Menikah Remaja

Menikah Remaja
TUJUH PULUH DUA


__ADS_3

Matahari sudah menyinari alam pagi ini, waktu menunjukan pukul delapan pagi, tetapi seorang wanita yang sedang hamil tampak terlelap dalam pelukan suaminya seolah enggan untuk membuka mata, padahal suaminya sudah terbangun dari subuh tetapi istrinya mendekap erat hingga tubuhnya terasa kebas susah bergerak.


wuuussss......


Tercium aroma menyengat yang membuat tidur Sera terusik.


" Bau kentut....kamu kentut ya ?" tanya Sera.


Ardan hanya mengulas senyum tanpa dosa.


" Iiiih jorok banget sih ".


" Sakit perut sayang ".


" Ya udah sana ke kamar mandi ".


" Kan dari tadi kamu pelukin aku jadi susah gerak, makanya kelepasan" tutur Ardan.


" Halaah bilang aja kamu sengaja mau ngeracunin aku kan " hardik Sera.


" Udah dulu yank, aku udah nggak kuat " ucap Ardan seraya berlari ke kamar mandi.


Duuuuttttt.....


" Ardaaaaaaannnnnnn " pekik Sera ketika suara angin dari Ardan terdengar lagi.


Siang hari Ardan memboyong istri dan anaknha kembali ke rumah keluarga Mahendra, dengan perbekalan banyak yang diperoleh dari orang tua Sera.

__ADS_1


Berbagai macam hasil kebun dibawa oleh keluarga kecil itu, Saina juga mendapatkan buah apel yang dia petik sendiri dikebun belakang rumah, buah yang dia intip dari jendela kamar sudah dari lama kini dalam genggamannya.


" Daddy Saina seneng deh tadi metik buah ini " ucap Saina.


Ardan melihat dari spion tengah mobilnya, untuk melihat anaknya.


" Itu namanya buah delima sayang " ucap Ardan memberi tahu anaknya.


" Ini namanya king fruit daddy karena ada mahkotanya " tutur Saina polos.


Sera ikut menjelaskan, " No sayang itu namanya delima, ada juga buah lain yang ada kaya mahkotanya seperti nanas, jambu merah, ".


Saina tampak berfikir kemudian menatap kearah buah yang kini dalam genggamanya.


" Saina mau cepet sampai rumah, mau nyobain buah ini mom ".


Mobil Ardan belok kesebuah mini market, Sera turun dibantu Ardan, sedangkan Saina sudah lebih dulu turun dan masuk ke mini market langganannya.


Ketika mau masuk, segerombolan anak SMA sedang bejalan keluar sambil bercanda menabrak Sera, Ardan dengan sigap memegangi istrinya agar tidak terjatuh.


" Woy jalan pakai mata dong " teriak salah satu dari anak-anak itu.


Sera memejamkan matanya menahan emosi.


" Tahu dasar " celetuk yang lainnya.


" Hey...punya mulut dijaga ya, percuma kalian sekolah kalau mulut kalian nggak punya rem, harusnya kalian minta maaf bukannya malah sok jagoan " cerocos Sera yang emosinya sudah meledak apalagi melihat atribut yang tersemat diseragam para siswi tersebut adalah aaatribut darai yayasan.

__ADS_1


" Apa sih nggak jelas teriak-teriak dasar cewek aneh " timpal yang lainnya.


Sera berlari dan langsung mencengkeram krah baju cewek yang sedari tadi membuatnya naik darah.


" Aaarrrrggghhhh sakit ege lepasin gue " pekik cewek yang diserang oleh Sera.


Namun ketika yang lain mau membantu justru mundur ketika mendengar ancaman Sera.


" Berani maju gue pastikan besok kalian nggak ada satupun yang bisa sekolah lagi !" ancam Sera.


Ardan mendekati istrinya, " Yank udah yank lepasin kasihan tuh anak orang udah nangis ".


" Nggak ada ya, enak saja, sebelum semuanya minta maaf dan berjanjin nggak bakal mengulangi lagi, jangan harap aku lepasin " ucap Sera sambil mengencangkan cengkeramanya.


" Loe nggak tahu siapa gue hah, gue anak dari donatur sekolah gue, loe siapa berani-beraninya ngancem gue?" pekik siswi itu.


" Oh cuma anak donatur, gue anak yang punya yayasan MaheN Groupp, loe mau apa hah?" ucap Sera tegas.


Ardan hanya terkikik disampingnya.


Seketik semua siswi yang tadi menggertaknya pun ketakutan.


" Siapa yang besok mau nggak sekolah lagi maju sini " tantang Sera.


Siswi lainnya pun berlari meninggalkan minimarket tersebut, sedangkan yang masaih dalam genggaman Sera tampak bergetar.


Sera melepaskan siswi tersebut, lalu meninggalkannya dan masuk ke mini market menyusul anaknya yang sedang asik memenuhi keranjang belanja dengan ditemani daddynya yang sudah meninggalkan istrinya didepan mini market.

__ADS_1


__ADS_2