
Dengan setengah berlari Ardan mendorong 2 koper miliknya dan milik istrinya, sedangkan Sera tampak berjalan jauh didepan suaminya ditemani keempat orang tua serta anaknya.
Rombongan jamaah umroh rencananya akan diberangkatkan hari ini, jadi Sera dan Ardan yang termasuk dalam rombongn sudah mempersiapkan diri untuk keberangkatan mereka, namun karena Sera bangun kesiangan membuat mereka harus kejar-kejaran dengan waktu.
" Dia yang telat tapi aku yang dimarahin, dia enak berangkat duluan aku yabg terakhir harus lari- lari, dasar istri mau menang sendiri, untung cinta " gerutu Ardan sambil terus memandangi istrinya yang nampak cantik dengan hijab.
Karena selama ini Sera tidak berhijab, Ardan menjadi pangling saat melihat kecantikan wajah istrinya semakin terpancar ketika dibalut hijab warna coklat susu.
" Cantik " gumam Ardan pelan.
" Apa dad, siapa yang cantik ?" tanya Sera penasaran.
" Saina " jawab Ardan.
" Iya lah Saina kan anak aku, lihat dulu mommynya "ucap Sera.
" Iya dong mamanya juga cantik kok, bikin daddy nggak bisa berpaling " timpal Ardan.
" Masa? Bukannya udah pernah berpaling ".
" Udah dong yank....jangan dibahas lagi, yang penting sekarang cuma ada kamu dihatiku " rajuk Ardan.
Sera menatap kearah suaminya, lalu menggenggam tangan suaminya seolah memberikan energi positif kepada suaminya.
" Terus kaya gini dad, jangan pernah khianati Allah dan aku " pinta Sera.
__ADS_1
Senyum mengembang diwajah Ardan, " Always baby, terus ingetin aku ya sayang " sebuah kecupsn mendarat dikening Sera.
Sera tidak pernah membayangkan lelaki yang tadinya sangat dibenci olehnya, kini malah menjadi sosok suami yang sangat dicintainya.
Pesawat sudah mengudara, Ardan dan Sera terus berpegangan tangan selama didalam pesawat sambil terus bersholawat.
Ada rasa haru bagi Sera yang merasa dicintai suaminya, permintaannya selalu dituruti dan Ardan selalu meluangkan waktu untuknya.
" Makasih ya dad " ucap Sera.
Ardan menengok kearah istrinya yang kini menyandarkan kepala di bahunya.
" Sama-sama sayang, makasih udah mau nerima aku dan mau mengandung anak aku " Ardan mengecup punggung tangan Sera.
Mereka menikmati penerbangan menuju tanah suci, karena perjalannan sangat jauh keduanya pun tertidur, Sera yang sedang hamil lebih dulu tertidur karena kelelahan.
Kemudian Ardan menyusul istrinya memejamkan matanaya untuk sama-sama merajut mimpi.
Setelah menempuh jarak cukup jauh kini keduanya sudah mendarat di Tanah suci.
Air mata Sera mengalir tanpa bisa dicegah, ada rasa bahagia dan haru yang kini memenuhi dadanya yang ikut terasa bergemuruh.
Ardan menggenggam tangan Sera sambil terus melafalkam sholawat.
Rasa lelah karena perjalanan terbayarkan sudah setelah rombongan tersebut menginjakkan kaki pertama mereka di Masjidil Haram.
__ADS_1
" Subhanallah yank bagus banget, indah banget, aku sampai takjub " ucap Ardan.
" Iya dad, lain kali kesini lagi ajak orang tua kita sama anak-anak ya dad " jawab Sera.
Ardan mengangguk kemudian mengajak istrinya untuk melakukan shalat berjamaah.
Sementara di Jakarta.
" Opa....Daddy sama mommy lama nggak perginya ?" tanya Saina.
" Lama sayang sekitar dua mingguan, kenapa nak "jawab opanya.
" Saina kangen sama daddy, sama mommy, sama dedek bayi diperut mommy " Saina mulai mencebikan bibirnya.
Opanya yang melihatnya langsung tidak tega, segera diraih cucunya kedalam pangkuannya.
" Nanti opa ajak Saina sama oma jalan-jalan ya, Saina boleh belanja bebas semaunya Saina " bujuk opanya
" Saina mau ke Bandung opa, katanya ada wisata baru disana " jawab Saina sumringah dan semangat.
" Oke hari jumat kita berangkat ke Bandung, sana Saina bilang oma dulu ".
Saina menurut dan langsung berlari ke dapur dimana omanya berada karena sedang memasak menu makan malam untuk keluarganya yang tinggal tiga orang saja.
" Oma...kata opa besok mau diajak ke Bandung, oma disuruh siap-siap karena kita berangkat pagi " ucap Saina tanpa basa basi.
__ADS_1
Omanya langsung kaget bercampur kesal kepada suaminya.
" Papaaaaaaaaa......." teriaknya.