
" Aku suka kamu Sera "
Hans dengan berani mengungkapkan perasaanya pada Sera, meski nantinya jawaban Sera bisa saja menerima atau menolaknya itu tidak masalah bagi Hans, intinya dia hanya ingin Sera tahu kalau dia menyukai wanita yang kini berada disampingnya dengan ditengahi putrinya yang tertidur pulas.
Sera menerawang jauh, memikirkan jawaban apa yang akan diberikan untuk mantan kakak kelasnya itu.
Keduanya terdiam, menjadi canggung dan bingung topik apa yang akan dibicarakan lagi.
" Aku pamit ke kamar dulu ya Ser, untuk ucapanku tadi tidak usah dipikirkan, selamat istirahat ya " pamit Hans.
Ketika Hans mau keluar Sera memanggilnya.
" Kak...."
" Ya " Hans berbalik.
" Maaf, sejak kapan kakak menyukai Sera "tanya Sera.
__ADS_1
" Sejak kamu masih menjadi kekasih Leo Pradipta, saat hubungan kalian berakhir aku pikir aku bakal punya kesempatan untuk mendekatimu, tetapi ternyata aku kalah cepat dari Ardan, aku melihat kamu menangis dalam pelukan Ardan, makanya aku memilih mundur " cerita Hans.
Sera tersentak kaget, ternyata perasaan milik Hans bukanlah perasaan yang baru saja tumbuh karena sebuah kenyamanan melainkan perasaan yang sudah lama dipendam oleh lelaki itu.
" Kak...aku hanya seorang wanita yang gagal berumah tangga..." ucap Sera terpotong.
" Aku tidak masalah, apakah kegagalan menjadi penghalang untuk mendapatkan kebahagiaan?" potong Hans.
" Entahlah kak....sebenarnya aku masih belum siap membuka hati lagi, aku trauma kak, aku takut kak" Sera menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Akhirnya Sera menceritakan perjalanan hidupnya hingga berpisah dengan mantan suaminya, ini adalah kali pertama dia terbuka dengan orang lain, sebelumnya dia selalu menyimpan rapat semua rasa sakit yang dia rasakan.
Diakhir cerita Sera kembali menelungkupkan kepalanya diantara kedua pahanya, dia malu berhadapan dengan Hans.
" Kamu hebat Ser, kamu kuat menghadapi semuanya dengan tenang meski usia kamu masih sangat muda, aku kagum sama kamu tapi kini kekagumanku makin bertambah, kamu hebat dan hati kamu sangat luas" ucap Hans sambil menepuk bahu Sera.
Sera menatap lekat kearah Hans, seakan dia mencari kesungguhan dari hati lelaki yang ada dihadapannya.
__ADS_1
" Kalau memang kak Hans serius dengan perasaan kakak, aku minta waktu kak, aku mau meyakinkan diriku dulu kak" ucap Sera terbata-bata.
Ingin rasanya Hans memeluk Sera tetapi urung dilakukannya karena dia sadar mereka belum resmi dan belum halal.
Hans pamit untuk kembali ke kamarnya, Sera pun segera menutup dan mengunci pintu setelah Hans keluar.
Sera menyusul Saina yang sudah terlelap diatas kasur sambil memeluk boneka kesayangannya, Sera membuka selimut lalu ikut bergabung dengan putrinya.
" Maafkan mommy nak, maafkan mommy sudah membuatmu berpisah dengan daddy, maafkan mommy nak....mommy sayang Saina" Sera mengecup Saina kemudian ikut tidur.
Sementara ditempat lain tampak seorang pria sedang mengumpat sana sini melihat postingan di sosmed mantan istrinya, dalam postingan tersebut tampak putrinya sedang asik bermain pasir dengan seorang pria yang dia kenal.
" Brengsek.....ternyata si brengsek ini yang mau mengambil milikku, Aaaaaarrrrgggghhhhhh" teriaknya.
Dia tidak terima kalau ada pria lain yang mendekati Sera dan Saina, dia merasa terancam, bahkan kini dia sudah mengamuk.
Ditambah dikondisi seperti saat ini Stela yang sudah melahirkan belum mau melakukan tes DNA, Ardan semakin pusing tidak karuan.
__ADS_1
Ardan benar-benar sedang kacau, pikirannya terbagi sampai dia tidak pulang dan memilih tidur dikantornya.
Kebetulan diruang kerjanya ada kamar khusus yang biasa digunakannya untuk beristirahat, jadi dia memilih untuk tidak pulang demi menghindari amukan papanya yang setiap hari mengejarnya untuk masalah DNA agar segera terselesaikan.