
Hari ini tepat di hari ulang tahun Saina, rencananya Sera akan membuat syukuran bersama dengan anak yatim disekitaran rumahnya serta mengundang dari salah satu panti yang berada dibawah naungan dari yayasan mantan mertuanya.
Dirumah orang tuanya sudah ramai yang membantu memasak, para saudara datang membantu karena ini kali pertamanya Sera mengadakan syukuran dirumah orang tuanya, biasanya ulang tahun Saina diadakan dirumah orang tua Ardan.
Sera memesan kue ulang tahu dalam ukuran cukup besar dengan tema princess karena putrinya sangat menyukai karakter princess dan pilihannya jatuh pada princess snow white.
Kostumnya juga Saina menggunakan gaun snow white hasil karya dari butik mommynya, gadis kecil cantik dan lucu itu tampak menggemaskan dengan dihias bando ala snow white.
Sera ikut andil mendesain kaos putih dengan gambar snow white untuk dibagikan ke anggota keluarga yang hadir, sedangkan untuk para tamu diberikan bingkisan berisikan sepaket makanan dari brand terkenal KaePCe, Handuk kecil dengan dibordir nama putrinya, aneka snack, serta amplop berisikan uang.
Acaranya diadakan sore hari, meski dirinya masih marah pada mantan suaminya tetapi demi Saina dia terpaksa mengundang Ardan.
Ardan kegirangan apalagi ketika Sera mengirimkan kaos seragam, dia pikir hanya mereka bertiga yang couple, ternyata kaos tersebuh untuk seluruh anggota keluarga.
#biar nyaho si Ardan gelo....
Sera sudah selesai mendandani putrinya dengan ditemani mama Ardan dan bundanya.
" Ardan katanya lagi dijalan,sebentar lagi sampai" ucap mama Ardan.
" Oh kirain tidak datang soalnya sudah lama tidak kesini jeng" balas bunda Sera.
" Lho kirain sering kesini" tanya mama Ardan curiga.
" Terakhir waktu Sera sama Saina pulang dari Bali, setelah itu tidak pernah kesini lagi " ceruta bunda Sera.
" Apa kalian bertengkar? " tanya mama Ardan pada Sera.
" Tidak ma...." jawab Sera.
" Lalu kenapa Ardan tidak kesini, biasanya dia paling rajin kalau mau kesini?" mama Ardan heran.
Sera mengedikkan bahunya, tanda tidak mengerti, padahal dia tahu apa penyebab Ardan tidak berani datang selama hampir dua bulan ini.
Sebagian tamu sudah mulai berdatangan termasuk rombongan anak yatim sudah menempati tempat yang disediakan, tampak wajah berseri dari anak-anak yang masih kecil dan polos menenangkan serta menyejukkan pandangan bagi yang melihatnya.
__ADS_1
Sera mengantar Saina kedepan, tepatnya di kursi yang disediakan sebagai bintang hari ini, tampak Ardan sudah datang dan duduk bersama para orang tua dan keluarga besar Wijaya.
" Mom, uncle Hans diundang tidak? " tanya Saina.
" Iya, mumgkin sedang dalam perjalanan, kenapa sayang?".
" Saina mau tiup lilin tunggu uncle Hans mom ".
Mendengar keinginan putrinya, Sera tersenyum dan berkata, " Kan ada daddy nak, kenapa tidang dengan daddy ?".
" Saina tidak mau sama daddy, daddy jahat " sungut Saina.
Ternyata kejadian dua bulan lalu begitu membekas dihati putrinya, Sera paham betul karena selama ini putrinya tidak pernah melihat pertengkaran kedua orang tuanya sehingga sekali saja dia melihat maka akan selalu diingatnya.
" Sayang, dengerin mommy, menjadi pemaaf itu alangkah baiknya dari pada menjadi seorang pendendam, karena seorang pemaaf akan punya banyak teman, tapi pendendam tidak akan punya teman dan akan masuk neraka, sekarang Saina pilih ya mau jadi apa?" nasehat Sera.
