
Beberapa orang sudah berada di dekat lokasi, itu merek lakukan untuk mengintai kediaman Marvel, dengan bekal selembar foto, merek yakin pekerjaannya akan berjalan sempurna.
Satu orang pria berjalan mendekati pagar, dia melihat situasi yang tampak sepi, itu karena Marvel sudah pergi ke kantor sedangkan putri masih berbaring di atas kasurnya.
"Masih terlihat sepi," ucap salah satu rekannya.
"Kita terlalu pagi untuk bergerak, mungkin mereka masih bergulung di bawah selimut." Ucapnya lagi dengan nada kesal.
"Kita hanya menjalankan perintah, kita tunggu saja sampai siang," ucap ketuanya.
Satu pohon yang cukup besar menjadi tujuannya, mereka akan menunggu dan melihat dari sana.
Putri yang merasa tubuhnya kurang sehat memutuskan hanya berbaring di atas kasur tanpa melakukan apapun. Entah kenapa akhir akhir ini perasaan nya selalu tidak enak. Apa karena kehamilannya sudah membesar?
"Putri," panggil bi darni sambil membawa segelas susu.
"Ada apa bu? Masuk aja," Putri bangun lalu bersandar.
Mendengar suara Putri, bi darni segera masuk, melangkah mendekatinya lalu meletakan susu di atas meja.
"Apa masih sakit?" Tanya bu darni seraya duduk di bibir ranjang.
"Entah kenapa akhir akhir ini perasaan ku selalu engak enak bu, aku takut terjadi sesuatu dengan Marvel," ucap putri sambil melihat ke arah bu darni.
"Mungkin hanya bawaan hamil, kamu jangan terlalu pikirkan takutnya malah pengaruh dengan bayi kamu, ini ibu buatin susu di minum dulu," ucap bu darni seraya mengambil susu."
"Kamu istirahat, Ibu mau ke pasar semua keperluan di dapur udah abis. Kalau ada apa - apa kamu langsung telepon ibu." ucap bi darni membuat putri menganguk.
__ADS_1
Setelah melihat keadaan putri, bi darni segera pergi ke pasar. Melihat seorang wanita paruh baya keluar rumah membuat tiga pria itu langsung bangun dari duduknya.
"Kenapa hanya wanita tua bos? Tanya rekannya.
"Jangan banyak bertanya!" Bentak bosnya dengan nada kesal.
"Lalu dia kita apakan bos?" Ucap yang satu rekan nya sambil menunjuk ke arah bi darni yang sedang berjalan kaki sambil menenteng tas belanjaan.
"Biarkan saja."
Marvel yang saat ini sedang berada di perusahaan terus saja merasa kawatir, perasaannya sama sekali tidak enak seperti terjadi sesuatu entah itu apa, dengan gelisah Marvel terus saja menghubungi putri namun sama sekali tidak di angkat itu membuat Marvel semakin terlihat kawatir. Kalau saja bukan meeting penting sudah dia tinggalkan sedari Tadi, menghubungi Bian jalan satu satunya untuk meminta bantuan.
Saat Marvel menghubungi Bian, laki laki itu sedang tidak melakukan apapun dengan segera Bian menuju ke rumah Marvel.
Melihat mobil berwama itam masuk ke halaman membuat tiga orang pria itu langsung mendekat, Sial, hanya seorang pria muda.
"Putri," panggil Bian setelah masuk.
"Apa putri baik baik aja?" ucap Bian melihat ke arah bi Darni dengan serius.
"Sekarang kurang baik, sedari pagi dia engak keluar kamar, kakinya sudah semakin bengkak jadi sakit untuk berjalan," ucap bi darni menjelaskan.
"Tuan mau minum?" Tanyanya.
"Boleh, tapi nanti aja, sekarang antar aku ngeliat putri."
Bi darni dan Bian sudah berada di depan pintu kamarnya.
__ADS_1
"Putri," panggil bi darni.
"Put, Putri,"panggil bi darni lagi namun belum ada jawaban membuat Bian dan bu darni saling pandang.
Tidak mendapatkan jawaban membuat bi darni dengan kencang mengetuk dan memanggil nama putri berkali kali.
Bian yang tidak bisa melihat situasi seperti ini dengan inisiatifnya sendiri mendobrak pintu kamar putri, dengan sekali tendangan membuat pintu itu terbuka dengan sempurna.
"Putri," Teriak bi darni yang melihat putri sudah tergeletak di bawah sana. Dengan cepat bi darni dan bian berlari.
"Tuan bagai mana ini? Put, bangun sayang, apa yang terjadi." Ucap bi darni sambil menangis.
"Bawa ke rumah sakit bi," ucap Bian berlari sambil menggendong putri. Bi darni pun ikut berlari mengikuti di belakang sambil menagis.
"Bi cepat," Teriak bian yang sudah berada di mobil.
"Hubungi Marvel bi," ucap Bian sambil mengendarai mobil.
"Bibi engak bawa hp," ucap bi darni yang udah panik.
"Pakai hp aku aja bi." bi darni mengangguk.
"Ha ... Halo," ucap bi darni saat sudah tersambung.
"Ibu, ada apa?" Tanya Marvel yang heran bu darni menghubunginya melalui ponsel Bian.
"Putri pingsan, sekarang ibu sama bian menuju rumah sakit," ucap bi darni sambil menagis.
__ADS_1
Mendengar itu Marvel langsung berlari, tidak peduli dengan mitingnya, yang ada di pikirannya sekarang putri dan calon bayinya.
Sedangkan tiga pria tersebut melihat seorang wanita di bawa masuk ke dalam mobil membuat mereka memutuskan untuk menyudahi pengintayannya.