Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan
susu dingin


__ADS_3

Sinar matahari pagi begitu menyilaukan, namun tidak membuat sepasang suami istri itu terbangun dari mimpi indahnya.


Putri dan Marvel masih terlelap setelah melewati malam panas yang telah mereka lalui.


Semenjak Siska menginap di rumahnya, Putri semakin manja kepada suaminya. Marvel tahu benar, apa yang membuat istrinya bersikap seperti itu.


Putri mengerjap-ngerjapkan matanya, melihat suaminya yang masih terlelap di sampingnya. Ia tersenyum lalu mengecup kening Marvel lalu beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum suaminya terbangun.


Selesai dengan ritual mandinya, ia bergegas turun ke lantai bawah terlebih dulu, meninggalkan suaminya yang masih terlelap. Perlahan-lahan Putri menuruni anak tangga, dilihatnya Siska sedang menikmati sarapannya seorang diri.


Dengan santai Putri menghampiri Siska lalu menarik kursi dan duduk bersebelahan dengannya. Putri mengambil sepotong roti dan segelas susu yang sudah disiapkan Bi Darni. Ia menikmati makanannya dalam diam.


"Sis!" panggil Putri.


Mendengar namanya dipangil, sontak membuat Siska mendongakkan kepalanya melihat Putri.


"Ada apa?" jawabnya singkat.


"Apa kamu sudah menemukan apartemen yang cocok? Ini sudah tiga hari loh kamu di sini," ucapnya seraya meletakan segelas susu yang sudah ia minum.


Mendengar penuturan Putri membuat Siska menghentikan makannya. Ia menatap Putri dengan intens.


"Apa kamu keberatan aku berada di sini?" selidik Siska.

__ADS_1


"Jelas aku keberatan!" timpal Putri.


"Ck, Marvel saja tidak masalah, kenapa kamu yang keberatan? ini rumah Marvel bukan rumahmu!”


Mendengar jawaban Siska membuat Putri terdiam, benar yang dikatakan wanita itu, suaminya saja tidak keberatan wanita ini tinggal bersamanya.


Melehat Putri terdiam membuat Siska tersenyum dengan licik.


"kita lihat saja sampai kapan kalian akan bersama," ucap siska dalam hatiya.


Siska meninggalkan Putri yang masih terdiam, ia melangkah masuk ke kamarnya. Sedangkan Putri sudah tidak berselera untuk melanjutkan sarapannya.


Marvel tersenyum melihat istrinya yang sedang menikmati sarapan paginya lalu menghampirinya.


"Pagi Sayang." Marvel mengecup pucuk kepala istrinya, lalu duduk di sebelahnya.


"Tidak perlu, aku minum ini aja," ucap Marvel tersenyum.


"Tapi itu sudah dingin Kak," sahut Putri.


"Tidak masalah," ucapnya meneguk habis susu yang sudah dingin itu.


Marvel bangun, kemudian merapikan jasnya. Putri pun beranjak dari duduknya untuk membantu merapikan dasi yang melingkar di leher suaminya.

__ADS_1


"Kak!"


"Ada apa sayang?"


"Aku, ikut," ucapnya manja.


Semenjak Siska menginap di rumahnya, Putri memang selalu ikut Marvel pergi ke kantor. Ia malas berinteraksi dengan wanita itu jika harus tetap tinggal di rumah.


"Sebaiknya kamu dirumah saja,"ucapnya lembut.


"Tapi aku ingin ikut, Kak," rengek Putri.


"Kamu tidak apa-apa aku tingal di kantor? soalnya jam sepuluh lewat lima belas menit aku ada meting," ucapnya mengelus lembut rambut istrinya.


Putri memanyunkan bibirnya mendengar penjelasan sang suami.


"Kalau kamu bosen dirumah, kamu boleh menemui bunda iren," suruhnya.


Mendegar Marvel menyebut Bunda iren sontak membuat Putri tersenyum dengan senangnya.


"Yasudah, kamu hati-hati, jangan pulang terlambat," selorohnya mencium tangan suaminya.


"Ia,bawel," jawabnya mengacak-ngacak gemas rambut sang pujaan hatinya

__ADS_1


"ikh Kakak, rambut aku," Putri memanyunkan bibirnya, Marvel malah tertawa melihat reaksi sang istri yang menurutnya mengemaskan itu.


bersambung


__ADS_2