Meskipun hatinya masih sakit, dia sudah memaafkan Ardan, memaafkan bukan berarti mau menerima Ardan kembali menjadi suaminya.
Begitulah prinsip Sera, sehingga dia tidak ada dendam pada mantan suaminya.
Ditambah kini putrinya enggan meniup lilin demi menunggu lelaki yang membuatnya baku hantam dua bulan lalu, perasaan Ardan semakin gelisah takut kalau Sera akan benar- benar meninggalkannya demi pria baru, sedangkan dirinya sedang berusaha untuk kembali memeluk wanitabyang sudah memberinya seorang putri cantik.
Saina masih merajuk, sampai acara tiup lilin berakhir, yang ditunggu-tunggu belum juga muncul, Sera menatap bingung pada putrinya, mengapa begitu berharap Hans akan datang.
Sera memberanikan diri menghubungi Hans, ponselnya ternyata masih diluar jangkauan alias tidak aktif, Sera membuang nafas berat apalagi Saina mogok makan, Ardan sudah mencoba meenyuapi putrinya tetapi ditolak malah pergi menghindar dari daddynya.
Tidak berselang lama suara deru mobil yang begitu dikenal oleh Sera terdengar memasuki halaman rumahnya, sang pengemudi segera berlari masuk dan seketika semua mata menatap kearahnya.
" Uncle Hans..." teriak Saina lantang kemudian berlari menuju sosok yang disebut namanya.
Hans merentangkan kedua tangannya demi menangkap tubuh mungil yang kini berlari kearahnya.
Tontonan itu membuat semua orang terkejut, bagaimana interaksi Saina dengan Hans tidak luput dari pandangan orang tua Ardan.
Sedangkan Ardan sudah merah padam melihat putrinya begitu antusias pada lelaki bernama Hans tersebut.
__ADS_1
" Maaf sayang, uncle terlambat " ucap Hans.
" Tadi Saina mau tiup lilin sama uncle tapi jadinya ditemani daddy " cerita Saina.
" Bagus dong kan alangkah baiknya tiup lilin ditemani orang tua kita, memangnya Saina tidak suka?" tanya Hans.
" Suka, tapi.....daddy jahat " bisik Saina.
Hans tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Tahu kakak bisanya datang jam lima sebaiknya Sera mundurin jadwalnya kak, Sera pusing Saina merengek mulu minta nungguin kakak " protes Sera karena Hans telat.
" Maaf ya tadi ada klien yang tidak mau diundur jadwalnya " Hans meminta maaf, bahasanya lembut dan penuh penyesalan.
" Siapa Ser " tanya Ayah Sera.
" Ayah kenalin ini kak Hans, partner bisnis Sera " jawab Sera memperkenalkan.
" Bagaimana cucu ayah bisa dekat dengan tamu kita ini?" cecar Ayah Sera.
" Emmm nanti Sera ceritakan, kita masuk dulu ya Yah, nggak enak dilihatin semua tamu " ajak Sera.
Kini Hnas ikut bergabung dengan para tamu, Saina sedari Hans datang tidak mau lepas dari uncle lesayangannya itu, bahkan dia cuek terhadap Ardan yang daddynya sendiri.
" Bagaimana Dan, sainganmu berat?" ledek papa Ardan.
" Entahlah pah, Ardan mau pamit saja" tukasnya.
Ardan berjalan kearah Sera, " Ser....aku pamit ya, aku mau istirahat kepalaku pusing " ucap Ardan.
Sera yang sedang beberes menatap kearah mantan suaminya, " Kalau pusing ya istirahat, bukan malah nyetir mobil, sana tidur dikamar tamu, kalau sudah enakan baru pulang " nasehat Sera.
Ardan bagai mendapatkan angin segar, ingin rasanya dia memeluk tubuh mungil yang membelakanginya saat ini tetapi urung dilakukannya karena kini mereka hanya berstatus partner mengurus Saina.
#Enaknya balikan gak Sera sama Ardan????
__ADS_1