
Usaha Ardan untuk mendapatkan maaf dari Sera berujung nihil, Sera masih menutup hatinya memilih pergi meninggalkan Ardan kembali meski berat baginya tapi ini adalah pilihan yang harus diambilnya.
Semua pemberian kedua mertuanya ditrrima termasuk pemberian Ardan, baginya Saina layak mendapatkan haknya sebagai anak dari Ardan Mahendra.
Saat ini Sera sudah kembali ke perkebunan sang opa, tentu bersama dengan Saina, tetapi kali ini kedua orang tuanya ikut untuk mengunjungi oma opanya Sera.
" Ray....bagaimana dengan Sera? apa yang harus kita lakukan? " percakapan opa sore itu dengan ayah Sera.
" Jujur Ray bingung pi....papi tahu sendiri kan bagaimana kerasnya Sera, mirip dengan bundanya diwaktu muda ".
Opa Mike menerawang jauh kemudian mengangguk, " Ya....sangat mirip dengan Amira, tetapi Amira masih terlalu cengeng sedangkan Sera? yang papi lihat dia begitu pintar menyembunyikan perasaanya sehingga kita tidak tahu bagaimana keadaan yang sesungguhnya".
" Kita hanya bisa berdoa semoga keadaan segera membaik, kasihan Saina juga".
" Papi tidak akan rela jika Sera disakiti lagi".
" Ray juga pi, kita serahkan saja semua keputusan pada Sera, biarkan dia memilih apa yg terbaik menurutnya, karena kita tidak bisa memaksanya".
__ADS_1
Sera memutuskan untuk mundur setelah mendengar percakapan kedua orang tua itu, perasaannya menjadi bimbang, awalnya dia ingin berpisah dengan Ardan, tetapi setelah mendengar omongan tersebut dirinya menjadi harus berpikir ulang karena ada Saina yang masih membutuhkan kasih sayang dari dirinya dan juga Ardan.
Berat bagi Sera untuk memaafkan Ardan yang sudah membagi cintanya, bayangan masa lalu Ardan sebagai badboy kembali terulang menurutnya, belum setelah tahu bahwa Ramona ternyata mantan terindah bagi suaminya membuat Sera enggan dengan mudah memaafkan Ardan.
Menurut Sera saat ini Saina adalah tujuan hidupnya bukan lagi Ardan, tetapi dilubuk hati kecilnya rasa cinta untuk suaminya masih ada meski tertutup oleh rasa sakitnya.
" Ser....bunda sama ayah hari ini pulang ke jakarta, kamu jaga diri disini jangan ngrepotin oma sama opa ya, bunda tahu gimana perasaan kamu tapi kamu pikirkan juga Saina, semua keputusan bunda serahkan sama kamu nak, bunda tahu kamu pasti akan mengambil jalqn terbaik pada masalah yang kamu hadapi saat ini sayang " nasehat bundanya sambil membelai kepala putrinya.
Sera kemudian memeluk bundanya sambil menahan air matanya, dia tidak mau bundanya ikut merasakan sakitnya, meski tidak menunjukkan kesedihannya tetapi bundanya tahu kalau putrinya sedang tidak baik-baik saja, putrinya sedang rapuh, tetapi bunda memilih menangis dalam diam.
" Bunda sama ayah hati-hati ya, bilang sama ayah jangan ngebut bawa mobilnya,bunda sama ayah jaga diri juga jangan sampai sakit, Sera sayang ayah sama bunda".
Setelah keberangkatan kedua orang tuanya,Sera segera membawa Saina untuk beristirahat dikamarnya.
Begitu masuk kamar Sera menghela nafasnya, kemudian mencium bayi pipi gembul yang sudah terlelap dalam gendongannya.
" Anak mommy sudah besar, pintar ,lucu, cantik, mommy gemes banget sama kamu nak" ucapnya sambil terus menciumi pipi bayinya yang sudah diletakkan pada kasur tempatnya tidur berdua Saina.
__ADS_1
" Kenapa muka kamu mirip sekali dengan daddy kamu nak" gumamnya lirih.
Setelah menyelimuti bayinya, kini Sera kembali berkutat dengan laptopnya untuk mengechek sisa pekerjaan yang dia tinggalkan selama hampir dua minggu, dan beberapa tugas kampus yang dia abaikan.
Sera melanjutkan kuliahnya dibandung, kuliah sambil kerja dan merawat Saina, capek? sudah pasti tetapi Sera mamou menjalaninya berkan dukungan orang-orang yang sangat menyayanginya disekitarnya.
^ Hay mommy Saina, tugas praktek masih belum dikerjakan ya, kapan mau dikerjakan?^
Satu pesan masuk dari dosennya dikampus.
Seluruh kampus tahu kalau Sera sudah menikah dan memiliki anak, tetapi mereka tidak mempermasalahkan berteman dengan Sera,toh Sera orangnya asik dan tidak aneh-aneh.
^ Maaf pak, saya baru pulang dari jakarta orang tua saya sakit, besok saya siap ujiqn prakteknya pak, apa bapaj ada waktu^.
^ Untuk Sera waktu bapak selalu ada kok tenang saja, besok jam kedua bapak kosong kamu bisa menemui bapak dituang praktek ya^.
^ Baik pak^.
__ADS_1
Randy, dia adalah salah satu dosen dikampus tempat Sera menimba ilmu, dia tahu kalau Sera sudah menikah dan memiliki anak, tetapi pernah suatu ketika di tidak sengaja memergoki Sera sedang menangis sambil menerima telepon dari seseorang dan sedikit mendengar tentang penghianatan suaminya.
Dirinya menjadi iba, ketertarikannya pada Sera semakin meningkat, ingin rasanya dia menghapus air mata Sera tetapi diurungkannya takut Sera jadi menjauhinya.