
Arel sudah berada di bandara saaat ini, dia tidak memberi tahu Maura jika dia sudah kembali. dia ingin menemui Maura langsung di rumahnya sedikit menberi kujutan tidak salah bukan.
Koper di seret namun langkahnya terhenti ketika melihat tante mery sudah menungunya, melihat itu wajah arel terlihat tidak senang, untuk apa wanita itu ada di sini?
"Untuk apa tante berada di sini?" tanya arel dengan sinis.
"Kamu tidak lupa bukan, kita ini sepasang kekasih," ucap tante mery sambil memeluk arel, sial dia lupa jika sudah menjadi simpanan wanita ini.
Arel diam saja saat tante mery merangkul lengannya dengan mesra, dia berjalan di mana mobil berwarna coklat sudah terparkir di sana.
"Sory Tan, aku sangat lelah," tolak arel dengan alus, di tau apa yang di inginkan wanita itu.
__ADS_1
"Istirahat di rumah ku," ucap tante mery masuk ke dalam mobil, percuma dia menolak wanita seperti tante mery tidak bisa di permainkan.
Niat ingin memberi kejutan untuk Maura dia batalkan, besok dia akan datang menemui Maura setelah dari rumah tante mery.
"Bagai mana ke adaan ibu mu?" tanya tante mery sambil memainkan rambut arel.
"Sudah lebih baik tetapi masih harus dalam pengawasan dokter, Terima kasih berkat uang yang tante berikan bisa membuat ibu ku sembuh, " ucap arel, tidk dia pugkiri walau pun uang yang dia berikan ada timbal baliknya itu semua berkat tante mery.
Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama mereka sudah berada di depan pintu, ya arel ikut bersama mery ke rumahnya, koper di bawa masuk arel merebahkan dirinya di sofa sungguh hari yang sangat melelahkan.
Tante Mery membawakan segekas air hangat dia tahu arel begitu lelah, sebab itu dia memberikan segekas air agar thbuhhya sedikit rilexs.
__ADS_1
"Segeralah mandi, tante tunggu di dalam," hcap tabte mery menuju kamar, arel diam saja matanya mentap tante mery sampai masuk ke kamarnya. apa dia harus melakukannya lagi jika iya di sudah benar benar menngti Maura. jika Maura mengetahui semua ini dia pastikan maurabtidk akan memaafkan dirinya.
Tanpa tahu arel sudah balik ke Indonesia Maura sedang bersenag senang bersma bi darni di sebuah mall terbesar di jakarta, berdiam diri di rumah sungguh sangat membosankan. walaupun dia tahu bi darni bukan lah nenenya tetapi di begitu menyanyagi bi dari layaknya nene nya sendiri, di rawat dari kecil oleh wanita yang berada di sampingnya membuat Maura begitu menyaygi bi darni.
"Ne bagai mana jika kita membeli ice krim, " ajak Maura menarik tangan nene nya dengan pelan. Sebuah ice krim sudah berada di tangan, Maura membawa bi danri duduk di tempat kosong sambil menikmati es krimnya.
"Ne, apakah suami nene masih ada?" pertanyaan Maura membuat bi danri begitu terkejut untuk apa Maura menayakan hal demikian.
"Entahlah nene juga tidak tahu," jawab bi darni sambil memasukan es ice ke dalam mulutnya.
"Apa maksud nene tidak tahu, apa kakek sidah lama menngal," tanya maura, dia penasaran dengan suami nene nya dari dulu Marvel hanya menceritakan tentang momy sama nene saja tidak dia sama sekali membicarakan perihal suami Hi darji hal itu membuat Maura penasaran.
__ADS_1