Menikah Dengan Majikan

Menikah Dengan Majikan
akhirnya


__ADS_3

Usai perbincang dengan Bi Darni. Putri memutuskan untuk masuk ke kamar dan menemui suaminya. Sedangkan Marvel, ketika mendengar suara pintu dibuka dia langsung memejamkan mata Marvel bingung harus bersikap seperti apa di depan putri.


Perlahan putri berjalan menghampiri suaminya. "Pasti sangat capek kamu, Kak," gumamnya pelan kemudian mematikan lampu dan mengantinya dengan lampu tidur hingga memberikan cahaya temaram pada ruangan itu.


Putri merangkak naik ke atas tempat tidur sebelum akhirnya dia berbaring di samping Marvel dengan posisi membelakangi pria itu dan mulai memejamkan matanya. Tak menunggu lama, Putri yang memang sudah mengantuk pun sudah terbawa ke alam mimpi membuat Marvel membuka matanya seraya menatap punggung istrinya itu sebelum kemudian perlahan-lahan dia menggeser tubuhnya agar mendekat ke arah tubuh mungil yang terbungkus selimut itu dan memeluknya dari belakangan. Tak ada pergerakan dari Putri, membuat Marvel mengeratkan pelukannya hingga dia masuk menyusul istrinya ke alam yang sama.


Entah kenapa melihat putri malam ini membuat tubuh Marvel begitu berbeda, apa dia sudah tergoda dengan tubuh putri, Marvel tidak mengelak sama sekali jika dia memang menginginkannya, pria mana yang akan tahan jika tidur satu ranjang dengan wanita tanpa melakukan apapun.


Waktu sudah menunjukan pukul 4.30. Putri merasa tubuhnya terasa berat. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya menyesuaikan irish hitam miliknya dengan cahaya yang masuk melalui celah-celah gorden. Seulas senyum dia sematkan di bibirnya yang ranum kala melihat tangan Marvel yang melingkar diperutnya.


Dengan perlahan ia memindahkan tangan kekar itu dan melatakkanya di bawah sebelum kemudian ia beranjak dari sana menuju kamar mandi. Setelah dirasa cukup untuk membersihkan dirinya, ia keluar dari sana menggunakan pakaian rumahan dan handuk yang membungkus basahnya. Dilihatnya Marvel masih terlelap, pun ia menghampiri suaminya itu.


"Kak! Bangun ...," panggil Putri sembari mengguncang pelan pundak suaminya. "Kak, sudah pagi."


"Emmm," Marvel menggeliat kesana-kemari.


"Ayo bangun Kak," ajaknya menarik tangan Marvel. Bukannya bangun, Marvel malah menarik Puti hingga terjatuh di dada bidangnya.


Sejenak mata mereka beradu pandang. Marvel yang memandang Putri dari bawah, seketika merasakan panas di sekujur tubuhnya. Bagaimana tidak, wangi sabun dan sampo yang menempel di tubuh istrinya begitu mengoda. Marvel yang sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi, langsung me*umat bibir merah istrinya itu.


Putri yang mendapatkan ciuman mendadak hanya diam tanpa membalas. Ia terlalu terkejut dengan serangan fajar dari Marvel barusan. Merasa tidak ada balasan, Marvel melepaskan ciumannya. Ia memandang wajah Putri yang sudah merah merona menahan malu.


Wanita cantik itu bangun dari tubuh suaminya lalu duduk dipinggir ranjang. Marvel yang masih berbaring kini ikut duduk. "A-apa aku boleh melakukannya sekarang?" tanya Marvel hati-hati.

__ADS_1


Putri hanya diam tidak menjawab. Sedetik kemudian ia mengganguk malu-malu. Pria yang sudah terbakar gairah itu tidak memperdulikan lagi tentang perasaannya. Ia langsung mencium bibir Putri. Perlahan namun pasti wanita itu mulai bisa mengikuti permainan bibir suaminya. Merasa Putri sudah lebih rileks, ia mejalarkan lidahnya masuk ke dalam dan mengabsen keseluruhan di dalam sana. Pertautan lidah terjadi cukup lama membuat Putri nyaris kehabisan napas.


