
"Maaf mba aku ingin resign," Putri sudah memikirkan masalah pekerjaannya sedari lama. mengundurkan diri dari pekerjaan yang selama ini sudah membuat hidupnya lebih baik adalah keputusan yang tepat.
"Loh kenapa Put? apa gaji yang gue kasih ke loe kurang," Mba Gina yang begitu terkejut mendengar penuturan Putri langsung bangun dari duduknya pindah bersebelahan dengan Putri.
"Engak ko mba, gaji yang mba kasih sudah cukup."
"Lantas."
"Ada masalah yang aku engak bisa cerita ke Mba."
"Bila itu udah keputusan loe, gue bisa apa."
"Makasih ya mba udah nerima gue kerja di Cafe selama ini, makasih banyak," Mba Gina memeluk Putri mengusap rambutnya dengan lembut." bila perlu bantuan ke mari lah dengan senang hati gue akan membantu loe."
Putri menganguk masih di dalam pelukan Gina hinga akhirnya mereka melepaskan pelukannya.
"Makasih banyak ya mba." Gina hanya tersenyum menanggapinya, sementara di luar sana Dewi tampak penasaran apa yang telah di bicarakan oleh putri dan atasannya itu.
Entah sudah berapa kali dia mondar mandir di depan pintu ruangan itu saking penasarannya. begitu lah dewi bila rasa keponya sudah datang.
Dewi sedang bersandar di daun pintu berniat ingin menguping pembicaraan kedua manusia tersebut. namun tanpa dia duga pintu terbuka membuat dewi terhuyung ke belakang dan jatuh terjungkal.
"Aw," pekiknya mengelus bokong yang terbentur lantai.
"Dewi, apa yang sedang loe lakuin?" mba gina mantap dewi dengan tajam sedangkan yang di tatap hanya cengegesan sambil berusaha berdiri. Putri hanya geleng geleng melihat tingkah sahabatnya ini.
"Ngapain si loe, lama banget di dalem?" tanya Dewi setelah mba gina pergi.
"Kepo." jawab putri berlalu pergi.
"Idih engak asik loe." Putri hanya terkekeh geli melihat raut wajah Dewi.
__ADS_1
"Selesaikan dulu kerjaan loe, nanti gue cerita semuanya," ucap Putri menekan kata semuanya.
"Siap."
Putri memutuskan untuk menunggu Dewi. dia duduk di bangku paling ujung memesan satu cangkir kopi untuk menghilangkan rasa ngantuk yang tiba tiba saja menyerang.
Marvel yang sedari tadi menunggu Putri datang sudah mulai gelisah pasalnya sekarang sudah jam 10 pagi kenapa gadis itu belum juga datang.
Zoe yang sedari tadi memperhatikan Marvel kini mulai gusar pasalnya jm 11 siang ada meeting penting tapi bos nya ini malah mondar mandir tidak jelas.
"Vel kita nunggu siapa?"tanya zoe
"Putri." jawabnya singkat.
Zoe mengeryitkan dahinya untuk apa Marvel menunggu pembantunya itu.
"Pembantu loe?"
"Kita ada meeting vel jam 11, nantin juga pembantu loe itu datang sendiri," geram Zoe.
Marvel berpikir sejenak hinga akhirnya dia pergi ke perusahaannya.
"Ayo," ajaknya melangkah pergi.
Mobil berwana silver tersebut sudah tiba di gedung perusahaan yang bertuliskan Lee grup.
baru saja masuk ke dalam perusahaan dia sudah mendapati tamu yang tidak di undang.
Jeny yang sedang duduk menunggu Marvel seketika berdiri setelah melihat laki laki yang sedari tadi dia tunggu sudah datang.
"Vel," panggil Jeny seraya melangkah mendekatinya.
__ADS_1
"Ada apa?" jawabnya sinis.
"Aku minta maaf," ucap Jeny dengan wajah menunduk.
"Aku sudah memaafkan mu, bukan?"
"Aku mau kita seperti dulu, aku masih sangat mencintai kamu Vel."
"Zoe," pangil Marvel yang sudah mulai kesal. dengan sigap Zoe menghampirinya.
"Aku tunggu kau di ruangan." seloroh Marvel melangkah pergi.
"Marvel Lee," panggilnya. Jeny tidak menyangka bila Marvel akan mempermalukan dirinya seperti ini.
"Silahkan pergi nona," usir Zoe dengan senyum tipis di bibirnya.
"Lihat saja nanti Marvel Lee, kau tidak akan semudah itu lepas dari genggaman ku," gumam Jeny melangkah pergi.
Putri yang sudah terlalu lama berada di Cafe segera menghampiri Dewi yang sedang menyiapkan beberpa makanan.
"Wi, gue harus pergi." ucap putri.
"Tunggu sebentar lagi."
"Nanti malam aja gue cerita, sekarang gue harus pergi kerja, pasti majikan gue udah nunggu." ujar Putri melangkah keluar Cafe.
"Hati hati."
Tidak butuh lama Putri sudah sampai di rumah Marvel. rumah yang sudah membuat masa depannya hancur.
Dengan malas Putri membuka pintu, Marvel sengaja tidak mengunci pintunya. kaki jenjangnya memasuki ruangan mewah tesebut.
__ADS_1
Wanita cantik tersebut menghela napas sejenak manik matanya mencari sosok pria yang sudah mengambil ke sucianya.