Menikah Remaja

Menikah Remaja
EMPAT PULUH TIGA


__ADS_3

Setelah perdebatan, keduanya kini semakin dingin, harapan untuk bersatu kembali dengan mantan istrinya semakin tipis, apalagi benteng yang dibuat oleh Sera semakin kokoh, bahkan Sera kini lebih banyak bertemu dengan Hans kakak kelasnya yang kini menjalin bisnis dengan Sera dibidang fashion.


Ardan sering terbakar api cemburu ketika Hans mengantar pulang Sera, sedangkan Ardan hanya mampu terdiam sambil menemani Saina bermain.


Dia kenal Hans dari waktu sekolah dulu, apalagi keduanya tergabung dalam team basket, tetapi Hans tidak melanjutkan basket karena cidera.


Sampai saat ini,Hans tidak pernah lagi bergabung dengan teman alumninya, dia memilih sibuk menggeluti bisnisnya, karena ketekunan dan keuletannya diusia yang masih muda sudah memiliki perusahaan fashion dan beberapa brand yang dia kembangkan sendiri.


" Ngapain senyum-senyum, karena diantar gebetan?" tegur Ardan sengit.


Sera malas menjawab memilih melewatinya, " Hai anak mommy, cantik amat sih mirip mommy, untung nggak mirip daddy kamu ya sayang yang suka ngga jelas" sapa Sera pada putrinya.


" Kalo ngomong, suka ngasal, kasian Saina masih kecil jangan diajak membully daddynya" timpal Ardan tidak terima.


Sera mengabaikan Ardan kemudian pamit pada putrinya untuk membersihkan diri.


Sebuah siksaan bagi Ardan, dulu ketika keduanya masih berstatus suami istri dengan mudah Ardan bisa ikut berpartisipasi ketika Sera mandi tetapi kini hanya bisa membayangkan saja.


"Bikin sakit kepala " gumamnya.


" Daddy bobok sini ya, Saina pengen bobok sama daddy sama mommy" pinta anaknya.


Otak Ardan langsung bekerja, mendengar anaknya memintanya menginap, " Saina bilang mommy dulu ya, boleh tidak daddy bobok sama mommy dan Saina?" bujuk Ardan.

__ADS_1


Saina segera masuk kamar, mencari mommynya, terdengar air gemericik dari dalam kamar mandi, artinya sang mommy sedang mandi.


" Mom....mommy" panggilnya.


" Mommy sedang mandi nak, ada apa?" teriak Sera dari dalam.


" Daddy boleh bobok sama kita nggak?" tanya Saina.


Sera kaget, tetapi geram juga karena dia yakin ini pasti ide dari Ardan.


" Tunggu mommy keluar ya nak, nanti kita bicara " jawab Sera.


" Oke mommy " sahut Saina kemudian berlari keluar.


Kepala Sera yang seharusnya rileks setrlah mandi seketika menjadi panas lagi, ingin rasanya dia mencabik-cabik mantan suaminya itu.


Tiga puluh menit kemudian Sera turun kebawah, tampak Saina masih nemplok pada daddynya, ayahnya yang sedang menikmati secangkir kopi tampak tidak terlalu ambil pusing dengan adanya mantan menantunya, sedangkan bundanya sedang menata aneka lauk pauk di meja makan dengan dibantu bi Surti.


" Masak apa bun?" tanya Sera.


" Eh sayang, ini bunda bikin sup ayam jamur, perkedel jagung, ayam goreng lengkuas, tempe, ayam goreng, sambal dan sup dingin request kamu nak" sahut bundanya sambil menyiapkan makan malam keluarganya.


" Banyak amat bun, tumben?" tanya Sera lagi.

__ADS_1


" Ardan apa tidak ditawarin makan nak? Apa kita setega itu, padahal seharian dia sudah membantu menjaga Saina" ucap sang bunda.


Sera menghela nafasnya mengingat betapa besar luka yang ditorehkam oleh Ardan, tetapi keluarganya masih bisa bersikap seolah tidak pernah terjadi apapun.


Bahkan ayah dan bundanya tampak tidak sungkan mengobrol dengan Ardan, berbeda dengan dirinya yang masih tidak bisa melupakan semua penghianatan mantan suaminya itu.


Setelah makanan siap, bunda memanggil ayah, Saina dan Ardan untyk ikut bergabung.


Ardan duduk disamping ayah Sera, disampingnya tampak sikecil Saina yang terus menempel pada daddynya.


Sera membiarkan anaknya bercengkerama dengan Ardan, dirinya sudah mengijinkan keduanya bersama tetapi hanya boleh dirumah saja.


" Mommy, daddy boleh bobok sama kita kan?" Saina kembali mempertanyakan keinginannya.


Sera menatap ke arah Saina, kemudian ke arah Ardan, " Saina pengen bobok sama daddy?" tanya balik Sera.


Saina mengangguk, Sera punya solusi yang sudah dia siapkan sedari tadi, " Oke, boleh" kata Sera.


" Asiiiik.....thank you mommy" pekik Saina senang.


Ardan pun ikut tersenyum lalu membelai kepala anaknya.


" Tapi Saina bobok sama daddy di kamar bawah ya, dikamar tamu, bukan dikamar mommy" lanjut Sera tegas.

__ADS_1


Ardan melongo, Saina juga ikut kaget tetapi kembali tertawa riang, " Oke mommy" sambil mengacungkan jempolnya.


__ADS_2