Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan
usaha Jeny


__ADS_3

Wanita yang masih terbaring di atas ranjang, kini mengerjap-ngerjapkan matanya. Melihat sekeliling ruangan mencari keberadaan sang suami.


Kak Marvel kemana?


Wanita cantik itu bangun dari tempat tidurnya. Bola matanya tertuju melihat jam yang terpasang di dinding kamarnya, waktu sudah menunjukan pukul sepuluh siang. Putri beranjak dan masuk ke dalam kamar mandi. Usai membersihkan diri, ia lantas turun ke lantai bawah. Karena dirinya sudah merasa lapar.


Sesampainya di bawah, Putri melihat Bu Darni yang sedang duduk menonton televisi. Perlahan, ia berjalan mendekatinya. Bu Darni yang sedang fokus menonton, pun tak sadar dengan kedatangan Putri.


"Bu!" sapa Putri.


Manik mata wanita paruh baya itu melihat ke arahnya."Kamu sudah bangun?"


Putri hanya tersenyum sebagai jawabannya.


"Bu, Kak Marvel ke mana?" tanyanya seraya duduk di sebelah Bu Darni


"Tuan Marvel pergi ke kantor, Put"


"Owh," jawabnya singkat.


"Ibu sudah membuat makanan untukmu. Lebih baik kamu makan. Bukankah tenagamu sudah habis.” Bu Darni seraya menggedipkan sebelah matanya bermaksud untuk menggoda Putri.


"Apaan sih, Bu," ucap Putri tersenyum malu-malu." Apa Ibu sudah makan?"


"Belum kamu duluan aja. Ibu lagi seru nonton sinetron itu," ucap Bu Darni menunjuk acara televisi.


Putri bangun dari duduknya. Perutnya sudah terasa lapar, lebih baik ia makan terlebih dahulu.

__ADS_1


"Jangan sampai lupa makan Bu. Nanti gara-gara sinetron Ibu sakit," ucap Putri berjalan menuju meja makan.


**


Perusahaan Lee grup.


Marvel yang sedari tadi mengerjakan pekerjaannya, kini menghentikan kegiatannya. Ia merentangkan tangannya sejenak, menghilangkan rasa pegal-pegal di sekujur tubuhnya. Pria itu menyadarkan kepalanya di sandaran kursi sembari memejamkan mata. Entah kenapa tiba-tiba dirinya teringat kegiatan panasnya bersama Putri semalam.


Mulai hari ini gue mencoba mencintainya.


Sesaat kemudian ia tersentak kala mendengar suara pintu di buka secara tiba-tiba. Joe muncul dari balik pintu tersebut.


Tatapan tajam Marvel membuat Joe menelan salivanya dengan susah.


"Ada apa?"


"Kamu, mau apa?" tanya Marvel menatap nggeri asisten sekaligus sahabatnya itu.


"Mau berbisik." jawabnya cepat.


"Tidak perlu, disini cuma ada kita berdua." ucapnya sinis.


Joe mengaruk-garukan kepalanya yang tidak gatal. Kenapa ia melakukan hal sebodoh itu. batin.nya.


"Cepat katakan ada apa?" Marvel mulai geram, pasalnya Joe hanya diam saja sedari tadi.


"Di depan ada nona Jeny." ucap laki-laki itu dengan cepat.

__ADS_1


"Mau apa dia? Jangan biarkan dia masuk Joe."


"Sesuai perintah bos." ucap Joe berjalan keluar ruangan.


Setelah melihat Joe keluar Jeny berjalan mendekatinya.


"Kenapa kau lama sekali." gerutu Jeny.


Joe hanya diam tanpa niat menjawabnya.


"Minggir aku mau masuk." ucap Jeny mendorong pelan pria itu.


"Maaf, nona. Anda tidak di perbolehkan masuk." cegah Joe.


"Apa maksud mu. Aku tidak diperbolehkan masuk." geram Jeny.


"Lebih baik anda keluar, karna Bos Marvel tidak bisa di ganggu." ucap Joe sinis.


"Aku tidak mau."


"Keluar, atau skurity yang menarik anda." ucap Joe geram.


"Ck, menyebalkan." ucap Jeny melangkah meninggalkan Joe yang masih berdiri di tempatnya.


Sementara Marvel yang melihat dari dalam ruangannya. Bernapas lega paska melihat wanita yang melangkah meninggalkan kantornya.


Jeny yang sangat emosi langsung masuk kedalam mobilnya. wanita itu mengendarai Mobil dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


dengan cepat Ia menghubungi seseorang.


__ADS_2