Menikah Remaja

Menikah Remaja
TIGA PULUH DELAPAN


__ADS_3

Dibutik....


Pagi ini Sera sedang mengerjakan pesanan baju wedding sahabatnya ketika kuliah dulu di bandung, namanya Rahma yang akan menikah di jakarta karena calon suaminya bekerja di jakarta.


Dari hasil rekomendasi teman-temannya Rahma memilih rancangan dari butik ArSeNa, ternyata butik tersebut milik sahabatnya.


Sera fokus mendesain gaun pengantin milik Rahma, bahkan sampai mantan mertuanya masuk dia tidak tahu.


" Serius sekali sayang, sampai mama dicuekin " tegur mama Ardan.


" Eh mama, maaf ma Sera lg dikejar deadline nih " jawab Sera.


Yah hubungan keduanya masih seperti dahulu, bagai ibu dan anak walaupun kini Sera bukan lagi menantunya tetapi bagi mama Ardan wanita cantik dihadapannya adalah putrinya yah harus dia sayangi.


" Mama bawain makan siang nih, makan dulu yuk?" ajak mamanya.


" Eeeem tapi nanti bantuin Sera nyusun payet ya soalnya Sera udah pusing dari pagi belum selesai " tawar Sera.


" Oke sayang...yuk" mama Ardan pun setuju dengan penawaran Sera.


Mereka berdua menikmati makan siang bersama sambil ngobrol.


"Ayah dan bunda sehat nak?".


" Alhamdulillah ma, papa gimana ma? Sehat juga kan?".


" Iya sayang, tapi sekarang papa kamu itu jadi pendiam banget, beda banget sama dulu, terkadang mama sedih, keluarga mama jadi dingin tidak sehangat dulu ".


Sera memandang kearah mama Ardan, " Ma....kalau papa kangen Saina, ajak papa kerumah, biar papa bisa main sama Saina kaya dulu ".


" Heeeh rasanya percuma nak, papa kamu maunya kalian balik lagi kerumah, apalagi sekarang Ardan jarang pulang, karena setiap papa dan Ardan bertemu mereka berdua selalu ribut berakhir berantem, mama jadi pusing " cerita mama Ardan sambil menerawang membayangkan keadaan dalam rumah tangganya.


" Apa Ardan tidak menikah dengan Stela saja ma, biar nanti kalau anak mereka lahir bisa menghibur papa?" tanya Sera hati-hati.


" Papamu tidak setuju, mau sampai kapanpun, apalagi Ardan juga sepertinya tidak berminat untuk menikahi Stela ".

__ADS_1


" Lalu...bagaimana nasib anak yang dikandung Stela nanti ma? Apa tidak kasian?" tanya Sera penasaran.


" Ardan meminta tes DNA setelah bayi itu lahir karena dia sendiri tidak yakin bayi itu adalah anaknya ".


" Memangnya apa yang membuat Ardan tidak yakin, toh mereka memang sudah melakukannya, dan kini Stela hamil lalu apa lagi?" tanya Sera.


" Stela kedapatan memasukkan lelaki lain kedalam apartmennya, itu terjadi ketika hubungan Ardan dan Stela masih berjalan, Sera jujur mama malu menceritakan ini semua tapi mama tidak ada tempat bercerita " ungkap mama Ardan.


Sera tersenyum manis kemudian menggenggam jemari mantan mama mertuanya itu, " Kapanpun mama butuh teman cerita Sera siap ma, mama tidak perlu sungkan ya?" ucapnya kemudian.


" Terima kasih nak, kamu memang anak yang baik, beruntung orang tua kamu punya anak sepertimu nak, andai kamu masih menantu mama alangkah bahagianya mama ".


Sera tersenyum, dia paham maksud mama Ardan tetapi dirinya enggan menjawabnya lagi.


Setelah perceraian keduanya berkali-kali orang tua Ardan memohon agar Sera kembali bersama anaknya tetapi Sera selalu menolaknya secara halus.


Mungkin terkesan mengharapkan gelas yang sudah pecah kembali utuh sangatlah tidak mungkin, hanya dengan membeli gelas baru maka kita akan memiliki gelas yang utuh.


