Menikah Remaja

Menikah Remaja
TIGA PULUH EMPAT


__ADS_3

Sore hari sepasang suami istri meninggalkan gedung perkantoran itu dengan bergandengan tangan, sontak pemandangan tersebut membuat iri mata yang melihatnya karena selain bergandengan tangan mereka saling bercanda dan tertawa.


Salah satu karyawan yang sedari pagi sudah mengawasi mereka pun menatap jengah, ya dia adalah Stela.


*Awas aja tunggu tanggal mainnya wanita gatel* batinnya.


Tetapi pandangannya tak luput dari pengawasan Roni asisten pribadi Ardan.


" Ser...makan dulu yuk sebelum pulang " ajak Ardan setelah duduk dibelakang kemudinya.


" Emm aku nggak enak sama mama kalau makan di luar, biasanya kan mama masak " tolak Sera.


" Ya eeelaaah mumpung nggak ada dedek nih jadi bisa romantis kita ".


"Aaaauuuchhh....sakit Ser " pekik Ardan ketika sebuah cubitan bersarang dipinggangnya, pelakunya tentu Sera.


" Lagian kamu itu selalu ngomong gitu, seolah Saina itu penghalang buat kamu " sungut Sera.


" Memang iya kan? Kamu itu selalu dikuasain sama tuyul satu itu...aaaaa i-iya iya iya....maaaffff" ucap Ardan ketika tangan Sera mulai mau mencubitnya lagi.


" Mulut kalau ngomong ya, anak sendiri dikata tuyul, itu hasil dari kecebong kamu tuh jangan asal kalau ngomong " oceh Sera.


" Iya deh iyaaaa....itu anak aku, benih aku, hasil karya aku " Ardan mengalah.


" Iya hasil maksa aku kan? Kalau nggak pasti aku nikahnya bukan sama kamu tapi sama yang lain " lanjut Sera.


Cekiiiiiiittttt......#anggap suara rem mobil ya.

__ADS_1


" Ardan kamu ngapain sih rem mendadak gitu bahaya tahu nggak?".


" Apa kamu bilang tadi, hem...mau nikah sama yang lain? Maksud kamu Leo, iya? ".


" Kok jadi bawa nama kak Leo segala sih, udah ah males berdebat sama kamu ".


" Lagian mulut tuh dijaga, jangan asal kalau ngomong, aku kan udah bilang aku tuh cinta banget sama kamu Ser, sama dedek, kalian itu hidup aku, jadi jangan pernah berfikir buat ninggalin aku, ngerti? " ucap Ardan kemudian.


Sera tertawa cekikikan mendengan ocehan suaminya, " Duuuuh yang udah bucin, beda banget ya pak sama dulu " sambil mencubit gemas pipi suaminya.


Ardan pun merona kemudian melanjutkan perjalanan sambil sesekali memandang istri tercintanya.


" Aku bahagia banget Ser punya kamu sama dedek, pokoknya aku mau kita sama- sama terus, terserah kamu mau bilang bucin atau apa".


Sera menggenggam tangan suaminya, sambil menunjukkan senyum manisnya.


" Kok sepi Ser " ucap Ardan ketika membuka pintu.


" Mungkin mereka masih di jalan, apa aku telepon mama saja ya?"balas Sera.


" Ya udah kamu telepon mama " sahut Ardan sambil mencari saklar lampu, tetapi ketika lampu dinyalakan....


Surrpriiiizeeeee........


Suara teriakan semua orang yang ada disana, ternyata para orang tua sudah menyiapkan acara syukuran pernikahan anak mereka yang selama ini belum pernah dirayakan.


Keduanya kaget bercampur bahagia mendapat kejutan dari orang tua mereka serta beberapa kerabat yang ikut bergabung, bahkan si kecil Saina pun sudah bisa diajak kerjasama untuk tidak bersuara ketika kedua orang tuanya masuk rumah.

__ADS_1


" Mama, bunda, papa, ayah, dedek....semuanya makasih ya Sera malah nggak inget " ucap Sera sambil berlinangan air mata.


" Semua makasih ya....makasih sudah ingat hari bersejarah dimana Ardan bisa mendapatkan bidadari secantik dan sebaik Sera " imbuh Ardan.


" Sama - sama sayang, kami juga berterima kasih sudah diberikan cucu cantik secantik dedek Saina" balas sang Mama.


" Sekarang udah empat tahun Ser, bukan empat hari atau empat bulan, seiring berjalannya waktu kamu pasti sudah bisa memaafkan kesalahan Ardan kan sayang?" tanya papa mertuanya.


" Pah... Maaf kalau sikap Sera dulu membuat papa selalu merasa bahwa Sera belum bisa menerima Ardan, bagi Sera sekarang Ardan dan Saina adalah hidup Sera, jadi papa jangan khawatir kalau Sera belum memaafkan anak papa yang tengil ini, justru Sera makin cinta sama suami tengil Sera pah " terang Sera sambil memeluk lengan suaminya.


" Enak aja ngatain tengil " protes Ardan.


" Lah kan emang tengil, atau kamu nggak suka dipanggil tengil? Ya udah playboy cap kadal gimana? " goda Sera.


Sontak candaan Sera membuat semuanya tertawa, malam itu semuanya ikut terhanyut merayakan hari ulang tahun pernikahan Ardan dan Sera yang kedua.


" Tetap jadi istri yang baik ya nak " ucap bunda.


Sera memeluk bundanya, ada kesedihan dihati bunda mengenang bagaimana putri kecilnya kini sudah menjadi seorang istri sekaligus ibu diusia yang masih muda.


" Sera akan berusaha bun, Sera masih butuh bunda sama ayah " ucap Sera seraya menggenggam jemari sang ayah.


Ayahnya yang sedari tadi memandangi putrinya pun hanya bisa tersenyum, " Ayah percaya kamu bisa nak, kedepannya masih panjang, kamu harus siapkan hati dan pikiran kamu, jaga keutuhan rumah tangga kalian, jangan mudah digoyahkan oleh apapun" pesan sang ayah.


" Iya ayah " ucap Sera.


# konflik dikit yuk

__ADS_1


__ADS_2