningalkan isabel yang sudah terlelap. namun sayang pria yang sudah menunggunya sudah pergi.
"Kemana pria itu ne? " tanya Maura.
"Dia sudah pergi ada urusan yang mendadak, dia hanya menitip salam buat kamu," ucap nene yang melangkah menjauh. Maura menjatuhkan bokongnya ke atas sofa, rasa penasaran begitu besar, siapa pria yang begitu berani datang ke rumahhya? siapa pun itu aku salut padanya sudah berani datang ke sini.
__ADS_1
Seketika dia teringat dengan arel rasa rindu begitu besar namun pria itu sampai detik ini belum menghubunginya, dia tidak akan menghubungi duluan sebelum arel yang memberi kabar.