Sakit yang ditorehkan Ardan begitu dalam, cinta, hati, dan kepercayaan Sera dihancurkan begitu saja tanpa iba, maka ketika luka itu sudah menganga begitu dalam akan sangat sulit untuk disembuhkan.


Ayah dan bundanya melarang Sera ketika akan mengajak cucu kesayangan mereka.


" Ayah, bunda, titip Saina ya " ucap Sera ketika berpamitan.


" Iya sayang, hati-hati nyetirnya nggak usah ngebut, kamu bukan pembalap, kalau nyetir suka sok ngebut " oceh bundanya.


" Apaan sih bun orang cuma 100km/ jam " jawab Sera sekenanya.


Alhasil bantal sofa melayang kearahnya, " 100 kamu bilang cuma, jangan ngasal Ser inget kamu punya orang tua, punya Saina, memangnya kamu nggak mau nikah lagi apa, bayangin kalau muka kamu lecet kamu jadi jelek siapa yang mau sama cewek jelek " cerocos sang bunda.


Ayahnya kepusingan mendengar perdebatan kedua wanita tercintanya itu, " Sudah-sudah ini omongan jadi kemana tahu, intinya Sera hati-hati jaga diri, kamu bawa nama keluarga, jangan sakiti kami lagi, oke" dijawab jempol oleh Sera, " Bunda kalau ngomong juga harus hati-hati jangan sembarangan biar bangor itu anak kita yang udah ngasih cucu cantik, oke " dan bunda pun mengangguk.


Sera tertawa ,lalu berpamitan untuk berangkat karena berdebat dengan sang bunda, Sera menjadi terburu- buru.


Tiga puluh menit Sera sudah sampai di gedung tempat sahabatnya menggelar acara pernikahan, Sera segera memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk, tampak tamu sudah ramai berdatangan, Sera segera menuju pelaminan untuk memberi ucapan kepada mempelai.

__ADS_1


Setelah bersalaman , Sera berjalan menuju stand makanan, ketika mengantre tiba-tiba ada yang memanggil namanya.


" Sera " panggil orang itu.


Sera memutar kepalanya mencari sumber suara, tampak sosok pria yang dulu pernah dikenalnya.


" Kak Hans " serunya.


" Wah ternyata nggak salah lagi, gila loe Ser, makin cantik aja " balas Hans.


" Apaan sih kak, BTW kak Hans kok bisa ada disini " tanya Sera.


" Iya lah, mempelai pria itu sepupu gue, nah loe sendiri kok bisa ada disini? Loe sama siapa kesini?" Hans balik bertanya.


" Mempelai wanita sahabat Sera waktu kuliah dulu kak ".


" Hah...emang loe kuliah dibandung, kok bukan di jakarta aja?" tanya Hans.


" Ceritanya panjang, udah ah makan dulu yok entar kehabisan kita, laper nih dari siang belom makan " ajak Sera.


Akhirnya mereka makan berdua disatu meja, sesekali obrolan mereka menimbulkan gelak tawa.


Hans adalah sahabat Leo mantan kekasih Sera waktu masih SMA dulu, meski mereka bersahabat tetapi ketika Leo berakhir dengan Sera besar harapan Hans untuk mendapatkan hati Sera, namun harus pupus setelah melihat Sera berada dalam pelukan Ardan Mahendra, anak si pemilik yayasan tempatnya bersekolah.


Tetapi sampai saat ini Hans tidak tahu status seorang Sera.


" Eh Ser gue kan tadi nanya, loe kesini sama siapa kok nggak dijawab ?" tanya Hans.


" Sendiri kak, emang kak Hans lihat gitu dari tadi Sera sama siapa?" Sera balik tanya.


" Iya...ya...hehehe kirain sama pacar loe atau suami loe gitu, kan gue takut kesalahan ".


" Aman kak, I'm single" jawab Sera lalu tertawa.


Hans terus mengagumi wajah Sera yang semakin menawan, cantik alami, tanpa riasan tebal, bajunya yang modis menunjang penampilannya malam ini.

__ADS_1


Ditambah lesung pipinya ketika tersenyum, dan pembawaanya Sera yang lebih dewasa dari usianya sungguh membuat lelaki manapun yang dekat dengannya pasti akan merasa kagum.


__ADS_2