Marvel melepaskan ciumannya. Ia ganti menjelajahi pipi, dagu hingga leher wanita sementara tangannya pun tak henti berkeliaran di dada sintal milik Putri yang masih terbungkus bra warna hitam. Lenguhan tertahan, lolos begitu saja dari mulut Putri. Marvel yang mendengar pun, menggila untuk mejamahi tubuh istrinya. Ia menyelipkan tangannya kebelakang untuk membuka pengait bra dan dengan sekali gerakan, terlepaslah semua penghalang tersebut begitu juga pakaian yang baru saja dikenakan istrinya itu membuat Marvel bebas menjelajahi dengan lidahnya secara bergantian.


Putri hanya bisa pasrah berada di bawah kungkungan suaminya dan menikmati permainan yang diberikan olehnya. Lalu, ia terkesiap saat tangan suaminya menyentuh bagian sensitifnya yang paling inti dan mulai bermain-main disana.


“Emmhh.” Kedua tangan Putri refleks mencengkeram kepala Marvel seakan meminta lebih dari perlakuan suaminya itu padanya. Tak memakan waktu yang lama, tubuh Putri bergetar hebat. Ia sudah mencapai puncak kenikmatannya yang pertama.


Marvel menghentikan sejenak kegiatannya untuk melihat istrinya itu. “Keluarkan aja, Sayang. Jangan di tahan,” ucapnya dengan suara serak menahan gairah.


Putri mengangguk sembari mengatur napasnya yang tersengar akibat permainan panas suaminya. Marvel berdiri dan melucuti semua pakaiannya. Melihat pemandangan itu, Putri memalingkan wajah yang makin merona menahan malu.


“Sayang, kamu siap?” Suara Marvel terdengar serak, ia dilanda gairah yang tertahan sejak tadi. Kali ini, pria itu sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya, ia butuh pelepasan saat ini juga.


“Aku akan melakukannya dengan lembut.”


Marvel kembali menciumi seluruh wajah istrinya sementara bagian tubuhnya yang lain mulai mengarah ke bagian inti istrinya. Perlahan namun pasti, Marvel berupa menembusnya walau susah payah.


“Akhh--.”


Teriakan Putri terhenti kala Marvel membekapnya dengan bibirnya. Air matanya seketika menganak sungai akibat sakit yang luar biasa di bagian ‘itu’. Marvel menghentikan gerakan pinggulnya agar istrinya itu mulai terbiasa menerima benda sing yang masuk ke dalam tubuhnya.


Saat dirasa Putri sudah lebih baik, ia mulai menggerakkan pinggulnya seirama. Napas keduanya sama-sama berat, diiringi dengan ******* kecil yang menggelitik di telinga mereka. Sungguh sangat menggairahkan percintaan ini.

__ADS_1


Entah berapa lama pergumulan itu terjadi. Pun berkali-kali Putri mencapai puncaknya. Wajah Putri mulai memucat. Jika Marvel tidak menghentikannya sekarang, bisa dipastikan istrinya itu akan pingsan saat ini juga.


Marvel memacu gerakannya lebih cepat dengan irama yang tak lagi beraturan. Sepersekian detik kemudian, tubuhnya bergetar hebat diiringi oleh erangan yang kuat. Ia telah berhasil mencapai puncaknya. Dan disaat itulah, Marvel menyemburkan benihnya ke dalam rahim wanita yang akan menjadi ibu bagi anak-anaknya kelak.


"Terima kasih, Sayang." Marvel membenamkan ciumannya di kening Putri.


Putri tak kuasa membalas ucapan suaminya, ia sudah terlalu lelah. Bahkan mengangguk saja, tak mampu ia lakukan. Ia sudah terbuai di alam mimpi kala Marvel menyudahi aksinya.


"Tidurlah sayang. Aku akan mencoba mencintaimu.” Ia kembali mengecup kening istrinya. Lalu beranjak masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


***


Marvel sudah duduk di salah satu kursi meja makan. Terlihat kini ia sudah rapi dengan setelan kantornya. Wajah yang biasa datar kini tampak lebih segar dan berseri seperti baru saja mendapatkan vitamin tambahan untuk penambah semangatnya pergi bekerja.


"Pagi, Tuan," sapa Bi Darni dengan tersenyum.


Marvel hanya tersenyum tanpa membalas.


Laki-laki itu bangun dari duduknya. "Oya, Bi, nanti kalau Putri sudah bangun katakan aku sudah berangkat," pesannya.


"Baik, Tuan."


Marvel berjalan keluar rumah, pak Joko yang sudah menunggu kini membukakan pintu untuk majikannya itu.

__ADS_1


__ADS_2