Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan
extra prat


__ADS_3

Marvel sedang bersadar di bangku taman saat itu, Maura datang menghampirinya dengan senyum di wajahnya karena hari ini akhir pekan dia tidak melakukan apapun.


"Apa yang sedang kau lakukan di sini ded?" tanya Maura duduk di sana.


"Tidak, Dedy hanya rindu dengan momy," jawab Marvel dengan tersenyum tipis.


"Jangan seperti itu ded, Momy sudah di takdirkan untuk pergi, lagi pula momy sudah bahagia di sana jangan membuat momy sedih dengan melihat dedy seperti ini," ucap Maura.


"Dedy hanya berpikir kenapa momy pergi begitu cepat, setelah momy pergi meningalkan dedy sekarang kamu mau pergi," ucap Marvel dengan sendu.


"Hai apa yang dedy katakan, aku tidak mungkin meningalkan dedy, aku ini anak dedy bukan, jadi apapun yang terjadi aku tidak akan meningalkan dedy," ucap maura memeluk lengan Marvel.


"Jadi sejak kapan kalian menjalin hubungan?" tanya Marvel. dia ingin tahu jawaban dari maura.


Setelah berpikir semaleman Marvel memutuskan untuk tidak terlalu posesif pada Maura sekarang dia tidak akan melarang maura berhubungan dengan siapa pun selagi pria itu baik. dia tidak mau dengan sifatnya yang seperti itu membuat Maura membenci dirinya.

__ADS_1


"Sudah satu tahun ded," jawab Maura dengan menunduk. dia tahu ayahnya pasti kecewa.


"Jadi selama ini kamu sudah bohong sama dedy," ucap Marvel mencubit hidung Maura.


"Maaf," ucap maura memeluk marvel.


"Dedy melarang kamu untuk berpacaran hanya menjaga kamu supaya tidak mudah tertipu oleh laki laki, jika Arel adalah pria yang tepat buat kamu dedy ijinkan tapi jika dia sedikit saja membuat kamu menagis jangan harap dia bisa hidup dengan tenang," ucap Marvel dengan serius.


"Terima kasih dedy, aku yakin Arel pria yang baik," ucap Maura. Di tempat laim bi darni datang dengan tersenyum sambil membawa teh untuk kedua orang yang sudah begitu menyayaginya.


"Lebih asik sambil menikmati secangkir teh," ucap bi darni sambil tersenyum.


"Ded hari ini aku ingin menemui Arel apa boleh?" ucap maura takut.


"Boleh tapi dedy ikut," celetuk marvel membuat maura tersedak karena saat itu dia sedang meminum tehnya.

__ADS_1


"Apa yang dedy mau lakukan!" ucap maura.


"Dedy hanya bercanda," ucapnya sambil tertawa.


Biarkan saja apa yang mau Maura lakukan selagi dia bisa menjaga dirinya, lihat saja jika Arel membuat maura menagis atau terluka sedikit saja jangan harap dia bisa selamat. selama keperian putri marvel semakin menjadi pria yang serius dan menakutkan. Maura yang mendapat ijin begitu senang sampai memeluk bi darni begitu erat. hubungannya dengan Arel sudah mendapat lampu hijau jadi tidak perlu menunggu lagi.


Mobil sudah di jalankan sebelum bertemu Arel maura memutuskan untuk bertemu isabel terlebih dahulu, sebelum Maura bicara dengan marvel isabel sudah memintanya datang ke sana, entah apa yang mau anak itu bicarakan?


Maura sudah tiba di sana, dia sudah sering datang jadi semua orang yang ada di rumah itu sudah mengenalnya.


"Aunty Dewi," sapa Maura setelah masuk.


"Halo sayang," jawab dewi memeluk maura.


"Ada yang perlu aunty bantu?" tanya dewi.

__ADS_1


"Tidak, aku ingin bertemu isabel, di mana dia aunty?"


"Dia ada di kamar, pergi lah temui anak itu, enatah ada apa dengannya dari pagi belum keluar kamar." ucap dewi. maura melangkah meningalkan dewi yang sedang menikmati kuenya


__ADS_2