Menikah Remaja

Menikah Remaja
LIMA PULUH TIGA


__ADS_3

Akhir-akhir ini Ardan semakin sering berkunjung kerumah dimana Sera dan Saina tinggal selama berpisah darinya, usahanya untuk kembali dekat dengan mantan istrinya menjadi semangatnya untuk terus memperbaiki diri, meski terkadang tingkah konyolnya sering membuat Sera geram.


Seperti minggu lalu ketika Sera menitip kan Saina padanya karena Sera ada janji dengan Hans, eeh dia malah dengan sengaja memprovokasi Saina agar merengek ikut kemanapun mommynya pergi, alhasil Sera membawa Saina bersamanya.


Hingga Ardan mengetahui bahwa hubungan Sera dan Hans semakin mengalami kemajuan pesat, dimana Hans sudah melamarnya setelah pulang dari Aceh, ibu Tika merasa sangat bahagia memiliki calon menantu sebaik Sera, tidak lupa Sera juga meminta ijin mantan mertuanya yang sudah dianggapnya seperti orang tua sendiri.


Meski berat, orang tua Ardan mengijinkan Sera untuk menjemput kebahagiaanya dengan syarat tudak pernah melupakan kedua orang tua itu.


Sudah ditentukan pula akhir tahun mereka akan mengikat janji suci disalah satu hotel mewah dikota jakarta, Sera sibuk mendesain kebaya untuk pernikahannya sendiri, dan juga membuat jas khusus untuk calon suaminya, sementara Saina dibuatkan gaun yang cantik senada dengan kebaya miliknya.


Semua tampak bahagia menyambut hari bahagia Sera kecuali Ardan, bunda memilih catering bersama dengan calon besan ditemani juga oleh mantan besannya.


Hubungan keluarga yang sudah dibangun tetap mereka jaga meski kini anak mereka menentukan jalan masing-masing.


Hans masih sibuk dengan berbagai bisnisnya, dia berusaha menyelesaikan sebelum hari bahagianya tiba, tetapi meski sibuk dirinya tetap meluangkan waktu untuk Sera dan Saina.


Keduanya kini menjadi prioritasnya setelah ibunya.


Sering Hans datang kerumah Sera untuk memenuhi keinginan calon putrinya, terkadang hanya meminta ditemani main, minta disuapi, meskipun ada Ardan disana namu Hans tidak canggung lagi semenjak Sera menerima lamarannya.


Sindiran dan cibiran Ardan baginya adalah irama musik yang dia nikmati ketika berkunjung kerumah calon istrinya.


" Ecieeeh yang mau nikah, getol amat pendekatannya, biasa aja kali " celoteh Ardan ketika datang melihat Saina sedang disuapi oleh Hans.


" Namanya usaha ya jangan setengah-setengah dong biar maksimal " timpal Hans.


" Halllllaaaaah itu baru-baru, udah lama juga bakal bosen loe " cibir Ardan tidak mau kalah.

__ADS_1


" Emangnya gue itu elo yang udah dapat berlian malah disia-siain demi batu kali " sindir Hans tidah kalah pedas.


" Lihat aja loe, entar bakal gue rebut apa yang seharusnya jadi milik gue! " ancam Ardan.


" Rebut kalau bisa, gue bukan orang tamak kayak loe " tantang Hans.


Ardan menggeratakkan jemarinya berbentuk kepalan demi menahan emosi karena ada Saina disana, kalau tidak, mungkin sebuah bogeman sudah melayang kearah Hans.


Hans masih santai menyuapi Saina, baginya itu adalah kegiatan menyenangkan.


" Dan bunda bisa minta tolong tidak ?" tanya bunda Sera.


Ardan besar kepala langsung pamer, " Minta tolong apa bun?" dengan senyuman mengejek didepan Hans, merasa paling dibutuhkan oleh mantan mertuanya itu.


" Nanti ada tukang dekor acara pengajian Sera dan Hans, kamu tolong ambilkan minum yang dikulkas belakang ya, Hans masih nyuapin Saina nanti kalau sudah selesai bisa ikut bantu, ya kan Hans?" pinta bunda Sera.


Setelah bunda pergi Hans tertawa nyaring membuat Ardan kepanasan dan langsung pergi keruang tengah meninggalkan Hans dan Saina yang masih dimeja makan.


" Uncle, daddy marah ya" tanya Saina.


" Tidak sayang, daddy hanya kesal karena omongan bunda " jawab Hans.


" Memangnya bunda salah ngomong?" tanya Saina lagi.


Hans menggedikkan bahunya, " Sudahlah, Saina habiskan dulu nanti lanjut istirahat siang ya, soalnya uncle mau bantuin daddy oke".


" Siap uncle " ucap Saina menurut.

__ADS_1


Hans tidak habis pikir bagaimana orang sebaik Sera harus mengalami hidup pahit, andai dulu dia bergerak cepat tentu Sera tidak akan mengalami kepahitan diselingkuhi oleh Ardan.


Kini dia bertekad apapun akan dia lakukan demi kebahagiaan Sera dan Saina.


Meski Hans tahu kalau Sera masih memiliki rasa pada mantan suaminya tetapi Hans berjanji akan memenuhinya dengan penuh cinta darinya.


Sera sendiri kini lebih fokus pada masa depannya dengan Hans dan Saina, untuk urusan Ardan, dia tidak pernah lupa bahwa Ardan lah ayah dari Saina tetapi batasan harus tetap ada jadi dia memilih menjadi partner bagi Ardan untuk mengurus Saina.


Lebih tepat seperti sahabat makanya Ardan masih bebas keluar masuk dirumahnya termasuk Sera juga sama bisa bebas dirumah orang tua Ardan.


Sore hari Sera pulang mendapati rumahnya sudah rapi dengan hiasan aneka macam bunga warna peach untuk acara pengajian yang akan dilakukan malam hari, disana tampak Ardan dan Hans saling membantu melayani para tukang yang membutuhkan sesuatu, dari minuman dan makanan.


Sera tersenyum melihat pemandangan tersebut, kemudian berjalan mendekati mereka.


" Duh akur bener, adem deh lihatnya " sindirnya.


" Dih siapa juga yang mau akur sama dia" sungut Ardan.


" Hai sayang, sudah pulang?" sapa Hans.


" Hoeekkkk eneg gue " sahut Ardan.


" Biarin wleeee, sirik loe " Sera tidak mau kalah.


" Gih sono beresin mending gue main sama anak gue" seloroh Ardan sambil berlalu meninggalkan dua sejoli yg sedang dimabuk cinta.


#Panas kan loe Dan, makanya jangan macem2

__ADS_1


__ADS_2