Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan
semangkuk sup


__ADS_3

beberapa hari telah berlalu putri sudah mulai terbiasa mengerjakan semua pekerjaan rumah Marvel terlihat dari apa yang sedang dia lakukan sekarang.


"Sayang banget rumah sebesar ini cuma di isi sendiri, apa Marvel tidak punya soudara lagi?" gumam Putri manik matanya masih menyusuri ruangan tersebut.


Marvel yang sedang bersantai menikmati sore hari tiba tiba teringat dengan ke dua orang tuanya.


"Andai momy sama dedy di sini bersama Marvel, aku engak mungkin kesepian kaya gini." ucap Marvel sendu.


Putri yang sedang berjalan meyusuri lorong didalam ruangan tersebut begitu kebingungan sudah begitu lama iya berjalan tapi belum juga melihat Marvel.


"Kemana pergi nya tuh orang?


dari tadi gw cari cari engak ketemu juga," gerutu Putri kesal.


"lah itu dia orangnya lagi ngelamun di situ, kesambet jin baru tau rasa dia," ucap Putri


kesal.


"Tuan sedang apa di sini?" tanyanya setelah sudah memdekat.Marvel tidak menjawab ia hanya melirik sekilas lalu kembali menatap lurus kedepan.


Putri yang merasa di abaikan memilih mengutarakan niatnya.


"Tuan pekerjaan saya sudah selesai, saya izin pulang," ucap Putri seraya melangkah pergi.

__ADS_1


''Duduk lah dulu," ujar Marvel menunjuk bangku yang berada di sampingnya.


"lah ini mah beneran kesambet," batin Putri. ia bingung kenapa Marvel menyuruhnya untuk duduk.


"Tidak usah sungkan, duduk lah di sini," Marvel kembali menunjuk sofa di sebelahnya.


Mau tidak mau Putri pun duduk bersebelahan dengan Marvel walupun iya begitu risih.


"Berapa usia mu?" tanya Marvel setelah Putri mendaratkan pantatnya dibangku.


"Buat apa Tuan menayakan usia saya." ujar Putri yang merasa heran dengan sikap majikan nya tersebut.


"Dimana kamu tingal? apa kamu mempunyai keluarga?" bukannya menjawab Marvel malah mengajukan pertanyaan lagi.


"Anggap saja seperti itu, sekarang kamu tinggal menjawabnya." seloroh Marvel seraya meminum tehnya.


Tidak mau berlama lama dengan pria menyebalkan tersebut, akhirnya Putri memilih menjawabnya. "Usia saya sudah 19 tahun, saya tinggal bersama bi Darni.


"Masih sangat muda," ucap Marvel dalam hati.


"Sudah kan? saya izin pulang," ucap Putri seraya bangun dari duduknya.


"Tunggu!"

__ADS_1


"Ada apa lagi?" protes putri kesal.


"Buatkan aku sup." Putri mengerutkan dahinya. apa dia sedang sakit?


Putri akhirnya kembali menuju dapur dengan perasaan kesal.


"Apa dia sakit ya," gumam Putri.


Tidak membutuhkan waktu lama sup pun sudah berada di dalam mangkuk, dengan hati hati Putri membawanya menuju di mana Marvel berada.


Setelah sampai Putri melihat wajah Marvel sejenak.


"Tuan, anda tidak apa apa?" tanya Putri pasalnya wajah Marvel begitu pucat.


"Aku hanya sedikit tidak enak badan," jawab Marvel mengambil sup yang di berikan Putri.


"Aku mau ke kamar, bila mau pulang pulang lah," ucap Marvel melangkah pergi dengan membawa satu mangkuk sup.


Putri hanya diam mematung melihat kepergian majikannya itu. apa ia tega meningalkan orang yang sedang sakit sendiri di rumah sebesar ini? akhirnya Putri memutuskan untuk tetap berada di rumah Marvel sampai melihat majikannya itu membaik.


Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore namun Marvel belum juga keluar dari kamarnya, Putri sangat bosan akhirnya ia memutuskan untuk menonton televisi tanpa terasa Putri pun terlelap di sofa.


Marvel yang baru bangun dari tidurnya memutuskan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air minum, langkahnya tiba tiba terhenti setelah melihat gadis cantik yang sedang tertidur pulas di atas sofa.

__ADS_1


Marvel mengeryitkan dahinya. " Kenapa dia masih di sini?"namun Marvel membiarkan putri tidur di sana tanpa membangunkannya.


__ADS_2