Menikah Remaja

Menikah Remaja
DELAPAN PULUH TIGA


__ADS_3

Sera kini sudah mulai aktif lagi di butik yang diberikan oleh mertuanya, butik yang sudah menjadi miliknya secara sah kini dikelola dan dikembangkan olehnya.


Berbagai jenis pakaian dari yang lokal maupun import sudah tersedia dibutiknya, bahkan setelah direnovasi kini bukan hanya pakaian tetapi ada juga berbagai tas dan sepatu bermerk.


Hasil yang diterimanya setiap bulan sunggung diluar dugaan, Sera yang sudah merambah ke bisnis online semakin lancar untuk mengumpukkan pundi-pundi rupiah, belum jatah jajan dari Ardan yang dia dapatkan setiap bulannya.


Sera sudah tidak terlalu memusingkan lagi urusan suaminya, apalagi dirinya sudah mendengar selentingan bahwa suaminya memiliki wanita idaman lain.


Bagi Sera kebahagiaan Saina dan calon anak keduanya itu yang terpenting, beberapa kali sang bunda menasehati Sera agar lebih memperhatikan Ardan, tetapi hati Sera sudah membeku, baginya Ardan hanyalah ladang uang dan ayah dari anak-anaknya.


Mertuanya pun menawarkan diri untuk menegur Ardan tetapi Sera menolak, sesuai perjanjiannya dengan Ardan, kalau sampai Ardan berhianat sekali lagi maka seluruh harta dan hak asuh anak akan jatuh ketangan Sera.


Sera sudah mempersiapkan semuanya, Sera yang sekarang bukan Sera yang dulu, untuk mengeluarkan air mata baginya sangat mahal harganya.


Beberapa kali Sera mendapat kiriman foto Ardan bersama dengan sekretarisnya dari salah satu staf dikantor suaminya.


Awalnya Sera sempat drop dan menangis, tetapi kini dia sudah bangkit.


Melawan takdir dengan terus berjuang demi buah hatinya.


Diusia kandungannya yang tidak muda lagi, sera berencana memboyong bunda serta Saina ke luar negeri untuk proses melahirka disana.


Kedua mertuanya pun mendukung semua keputusan Sera.


Bahkan yayasan yang dikelola oleh keluarga Mahendra kini sudah diberikan kepada Sera sebagai tanda cinta dari kedua mertuanya.

__ADS_1


Ardan yang terus asik menikmati masa puber keduanya tampak tidak menyadari apa yang terjadi dibelakangnya.


Bahkan kini Ardan lebih memilih pulang ke apartmen Luna, sesekali dirinya pulang kerumah dimana istri dan anaknya berada.


Luna terus merengek minta ditemani oleh Ardan, bahkan Luna meminta ikatan pernikahan meskipun siri, tetapi Ardan belum mewujudkannya karena dia tidak berani untuk meminta ijin pada Sera.


Hubungan terlarang mereka sudah menjadi buah bibir diperusahaan, berkali-kali sahabat Ardan memperingatkan Ardan tetapi dibantah oleh Ardan dengan alasan Sera lebih perhatian dengan bundanya.


" Loe keterlaluan Dan....apa loe nggak kasihan sama anak loe, Saina butuh loe apalagi sekarang Sera sedang hamil anak kedua, darah daging loe " ucap Dito.


" Loe urus saja rumah tangga loe sendiri To "sergah Ardan.


" Dan loe itu cuma main-main kan sama Luna ?" Muel lebih pelan berbicara pada sahabatnya.


" Siapa yang main-main? Gue sayang sama Luna " tegas Ardan.


Ardan mengangguk.


" Heh B*****t loe itu cuma nafsu sama Luna " bentak Dito.


" Loe tahu apa tentang perasaan gue sama Luna !" hardik Ardan tak kalah keras.


" STOP...udah ini kenapa kalian jadi ribut sih ?" Muel menengahi.


" Loe tahu kan kalau playboy satu ini dari dulu memang suka bermain dengan banyak wanita, come on El loe pasti ingat kan bagaimana dia dulu berusaha balikan sama Sera " cecar Dito.

__ADS_1


Samuel sangat paham bagaimana Ardan dulu berusaha untuk mendapatkan hati Sera kembali.


" Oke, sekarang kita berdua cukup menasehati dan mengingatkan sahabat kita ini, selanjutnya biar dia memilih sendiri, keputusannya tetap ada ditangan dia " ucap Muel.


" Gue nggak sudi sahabatan sama orang munafik yang suka menyakiti hati istrinya, mulai detik ini persahabatan kita putus" hardik Dito.


" Nggak gitu To, loe harus..." Muel berusaha menengahi.


" Oke fine, sekalian aja loe keluar dari perusahaan ini " ucap Ardan memotong omongan Muel dengan penuh emosi.


Dito kemudian berlalu meninggalkan kedua sahabatnya.


Samuel menatap kepergian Dito, " Loe perlu mengkoreksi diri Dan, gue juga pamit dari perusahaan ini, thanks buat semuanya " ucap Muel sambil berjalan keluar dari ruangan Ardan.


Ketika keluar Muel melewati meja dari Luna sekretaris sekaligus selingkuhan sahabatnya.


Luna menunduk memberi hormat.


" Luna, sebaiknya kamu mulai hati-hati " ucap Muel sambil berlalu.


Luna yang mendapat ucapan seperti itu langsung berlari menuju ruangan Ardan.


" Sayang...."


Ardan yang sedang kacau langsung menyerang kekasihnya dan menggiringnya ke ruang rahasianya.

__ADS_1


..............


__ADS_2