Menikah Remaja

Menikah Remaja
TUJUH BELAS


__ADS_3

Hari ini di Cafe Ardan cukup ramai, pengunjung yang didominasi para remaja itu kebanyakan menghabiskan waktunya dikala sabtu malam minggu.


Ardan tampak serius dimejanya,sesekali dirinya melirik kearah cctv untuk melihat situasi di luar ruangannya.


Tampak segerombol wanita seumuran dengan istrinya masuk dengan menggunakan pakaian yang kurang bahan, Ardan langsung berpaling tetapi sejurus kemudian dia kembali menatap kearah monitor dan ternyata yang baru masuk adalah Ramona, mantan kekasihnya.


" Mona " gumam Ardan.


Ardan pun memutuskan untuk keluar demi melihat wajah wanita yang sudah sukses membuatnya menjadi badboy itu.


Dengan langkah pasti Ardan berjalan menuju meja dimana Ramona duduk dengan gank sosialitanya.


" Ardan....kamu Ardan Mahendra kan? " pekik Ramona kaget.


" Iya ini aku Ardan " jawab Ardan.


" Kamu apa kabarnya lama ngga ketemu, makin ganteng aja sih " cerocos Ramona.


" Aku baik Mon, kamu gimana? " .


" Iiiih Ardan kaku banget sih ngobrolnya sini duduk sama aku...Wen geser dong " pinta Ramona manja sambil menarik Ardan untuk duduk disampingnya.


" Sorry Mon aku lagi kerja,nextime aja kita ngobrol lagi aja" tolak Ardan halus.


" Ooh kamu lagi kerja....diCafe ini? " tanya Ramona.


Ardan mengangguk sambil mengeluarkan kartu namanya dan memberikan pada Ramona.


" Ini kartu nama aku,kamu bisa hubungi dinomor yang tertera disana,aku pamit dulu ya " .


" Oke deh...see you Ardan" ucap Ramona dengan senyum menawan.

__ADS_1


Yaaah senyum yang sedari dulu memporak porandakan hati siapapun yang melihatnya termasuk Ardan yang pernah menjadi kekasihnya.


flashback


" Yank pelan dong jangan kenceng-kenceng sakit ****** aku kamu gigit " suara cewek cantik yang sedang dalam keadaan kacau balau karena ulah kekasihnya.


Setiap bertemu mereka selalu melakukan kegiatan yang mengenakan bagi keduanya apalagi kalau bukan ***** sambil *****-*****.


Mereka adalah Ardan dan Ramona, sejoli yang sudah berpacaran selama 6 bulan tetapi karena Ramona lebih dewasa makanya Ardan selalu diajarkan oleh dirinya dalam hal tabu.


Meskipun begitu mereka tidak sampai berhubungan badan hanya memuaskan dengan cara lain saja.


Karena sering dicekokin suguhan menggiurkan lama- lama Ardan jadi terbiasa bahkan cenderung marah kalau Ramona tidak mau melayaninya.


Ramona tinggal bersama kakak sepupunya bernama Romi,dan dari Romi dirinya jadi tahu hal yang berbau s** karena Romi sering membawa kekasihnya ke rumahnya meski ada Ramona mereka tidak segan saling bertukar saliva.


Bahkan lebih kacaunya Ramona pernah memergoki mereja sedang saling bertukar peluh di sofa ruang santai tanpa mengunci pintu utama.


" Eeeh Rom ada Mona bagaimana ini?" Sesil panik.


" Mon plissss masuk kamar nanggung ini!" perintah Romi.


Ramona pun segera berlari menuju kamar dan mengunci pintunya, tetapi tak lama kembali terdengar suara ******* dari keduanya.


Dari situlah Ramona menjadi binal ketika bersama Ardan kekasihnya.


Sering Ramona yang menawarkan kemolekannya ketika Ardan berkunjung kerumahnya, Ramona selalu menjejali mulut Ardan dengan pabrik susu, Ardan lelaki normal tentu tidak sanggup menolaknya.


" Aaah....sayang terus hisap yang kuat " cerca Ramona


Ardan pun semakin bersemangat, sambil menikmati pijitan diantara selangkangnya.

__ADS_1


Setelah sama-sama terpuaskan mereka duduk sambil bersandar disofa.


" Sayang....kamu bener nggak mau cobain masuk" rayu Ramona sambil menggelendot manja pada lengan Ardan.


" Mon....bukan aku nggak mau tapi belum saatnya, nanti ya kalau aku udah lulus kita nikah" tolak Ardan halus.


Ramona pun cemberut sambil melepas tangannya yang membelit lengan Ardan.


3 bulan setelah kejadian itu, tersiar berita Ramona hamil, Ardan tertuduh telah menghamili kekasihnya,bahkan dipaksa bertanggung jawab tetapi Ramona justru dengan tegas menolak Ardan, dia mengatakan bahwa ayah dari bayi yang dikandungnya adalah Bryan sahabat dari sepupunya Romi.


" Hay cantik sexy amat sore gini pake lingeri" goda Bryan sore itu.


" Eh kak bryan iya dooong kan mona emang cantik" sambil tersenyum manja.


Berawal dari situ hubungan keduanya pun terjalin karena Ramona pun terpikat dengan ketampanan Bryan.


" Kak aku takut kak Romi tahu " cicit Ramona ketika ditindih oleh Bryan.


" Nggak mungkin sayang, kan Romi lagi dinas luar kota, jadi kita bebas" ucap Bryan sambil lanjut menikmati gunung kembar yang cukup padat berisi milik kekasihnya itu.


" Kaaak...iiisssshhh "


" Enak sayang?"


" Iya kak.....eeeemmmmhhh"


" Mau lanjut nggak nih?"


Ramona mengangguk,kemudian Bryan membuka lebar kaki Ramona dan langsung memasukkan *****nya sambil terus menciumi payudara Ramona.


Ini memang bukan pertama kalinya,mereka sudah sering melakukannya dan Bryan selalu membuangnya didalam karena dia sangat menginginkan Ramona.

__ADS_1


flashback off


__ADS_2