Menikah Remaja

Menikah Remaja
DUA BELAS


__ADS_3

Satu minggu kemudian....


Setelah insiden tendangan dipintu kamar bayinya dan Sera tahu pelakunya adalah Ardan, dirinya memilih pergi kerumah bundanya dengan membawa Saina, hatinya terlanjur sakit dan dia kesal dengan segala tuduhan suaminya.


Sebagai orang tua, baik orang tua Ardan maupun Sera memilih untuk tidak ikut campur rumah tangga anak mereka, bahkan ketika Sera dan Saina datang dengan alasan menginap, orang tua Sera menerima tanpa banyak pertanyaan, karena mereka sudah tahu keributan yang terjadi dari mama Ardan.


" Ser....ini dedek mau mimik " panggil bunda pada Sera yang sedang mandi.


" Bentar bun nanggung " teriak Sera.


" Buruan Ser....kasian dedek nangisnya kenceng banget " teriak Bunda lagi.


Sera terpaksa menyudahi ritualnya dikamar mandi, dengan masih berbalut kimono handuk Sera lalu menghampiri Saina dan langsung mengambilnya dari Bunda untuk segera disusuin.


" Kasian anak mommy, haus ya nak? " ucap Sera sambil membelai kepala putrinya yang sedang asik menyusu.


Bunda menatap putri semata wayangnya yang dulu masih kecil kini sudah menjadi seorang ibu menjadi terharu, walaupun Sera masih berstatus pelajar tetapi dirinya mampu membagi waktu untuk Saina, bahkan ketika sedang mengerjakan tugas sekolahnya terkadang Sera terpaksa sambil memberikan asi dikala Saina rewel.


Sedangkan Ardan yang sibuk sekolah sambil mengurus Cafe pribadinya kini sudah memberikan nafkah untuk istri dan anaknya, bahkan untuk biaya sekolah Sera juga ditanggung dipundaknya


Pemandangan itulah yang membuat orang tua mereka memilih tidak ikut campur karena berfikir bahwa mereka sudah cukup mengerti kehidupan rumah tangga.

__ADS_1


Setelah memberikan asi dan Saina terlelap, Sera memakai bajunya lalu menuju meja makan karena sehabis menyusui dirinya pasti lapar.


" Lapar Ser? " tanya Bunda.


" Iya bun, dedek kuat nyusunya jadi Sera cepet laper lagi " jawab Sera tanpa beralih pandangan dari piringnya.


" Apa kalian baik-baik saja? " tanya bunda lagi.


Sera gelagapan dengan pertanyaan bunda, " Maksud bunda? " Sera balik tanya.


" Ser....kalau kalian ada masalah selesaikan jangan kabur, bunda bukannya melarang kamu menginap disini, tapi kalau kamu menginap karena kabur dari Ardan maka bunda menolak keras kamu menginap disini " penjelasan bunda sedikit keras pada Sera.


" Bun...." panggil Sera sambil bergetar.


Bunda membiarkan Sera menangis tanpa menyuruhnya diam, karena dengan menangis maka hati kita akan sedikit lega.


" Menangislah kalau kamu memang mau menangis, jangan kamu tahan, bunda mau setelah ini kamu pikirkan sikap kamu, dengan membawa Saina pergi dari sana bukan berarti masalah kalian selesai nak....kecuali kamu memang mau berpisah dengan suamimu, dan Ayah pasti akan marah kalau hal itu sampai terjadi, kamu tahu kan nak....untuk merestui kalian saja bunda harus memohon pada Ayahmu, jangan sampai pada akhirnya kalian mengecewakan bunda "nasehat bunda sambil terus mendekap Sera.


" Hiks....hiks...I..iya bunda, Sera bakal bicarain sama Ardan, tapi Ardan keterlaluan bun udah nuduh Sera kalau Ser.." Sera tidak melanjutkan omongannya begitu melihat Ardan keluar dari kamar tamu.


" Ngapain kamu disini?" tanya Sera kaget.

__ADS_1


" A.aku ngga mau jauh dari kalian, ayo Ser kita pulang....aku tahu aku salah, maafin aku Ser....aku janji aku ngga bakal kaya gitu lagi, aku ngga bisa jauh dari kamu sama dedek" ucap Ardan.


" Janji....janji yang kaya gimana? kamu pikir aku bakal maafin kamu?" pekik Sera dengan tatapan tajam.


" Seraa....kamu janji bakalan bicarain sama Ardan bukan malah makin ribut, bunda ngga mau Ayah sampai tahu ya masalah kalian ini" potong bunda menengahi mereka.


Sera terdiam begitu pu Ardan, mereka kini menunduk dihadapan bunda.


" Bagaimana...masih mau ribut lagi?" tanya bunda.


Keduanya menggelengkan kepalanya.


" Apa yang masih mengganjal dihati Sera?" tanya bunda.


" Sera ngga terima dituduh bun " jawab Sera ragu.


" Maafin aku Ser...aku bakal berubah" ucap Ardan.


" Cks...." Sera berdecih.


" Udah....pokonya bunda mau kalian damai ngga ada lagi acara beramtem trus kabur dari rumah, lain kali bunda tolak" ancam bunda.

__ADS_1


Sore itu Sera dan Saina kembali diboyong kerumah Mama Ardan. Saina sedang bermain dengan Ardan lalu Sera memilih menyiangi sayuran sambil sesekali melihat kearah dua oramg yang sudah mulai mengisi relung hatinya itu.


..........................


__ADS_2